Doa Setelah Salat Tahajud untuk Memohon Rezeki dan Kemudahan Hidup

Doa Setelah Salat Tahajud untuk Memohon Rezeki dan Kemudahan Hidup

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 10 Jun 2026 19:18 WIB
Seorang pria muslim sujud di atas sajadah. Ilustrasi sholat Tahajud.
Ilustrasi salat tahajud (Foto: Michael Burrows/Pexels)
Jakarta -

Salat tahajud adalah amalan sunnah yang memilik keutamaan luar biasa. Sebelum memulai salat, muslim harus membaca niatnya terlebih dahulu.

Menurut mazhab Syafi'i, membaca niat salat tahajud jadi salah satu rukun salat yang jika ditinggalkan maka ibadahnya tidak sah. Saif Ahad Jamil melalui bukunya Buku Pintar Sholat Wajib dan Sunnah Super Lengkap menjelaskan hukum salat tahajud adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan.

Tidak ada batasan rakaat dalam salat tahajud. Biasanya, amalan sunnah ini dilakukan mulai dari 2 rakaat, 4 rakaat dan seterusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan salat tahajud jadi paling utama setelah salat fardhu. Beliau bersabda,

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim)

ADVERTISEMENT

Doa Setelah Salat Tahajud: Arab, Latin dan Arti

Berikut ini doa setelah sholat tahajud yang dinukil dari buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih.

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)

Niat Salat Tahajud 2 Rakaat dan 4 Rakaat

Berikut bacaan niat salat tahajud 2 rakaat dan 4 rakaat yang bisa diamalkan muslim sebelum memulai ibadah.

1. Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatattahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat salat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Tahajud 4 Rakaat

أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunatattahajjudi arba'a raka'aatin lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat salat sunnah tahajud empat rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Salat Tahajud yang Perlu Diperhatikan Muslim

Berikut tata cara salat tahajud 2 rakaat yang dikutip dari buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan karya Abd Muqit.

  1. Membaca niat salat tahajud 2 rakaat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surah Al Fatihah
  5. Membaca surah dalam Al-Qur'an
  6. Rukuk
  7. Itidal
  8. Sujud
  9. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
  10. Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua
  11. Salam

Jika salat tahajud dilakukan dengan 4 rakaat, maka pengerjaannya bisa dengan 2 rakaat satu kali salam. Bisa juga dengan 4 rakaat sekaligus dan satu kali salam. Tata caranya sama seperti di atas, hanya saja jika salat tahajud 4 rakaat sekaligus maka tidak ada tahiyat awal di rakaat kedua.

Kapan Waktu Terbaik Salat Tahajud?

Dilansir dari buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja susunan Ahmad Hawassy, pembagian waktu salat tahajud dikelompokkan ke tiga macam. Salat tahajud yang sangat utama bisa dikerjakan sejak setelah Isya sampai pukul 22.00.

Lalu, waktu yang lebih utama melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam kedua tepatnya pukul 22.00 sampai 01.00 dini hari. Sementara itu, waktu paling utama pengerjaan sholat tahajud yaitu pada sepertiga malam terakhir yang dimulai pada 01.00 dini hari sampai Subuh.

Rasulullah SAW bahkan mengerjakan sholat tahajud pada sepertiga malam terakhir sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat Abu Muslim yang bertanya pada Abu Dzar,

"Pada waktu manakah yang lebih utama untuk kita mengerjakan sholat malam?"

Abu Dzar menjawab, "Aku telah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini."

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga malam yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya." (HR Ahmad)

Wallahu a'lam.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads