Kenapa Malam 27 Rajab Istimewa? Ini Amalan yang Dianjurkan

Kenapa Malam 27 Rajab Istimewa? Ini Amalan yang Dianjurkan

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 05 Jan 2026 08:45 WIB
Kenapa Malam 27 Rajab Istimewa? Ini Amalan yang Dianjurkan
Foto: freepik/Freepik
Jakarta -

Malam 27 Rajab dianggap istimewa oleh umat Islam. Sebagaimana diketahui, momen itu bertepatan dengan perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Ketika peristiwa Isra Mi'raj 27 Rajab itu Rasulullah SAW pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Diterangkan dalam buku Isra' Mi'raj dan Permulaan Masuk Islamnya Kaum Anshar tulisan Muhammad Ridha, Rasulullah SAW bahkan menerima perintah salat lima waktu dalam perjalanan Isra Mi'raj.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Malam 27 Rajab Istimewa bagi Muslim

Malam 27 Rajab dianggap istimewa karena bertepatan dengan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Momen bersejarah ini tak hanya membawa hikmah mendalam, tetapi juga momen istimewa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai ibadah.

Isra dimaknai sebagai perjalanan Rasulullah SAW ke Masjidil Aqsa, sementara Mi'raj adalah kelanjutan perjalanan sang nabi dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh menerima perintah salat lima waktu.

ADVERTISEMENT

Amalan Malam 27 Rajab yang Dianjurkan bagi Muslim

Imam Al Ghazali melalui Ihya Ulumuddin yang dikutip dari buku Rahasia dan Keutamaan Waktu untuk Ibadah terjemahan Purwanto menyebut pada malam 27 Rajab ada amalan yang bisa dilakukan muslim. Hal itu disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

"Siapa saja yang mengerjakan amal kebajikan pada malam ini (malam tanggal 27 Rajab), niscaya ia akan memperoleh kebaikan seratus tahun." (HR Muslim)

Imam Al Ghazali menyebut sunnah hukumnya beribadah pada malam hari. Malam yang dimaksud ini salah satunya malam 27 Rajab.

Berikut bunyi keterangan dari Imam Al Ghazali,

"Maka barang siapa di antara kaum muslim mengerjakan salat 12 rakaat pada malam ini di mana setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surah Al-Qur'an, membaca tasyahud setiap dua rakaat lalu salam dan setelah salat membaca sholawat kepada Nabi SAW 100 kali, membaca istighfar 100 kali, berdoa untuk dirinya dengan apa yang diinginkannya dalam urusan dunia dan akhirat kemudian pagi harinya berpuasa, maka sesungguhnya Allah Ta'ala akan mengabulkan semua doanya."

Dari penjelasan di atas, disebutkan amalan yang dianjurkan dilakukan yaitu salat 12 rakaat dengan pengerjaan 2 rakaat salam dan setiap rakaatnya membaca surah Al Fatihah dan satu surah Al Qur'an. Setelah itu, Imam Al Ghazali menganjurkan bersholawat kepada Rasulullah SAW sampai 100 kali dan beristighfar 100 kali pula, setelahnya barulah berdoa untuk kebaikan dunia-akhirat serta hajatnya.

Meski demikian, detikHikmah belum menemukan hadits kuat mengenai amalan sholat dan puasa pada 27 Rajab. Tetapi, amalan ini disebut masyhur di kalangan ulama.

27 Rajab 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), 27 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Dengan begitu, Isra Mi'raj akan berlangsung sekitar dua minggu lagi.

Sesuai sistem penanggalan qomariyah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Dengan demikian, malam 27 Rajab 1447 H sudah dimulai sejak matahari terbenam pada Kamis, 15 Januari 2026.

Meski begitu, organisasi Islam Nahdlatul Ulama diketahui menetapkan tanggal awal Rajab yang berbeda dari versi Kalender Hijriah Kemenag. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada 22 Desember 2025. Jika mengacu pada tanggal tersebut, maka 27 Rajab (Isra Mi'raj) versi NU kemungkinan akan jatuh pada Sabtu, 17 Desember 2026.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads