Tahapan Perjalanan Isra Mi'raj yang Dilalui Rasulullah

Tahapan Perjalanan Isra Mi'raj yang Dilalui Rasulullah

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 15 Jan 2026 05:45 WIB
Tahapan Perjalanan Isra Miraj yang Dilalui Rasulullah
Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi umat Islam yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Palestina, sebelum kemudian diangkat ke langit.

Setelah tiba di Masjid Al Aqsa, Rasulullah SAW dibawa naik menembus langit hingga mencapai langit ke-7 untuk diperlihatkan sebagian dari kebesaran Allah SWT. Perjalanan agung ini menjadi bukti kekuasaan Allah sekaligus kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Dari peristiwa Isra Mi'raj pula turun perintah salat lima waktu yang harus dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW dan seluruh umat Islam. Rasulullah SAW melalui banyak tahapan dalam perjalanan ini, sehingga menarik untuk dipelajari lebih dalam. Lantas, apa saja tahapan perjalanan Isra Mi'raj yang dilalui Rasulullah SAW?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Urutan Perjalanan Isra Miraj

Isra Miraj adalah perjalanan spiritual yang mengagumkan dan memperlihatkan kebesaran Allah SWT, yang terjadi pada 27 Rajab tahun 621 Masehi, menurut pendapat yang masyhur. Namun, sebagaimana dijelaskan dalam buku Pesona Kisah Isra Miraj susunan Tim Divaro, inti dari peristiwa ini terletak pada turunnya perintah kewajiban salat lima waktu.

Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan yang sangat panjang dan penuh makna. Oleh karena itu, berikut ini merupakan tahapan atau urutan perjalanan Isra Miraj yang dilalui oleh Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW terlebih dahulu melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dengan menaiki Buraq yang dibawa oleh Malaikat Jibril dari surga. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW bersama Jibril singgah di empat lokasi yang memiliki makna penting dalam sejarah kenabian.

Tempat pertama adalah Kota Madinah, yang kelak menjadi tujuan hijrah Rasulullah SAW. Selanjutnya beliau singgah di Kota Madyan, tempat Nabi Musa AS pernah berlindung saat dikejar pasukan Fir'aun, kemudian di Thuur Sina, lokasi Nabi Musa AS menerima wahyu dan berbicara langsung dengan Allah SWT, serta di Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS.

Di setiap tempat persinggahan, Rasulullah SAW melaksanakan salat dua rakaat, hingga akhirnya tiba di Masjidil Aqsa dan menjadi imam bagi para nabi.

Dalam perjalanan tersebut, Malaikat Jibril juga menawarkan dua minuman, yakni susu dan khamar, namun Rasulullah SAW memilih susu sebagai simbol fitrah yang baik bagi umatnya. Setelah menunaikan ibadah di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW kemudian melanjutkan perjalanan menuju langit dalam rangkaian peristiwa Mi'raj.

1. Langit Pertama

Rasulullah SAW melakukan perjalanan menembus bintang dan tata surya hingga mencapai pintu langit pertama. Malaikat Jibril terlebih dahulu meminta izin kepada penjaga pintu langit, sebagaimana ketentuan bahwa setiap makhluk yang hendak melintas harus menyebutkan identitas serta membawa izin dari Allah SWT.

Di langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam AS yang memiliki kesamaan perjuangan, yakni sama-sama meninggalkan tanah air tercinta demi menjalankan perintah Allah.

2. Langit Kedua

Di langit kedua, Rasulullah SAW dipertemukan dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Keduanya dikenal sebagai nabi yang banyak menghadapi penolakan dan penderitaan dari kaumnya, namun tetap menunjukkan kesabaran dan keteguhan dalam berdakwah.

3. Langit Ketiga

Perjalanan dilanjutkan ke langit ketiga, tempat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Nabi Yusuf dikenal sebagai simbol keindahan rupa dan keteguhan menjaga akhlak mulia, yang mencerminkan kesempurnaan nilai moral dalam diri seorang nabi.

4. Langit Keempat

Di langit keempat, Rasulullah SAW berjumpa dengan Nabi Idris AS yang diangkat derajatnya oleh Allah SWT karena kedalaman pemahamannya terhadap hikmah dan ilmu ketuhanan. Pertemuan ini melambangkan pertukaran pengetahuan dan kebijaksanaan antarpara nabi.

5. Langit Kelima

Pada langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun AS yang dikenal sebagai sosok orator dan ahli dalam menyampaikan khutbah. Keduanya memiliki kesamaan nasib, yaitu menghadapi pengkhianatan dari kaum munafik di tengah umatnya.

6. Langit Keenam

Di langit keenam, Rasulullah SAW dipertemukan dengan Nabi Musa AS, nabi yang menghadapi tantangan besar dari kaumnya serta musuh yang nyata. Nabi Musa dan Nabi Muhammad SAW sama-sama dikenal sebagai sosok pejuang tangguh, baik dalam medan dakwah maupun dalam menghadapi konflik.

7. Langit Ketujuh

Pada tahap terakhir, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh. Nabi Ibrahim AS merupakan peletak dasar tauhid dan kiblat pemersatu umat manusia, sekaligus bapak para nabi, sementara Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi yang menyempurnakan ajaran tauhid tersebut.

Wallahu a'lam.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads