3 Ibadah yang Dianjurkan pada Malam Isra Miraj

3 Ibadah yang Dianjurkan pada Malam Isra Miraj

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Selasa, 13 Jan 2026 19:15 WIB
3 Ibadah yang Dianjurkan pada Malam Isra Miraj
Ilustrasi salat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov)
Jakarta -

Isra Miraj merupakan peristiwa agung yang menandai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat. Peringatan Isra Miraj jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H.

Selain mengenang peristiwa tersebut, umat Islam dianjurkan mengisi malam Isra Miraj dengan berbagai amalan ibadah sunnah sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

3 Ibadah yang Dianjurkan pada Malam Isra Miraj

Berikut beberapa ibadah yang dianjurkan untuk diamalkan pada malam Isra Miraj sebagai bentuk refleksi dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Melaksanakan Salat Sunnah

Malam 27 Rajab merupakan malam yang bertepatan dengan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, yaitu peristiwa agung yang menandai ditetapkannya kewajiban salat bagi umat Islam. Oleh karena itu, menghidupkan malam tersebut dengan salat sunnah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.

Dalam keterangan yang dinukil oleh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali dan para ulama dalam buku Membaca Al-Qur'an, Dzikir, Do'a dan Wirid: Seri Ringkasan Ihya' Ulumuddin, disebutkan anjuran melaksanakan salat sunnah pada malam 27 Rajab sebanyak dua belas rakaat.

ADVERTISEMENT

Salat sunnah ini dikerjakan dengan membaca Surah Al-Fatihah dan surah-surah Al-Qur'an pada setiap rakaat, serta ditutup dengan salam setiap dua rakaat.

Selain itu, dikutip dari buku Panduan Shalat Sunah Lengkap karya KH. Muhammad Sholikhin, salah satu sholat yang dilakukan pada malam Isra Mi'raj yaitu sholat Lailatul Mi'raj.

Pelaksanaan salat sunnah pada malam Isra Mi'raj dapat dilakukan secara fleksibel, yaitu setelah salat Magrib maupun setelah salat Isya.

2.Memperbanyak Zikir, Istigfar, dan Shalawat

Masih merujuk pada sumber yang sama, setelah selesai melaksanakan salat, dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca wirid dan zikir sebagai berikut.

Membaca tasbih sebanyak 100 kali:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الحَمْدُ لِلَّهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhanallahi walhamdulillah walā ilaha illallahu wallāhu akbar.

Artinya: "Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Dilanjutkan dengan membaca istigfar sebanyak 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ

Latin: Astaghfirullahal 'adzim.
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."

Kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli 'alā sayyidina Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad."

Selanjutnya, zikir dapat dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah sebanyak tujuh kali, Surah Al-Falaq dan An-Nas sebanyak tujuh kali, Surah Al-Ikhlas dan Al-Kafirun sebanyak tujuh kali, serta Surah Al-Qadr dan Ayat Kursi sebanyak tujuh kali.

Dikutip dari Badan Amil Zakat Nasional, bulan Rajab dikenal sebagai bulan istighfar, yaitu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT.

Pada bulan ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.

Salah satu bacaan istighfar yang dianjurkan untuk diamalkan adalah Sayyidul Istighfar, yang dapat dibaca pada pagi dan sore hari. Bacaan tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبِ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaktanii wa anaa'abduka wa anaa'alaa'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bini'matika'alayya wa abuu'u laka bidzanbii faghfir lii, fainnahuu laa yaghfirudz dzunuubi illaa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau, Engkau jadikan aku, dan aku hamba Engkau. Dan atas janji-janji dengan Engkau sekuasaku, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan perbuatanku, dan atas nikmat yang Engkau berikan, dan atas engkau aku sadari dosaku, ampunilah aku, sesungguhnya tiada dapat yang mengampuni selain Engkau."

3. Berpuasa pada Siang Hari

Amalan lain yang dianjurkan berkaitan dengan peringatan Isra Miraj adalah melaksanakan puasa pada siang hari tanggal 27 Rajab. Dalam keterangan yang juga dinukil oleh Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur (Juz 4, hlm. 186), disebutkan bahwa menghidupkan malam 27 Rajab dengan ibadah memiliki keutamaan pahala yang besar dan setara dengan seratus tahun.

Berikut bacaan niat puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin an adai sunnati Rajaba lillahi taala

Artinya: Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan puasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta'ala.

Puasa ini dianjurkan untuk disertai dengan memperbanyak doa, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat, dengan tetap menjaga diri dari perbuatan maksiat.

Niat Sholat Malam Isra Miraj

Masih dalam sumber sebelumnya yaitu buku Membaca Al-Qur'an, Dzikir, Do'a dan Wirid: Seri Ringkasan Ihya' Ulumuddin, niat sholat Lailatul Mi'raj dapat dilakukan dengan niat sholat sunah mutlak, sholat sunah Rajab, atau dengan niat khusus sholat Lailatul Mi'raj untuk membedakannya dengan sholat sunah lainnya.

Berikut lafaz niat sholat Lailatul Mi'raj:

أصَلَّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushalli sunnata lailatil miraji rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taalà, Allahu akbar.

Artinya: "Aku berniat shalat sunah malam mikraj dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala. Allahu Akbar."

Pada setiap rakaat, setelah membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Ikhlas.

Tata Cara Sholat Lailatul Mi'raj

Berikut tata cara pelaksanaan sholat Lailatul Mi'raj pada malam Isra Mi'raj 27 Rajab:

  1. Membaca niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Surah Al-Fatihah
  4. Membaca Surah Al-Ikhlas
  5. Rukuk
  6. Membaca doa i'tidal
  7. Sujud
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri kembali untuk rakaat kedua
  11. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas
  12. Mengulang rangkaian rukuk hingga sujud kedua
  13. Tahiyat akhir
  14. Salam

Doa Isra Miraj Malam 27 Rajab

Dikutip dari buku 71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap karya KH. M. Yusuf Chudlori, berikut doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam 27 Rajab.


اللَّهُمَّ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِيِّينَ وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ أنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

Latin: Allāhumma bi musyāhadati asrāril-muhibbīna wa bil-khalwatil-latī khashshashta bihā sayyidal-mursalīna ḥīna asraita bihī lailatas-sābi'i wal-'isyrīna an tarḥama qalbiyal-ḥazīna wa tujība da'watī yā akramal-akramīn.

Artinya: "Ya Allah, dengan kesaksian rahasia-rahasia para pecinta-Mu dan dengan khalwat yang Engkau khususkan bagi pemimpin para rasul ketika Engkau Isra'-kan dia pada malam 27 Rajab, aku memohon agar Engkau merahmati hatiku yang sedih dan mengabulkan doaku, wahai Zat Yang Maha Pemurah dari segala yang pemurah."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads