Apa Hubungan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 dengan Fitnah Dajjal?

Apa Hubungan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 dengan Fitnah Dajjal?

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 05 Agu 2026 20:00 WIB
Perempuan muslim membaca Al-Quran.
Foto: Ed Us/Unsplash
Jakarta -

Fitnah Dajjal merupakan salah satu fitnah terbesar yang akan dihadapi manusia menjelang hari kiamat. Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam agar selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dari fitnah Dajjal.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca Surat Al-Kahfi, khususnya 10 ayat pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anjuran Membaca Surat Al-Kahfi untuk Terhindar dari Fitnah Dajjal

Dikutip dari buku Al Makru Menyingkap Tabir Identitas Ya'juj dan Ma'juj karya Yusman bin Muhammad Yusuf dijelaskan bahwa dalam Surat Al-Kahfi tidak menceritakan perihal Dajjal. Namun hadits di atas menegaskan bahwa sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi mengatakan keutamaan bagi orang-orang yang membaca dan menghafalnya dari fitnah Dajjal.

Keutamaan membaca Surat Al-Kahfi, terutama 10 ayat pertama, dijelaskan dalam hadits shahih. Dari Abu Darda RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

"Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal." (HR Muslim)

Kedua riwayat tersebut menunjukkan besarnya keutamaan Surat Al-Kahfi sebagai salah satu benteng spiritual bagi seorang muslim.

Mengapa Surat Al-Kahfi Dikaitkan dengan Fitnah Dajjal?

Merujuk buku Teka teki Surat Al Kahfi karya Abu Lukman Fathurrahman, para ulama menjelaskan bahwa hubungan Surat Al-Kahfi dengan fitnah Dajjal bukan semata-mata karena lafaz ayatnya, melainkan karena kandungan maknanya yang mengajarkan keteguhan iman saat menghadapi ujian besar.

Fitnah Dajjal sendiri mencakup berbagai bentuk ujian tersebut. Dajjal akan menguji manusia dengan kekayaan, kekuasaan, mukjizat semu, hingga mengaku sebagai tuhan. Karena itu, Surat Al-Kahfi menjadi pengingat agar seorang muslim tidak mudah terpedaya oleh kenikmatan dunia maupun tipu daya yang tampak luar biasa.

Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

Berikut bacaan Surat Al-Kahfi ayat 1-10 lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;


2. قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

3. مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Latin: mākiṡīna fīhi abadā

Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4. وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."

5. مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Latin: mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Latin: fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Latin: innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

8. وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Latin: wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Artinya: Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering

9. اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا
Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā

Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

10. اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."



(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads