Peringatan Isra Miraj menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam. Peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha ini berlangsung pada bulan Rajab, menurut pendapat terkuat.
Di Indonesia, peringatan Isra Miraj masuk daftar libur nasional. Ketetapan ini tertuang dalam surat keputusan bersama para menteri yang mengatur libur nasional dan cuti bersama.
Isra Miraj 2026 Jatuh Kapan?
Peringatan Isra Miraj jatuh setiap tanggal 27 Rajab. Isra Miraj tahun ini bertepatan dengan 1447 H. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Peringatan ini menjadi salah satu hari besar Islam pertama pada 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Libur Nasional Isra Miraj 2026
Kabar baik untuk seluruh umat Islam di Indonesia yang ingin merayakan Isra Miraj 2026 dengan beribadah dan berkumpul bersama keluarga. Pemerintah telah menetapkan peringatan Isra Miraj sebagai salah satu hari libur nasional 2026.
Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Long Weekend Isra Miraj 2026
Meski tidak terdapat cuti bersama, libur Isra Miraj 2026 akan menjadi long weekend karena beriringan dengan libur akhir pekan. Berikut rincian jadwal long weekend tersebut:
- Jumat, 16 Januari 2026: Libur nasional Isra Miraj (tanggal merah)
- Sabtu, 17 Januari 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 18 Januari 2026: Libur akhir pekan
Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad
Dijelaskan dalam buku 99 Kisah Menakjubkan di Al-Qur'an oleh Ridwan Abqary, Isra Miraj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan mukjizat besar yang menjadi titik bagi umat Islam. Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW tidak hanya menerima wahyu langsung ibadah salat lima waktu dari Allah SWT, tetapi juga diperlihatkan berbagai tanda kebesaran-Nya di langit yang tidak bisa disaksikan manusia lainnya.
Kisah ini bermula saat Malaikat Jibril, Mikail, dan satu malaikat lainnya mendatangi Rasulullah SAW di dekat sumur zamzam. Sebelum memulai perjalanan suci, hati beliau disucikan kembali seperti saat masa kecilnya melalui proses pembersihan dada.
Setelah itu, beliau pergi dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem menggunakan Buraq, kendaraan langit yang diciptakan dari kilat. Kecepatan Buraq yang luar biasa membuat perjalanan tersebut selesai dalam waktu yang sangat singkat menuju perjalanan berikutnya ke Sidratul Muntaha.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat