Demonstrasi yang pecah di penjuru kota Iran sejak 28 Desember 2025 masih berlanjut. Perusuh membakar masjid, pos polisi, hingga gedung pemerintah.
Dilansir CNN, rekaman video dari media sosial yang diverifikasi Reuters pada Jumat (9/1/2026), memperlihatkan Masjid Al-Rasool di Teheran terbakar. Dalam video tersebut terdengar massa meneriakkan "Saadatabad (Teheran Barat)".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video yang memperlihatkan kerusuhan di lingkungan Saadatabad di Teheran saat perusuh membakar Masjid Al-Rasool dan beberapa kendaraan sipil turut dibagikan media pemerintah Iran, Press TV, Jumat malam.
Media pemerintah juga melaporkan Masjid Abuzar, masjid bersejarah di Teheran, dibakar oleh perusuh. "Tidak ada orang Iran yang akan membakar masjid. Jadi, Anda tahu siapa yang melakukannya," tulis Press TV dalam keterangannya di media sosial Facebook, Minggu (11/1/2026).
Masjid di kota Mashhad juga dilaporkan dibakar pada Sabtu malam, sementara sebuah kantor polisi dibakar selama bentrokan di Teheran. Belum ada laporan kerusakan lebih rinci akibat insiden tersebut.
Apa yang Terjadi di Iran?
Iran menghadapi demonstrasi besar-besaran, berawal dari aksi unjuk rasa di pasar-pasar Teheran akibat inflasi yang merajalela, lapor CNN. Aksi ini kemudian menyebar ke seluruh negeri dan berubah menjadi demonstrasi terhadap rezim di bawah Ayatollah Ali Khamenei.
Gelombang protes telah menyebar ke provinsi-provinsi Iran. Massa dari lebih dari 100 kota berpartisipasi dalam demonstrasi yang dimulai sejak dua minggu lalu.
Para saksi mata, dilansir CNN, melaporkan kekerasan di jalan-jalan Iran saat Republik Islam itu memasuki minggu ketiga protes anti-pemerintah yang telah menyebar ke seluruh provinsi.
Dilansir detikNews, kerusuhan menewaskan 500 demonstran dan lebih dari 100 pasukan keamanan Iran sejak dimulainya protes, lebih dari 10.000 orang ditangkap dalam 15 hari terakhir, menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA. Pada Minggu, (11/1/2026), pemerintah Iran menetapkan masa berkabung tiga hari.
