- Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
- Peristiwa ke Langit Ketujuh
- Hikmah Peristiwa Isra Miraj 1. Menghilangkan Kesedihan dalam Diri Nabi Muhammad SAW 2. Memperlihatkan Tanda-tanda Keagungan Allah SWT 3. Memperkenalkan Nabi Terdahulu 4. Memperlihatkan Kejayaan Bangsa Terdahulu 5. Perintah Mendirikan Salat Lima Waktu 6. Sebagai Ujian Keimanan 7. Memuliakan Nabi Muhammad SAW
Dalam sejarah Islam, terdapat perjalanan menakjubkan dan melampaui nalar manusia, yaitu peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Hanya dalam satu malam, Rasulullah SAW dapat menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sebelum akhirnya menembus lapisan langit dan menuju Sidratul Muntaha.
Lantas, bagaimana kisah perjalanan Isra Miraj ini dan apa saja rahasia yang terungkap di setiap lapisan langit? Hikmah seperti apa yang terkandung dalam peristiwa tersebut? Simak penjelasan berikut ini.
Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
Merujuk pada buku 99 Kisah Menakjubkan di Al-Qur'an karya Ridwan Abqary, Isra Miraj bukan sekadar catatan sejarah masa lalu, melainkan mukjizat agung yang menjadi titik balik bagi umat Islam. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW menerima perintah ibadah salat lima waktu langsung dari Allah SWT dan diperlihatkan berbagai tanda kebesaran langit yang melampaui nalar manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan suci ini bermula di dekat sumur zamzam saat Malaikat Jibril, Mikail, dan satu malaikat lainnya mendatangi Nabi. Sebelum berangkat, dada Rasulullah SAAW disucikan kembali sebagaimana yang pernah terjadi pada masa kecil beliau.
Setelah itu, Nabi bersama malaikat melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) dan berlanjut ke Sidratul Muntaha melewati tujuh lapis langit. Perjalanan agung ini ditempuh dalam satu malam menggunakan Buraq, kendaraan secepat kilat.
Peristiwa ke Langit Ketujuh
Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam as-Suyuthi dalam kitab al-Isra' wa al-Mi'raj terjemahan Arya Noor Amarsyah memaparkan sejumlah hadits tentang peristiwa Isra Miraj.
Salah satunya hadits Hamad Ibnu Salamah dari Tsabit, dari Anas RA. Hadits ini menjadi hadits paling kuat dan bebas dari perselisihan dalam menceritakan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Imam Muslim meriwayatkan:
Syaiban Ibnu Farukh telah menyampaikan kepada kami dari Hamad Ibnu Salamah, dari Tsabit al-Banani, dari Anas Ibnu Malik RA bahwa Rasulullah SAW bercerita:
Dibawakan kepadaku Buraq sejenis hewan berwarna putih, tubuhnya lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada bagal yang langkah kakinya sejauh matanya memandang. Aku pun mengendarainya sampai tiba di Baitul Maqdis. Buraq itu kutambatkan dengan tali yang digunakan oleh para nabi.
Kemudian aku masuk Masjidil Aqsha dan kudirikan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Malaikat Jibril AS membawakan ke hadapanku segelas arak dan susu. Aku lantas memilih susu. Jibril pun berkata, "Engkau telah memilih fitrah."
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit pertama. Lalu Jibril meminta agar pintunya dibukakan. Dia pun ditanya oleh penjaga pintunya, "Siapa kamu?"
Jibril menjawab," Aku Jibril." Kemudian Jibril ditanya kembali, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad."
Penjaga pintu langit kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan Adam AS. Dia pun menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit kedua. Jibril AS juga meminta agar pintu langit itu dibukakan. Dia pun ditanya oleh penjaga pintunya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril." Jibril ditanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad."
Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan dua orang sepupuku, yaitu Isa Ibnu Maryam AS dan Yahya ibn Zakariya AS. Keduanya menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit ketiga. Jibril AS lalu meminta agar pintu langit ini dibukakan. Dia pun ditanya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril." Jibril ditanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad."
Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan Yusuf AS yang ternyata ketampanannya luar biasa. Dia pun menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit keempat. Jibril AS meminta agar pintu langit ini dibukakan. Kemudian dia ditanya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril." Jibril ditanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad."
Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan Idris AS. Dia menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Memang benar firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Maryam ayat 57:
وَّرَفَعْنٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا
Wa rafa'nāhu makānan 'aliyyā(n).
Artinya: "Kami telah mengangkatnya (Idris AS) ke martabat yang tinggi."
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit kelima. Jibril AS meminta agar pintu langit itu dibukakan. Kemudian dia ditanya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril."
Jibril ditanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad." Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan Harun AS. Dia pun menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit keenam. Jibril AS lalu meminta agar pintu itu langit dibukakan. Dia pun ditanya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril."
Jibril ditanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad." Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Kemudian, pintunya dibukakan untuk kami. Di sana, aku bertemu dengan Musa AS. Dia menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Selanjutnya kami dinaikkan ke langit ketujuh. Jibril AS pun meminta agar pintu langit dibukakan. Dia lalu ditanya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril." Jibril ditanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Dia menjawab, "Muhammad."
Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, "Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah)?" Jibril menjawab, "Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah)."
Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan Ibrahim AS. yang sedang menyandarkan punggungnya pada Baitul Ma'mur.
Setiap harinya, Baitul Ma'mur dikunjungi oleh tujuh puluh ribu malaikat yang tidak pernah mengunjunginya lagi sesudahnya (70 ribu malaikat yang masuk ke Baitul Ma'mur setiap harinya selalu pendatang baru).
Kemudian Jibril membawaku ke (pohon) Sidratul Muntaha yang daun-daunnya selebar telinga gajah dan buah-buahnya sebesar kendi. Tatkala Allah menitahkan perintah-Nya, (pohon) Sidratul Muntaha langsung berubah sehingga tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggambarkannya karena sangat indah.
Allah pun memberiku wahyu dan mewajibkan salat lima puluh kali kepadaku dalam sehari semalam. Kemudian aku turun lagi dan bertemu dengan Musa AS. Dia bertanya, "Apakah yang diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu?"
Aku menjawab, "Lima puluh kali salat sehari semalam." Dia berkata, "Kembalilah menemui Tuhanmu dan mintalah keringanan kepada-Nya. Sebab, umatmu tidak akan mampu melakukan hal itu. Aku telah menguji Bani Israil."
Maka aku kembali menghadap Tuhanku dan memohon, "Wahai Tuhanku! Berilah keringanan kepada umatku." Allah SWT lantas mengurangi lima (salat) dariku.
Kemudian aku kembali menemui Musa dan kukatakan, "Allah telah mengurangi lima (salat) dariku." Namun, Musa berkata, "Umatmu tidak akan mampu melakukan itu. Kembalilah menemui Tuhanmu dan mintalah keringanan lagi."
Aku terus mondar-mandir antara Tuhanku dan Musa AS hingga akhirnya Allah berfirman, "Hai Muhammad! Salat yang Ku-wajibkan adalah lima kali dalam sehari semalam. Pahala tiap-tiap salat itu digandakan sepuluh kali lipat.
Oleh karena itu, mendirikan salat lima kali sama saja dengan mendirikan salat lima puluh kali. Barang siapa berniat melakukan satu kebaikan namun dia tidak jadi melaksanakannya maka dicatat untuknya satu kebaikan.
Andaikan dia melaksanakannya maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barang siapa berniat melakukan satu keburukan namun dia tidak jadi melaksanakannya maka keburukan tersebut tidak dicatat sama sekali. Akan tetapi, jika dia melaksanakannya maka hanya dicatat satu keburukan saja."
Aku turun lagi menemui Musa AS dan memberinya penjelasan. Dia masih berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan lagi."
Aku pun menukas, "Aku telah berulang kali menemui Tuhanku, aku merasa malu terhadap-Nya." (HR Muslim)
Hikmah Peristiwa Isra Miraj
Dirangkum dari buku Sejarah Kebudayaan Islam susunan Bahroin Suryantara dan Rusli Ishaq dan buku Sejarah Kebudayaan Islam susunan Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida terdapat beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, antara lain:
1. Menghilangkan Kesedihan dalam Diri Nabi Muhammad SAW
Pada saat itu Nabi Muhammad SAW sedang mengalami kesedihan yang disebabkan oleh kematian pamannya Abu Thalib dan istri tercintanya Khadijah. Allah SWT ingin meyakinkan Nabi Muhammad bahwa kebenaran dan keyakinan yang dibawanya tidak akan dapat dikalahkan oleh apa pun dan siapa pun.
2. Memperlihatkan Tanda-tanda Keagungan Allah SWT
Allah SWT memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW tanda-tanda keagungan dan kebesaran-Nya yang terdapat pada alam semesta, agar menjadi pelajaran melalui penyaksian langsung, sehingga Nabi Muhammad SAW tambah yakin bahwa Allah SWT akan tetap menolongnya dalam menghadapi musuh-musuh yang menghalangi dalam menyiarkan agama Islam.
3. Memperkenalkan Nabi Terdahulu
Allah SWT mempertemukan dan memperkenalkan Nabi MUhammad SAW dengan para Nabi dan Rasul terdahulu, untuk menambah semangat dan keyakinannya dalam menyiarkan agama Islam.
4. Memperlihatkan Kejayaan Bangsa Terdahulu
Allah SWT memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW bekas-bekas kejayaan bangsa-bangsa terdahulu yang hancur karena kedurhakaannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
5. Perintah Mendirikan Salat Lima Waktu
Allah SWT menurunkan perintah salat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Miraj. Salat menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam di dunia tanpa terkecuali.
6. Sebagai Ujian Keimanan
Isra Miraj merupakan ujian keimanan untuk seseorang. Orang-orang diuji untuk percaya atau tidak terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Bagi orang yang beriman maka akan semakin bertambah keimanannya. Sementara bagi orang yang tidak beriman, akan semakin lemah imannya kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam potongan Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 60,
... وَمَا جَعَلْنَا الرَّهُ يَا الَّتِي أَرَيْكَ الأَفِتْنَةً لِلنَّاسِ ...
Wa mā jaʻalnar-ru' yāllatī araināka illā fitnatal lin-nāsi.
Artinya: "...Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepada-mu, melainkan sebagai ujian bagi manusia..."
7. Memuliakan Nabi Muhammad SAW
Isra Miraj hanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak dilakukan oleh Nabi terdahulu. Hal ini menjadi kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT. Dalam peristiwa Isra Miraj Allah memperlihatkan gambaran dari akibat perbuatan manusia di dunia, baik melanggar atau tidak. Allah SWT memperlihatkan hal ghaib, melihat langsung wajah Malaikat Jibril, dan kesempatan menghadap langsung kepada Allah SWT.
Wallahu a'lam.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?