Perdana, Salat Berjaamah dan Kajian Subuh Digelar di Masjid IKN

Perdana, Salat Berjaamah dan Kajian Subuh Digelar di Masjid IKN

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 12 Jan 2026 11:02 WIB
Perdana, Salat Berjaamah dan Kajian Subuh Digelar di Masjid IKN
Menag Nasaruddin Umar mengimami salat Subuh perdana di Masjid Negara IKN, Minggu (11/1/2026). Foto: Dok. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)
Jakarta -

Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai digunakan untuk salat berjamaah dan kajian Subuh. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi imam salat sekaligus mengisi kajian.

Salat dan kajian Subuh perdana ini digelar pada Minggu, (11/1/2026). Dalam kajian itu, Menag mengulas makna spiritual basmalah sebagai fondasi penting dalam kehidupan umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menag menegaskan setiap langkah besar, termasuk pembangunan dan kehidupan di IKN, harus diawali dengan landasan spiritual yang kokoh.

Menurutnya, basmalah bukan sekadar ucapan pembuka, melainkan kalimat sakral yang menghubungkan seorang hamba dengan Allah SWT. Penjelasan tersebut dikaitkan dengan sejarah para nabi sejak awal penciptaan manusia.

ADVERTISEMENT

"Saat Nabi Adam AS pertama kali terbangun dan ruh ditiupkan ke dalam jasadnya, kalimat pertama yang terucap dari lisannya adalah Bismillah. Begitu pula Nabi Nuh AS, saat menggerakkan bahtera besarnya menembus air bah, ia memulainya dengan asma Allah," terang Nasaruddin, dikutip laman Kemenag, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut, Nasaruddin mengingatkan jemaah agar senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitas, termasuk perkara sederhana yang sering dilakukan sehari-hari. Salah satu contoh ia sampaikan adalah adab ketika makan.

"Penting untuk diingat, saat kita mau makan misalnya, jangan karena sudah lapar lalu langsung makan begitu saja. Ucapkan Bismillah terlebih dahulu. Dengan begitu, makanan yang masuk ke tubuh tidak hanya mengenyangkan, tapi menjadi berkah dan energi positif bagi fisik maupun batin kita," tegasnya.

Nasaruddin berharap, seiring dengan rampungnya pembangunan Masjid Negara IKN, kegiatan pengajian dan kajian keagamaan dapat dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, kemajuan IKN tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan spiritual masyarakatnya.

"Kita mulai pengajian perdana di masjid agung ini dengan Bismillah. Kita berharap kehadiran IKN membawa rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Kegiatan keagamaan yang rutin akan membawa kedamaian dan kesejukan bagi siapa saja yang menempati tanah ini," tambahnya.

"Jika pembangunan fisik dibarengi dengan rutinitas kegiatan keagamaan, saya yakin IKN akan menjadi tempat yang penuh kedamaian dan kesejukan bagi kita semua," sebutnya.

Dalam kajiannya, Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga kebersihan hati. Ia mengingatkan ibadah yang rajin tidak akan bermakna jika masih disertai sifat sombong.

"Sombong adalah perbuatan setan. Ingatlah sejarah iblis yang dimurkai Allah. Ia terusir bukan karena tidak beribadah, melainkan karena keangkuhannya yang merasa derajatnya lebih tinggi hingga enggan bersujud kepada Nabi Adam AS," jelasnya.

Menag juga mengajak jemaah untuk senantiasa bersikap rendah hati serta waspada terhadap hawa nafsu dan tipu daya setan.

"Iblis tidak pernah berhenti mencari celah. Nabi Adam dan Hawa yang berada di surga pun bisa terkena tipu daya karena godaan nafsu. Maka di dunia ini, tantangan kita jauh lebih besar. Jangan biarkan diri kita termakan oleh bujuk rayu yang tampak indah namun menjauhkan kita dari rida Allah," tambahnya.

Turut hadir Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Staf Ahli Menag Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Adiyarto Sumardjono, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda Moses Komela Avan, Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq, Kepala Kankemenag Balikpapan Masrivani, jajaran pejabat Kemenag dan OIKN, serta jemaah dari masyarakat umum.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads