Meski sama-sama terletak di wilayah Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), keduanya merupakan negara yang berbeda. Banyak juga faktor lainnya yang jadi pembeda antara kedua negara tersebut.
Lalu, apa saja yang membedakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab? Berikut beberapa penjelasannya yang dilansir dari situs Commisceo Global Consulting Ltd.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan antara Arab Saudi dan UEA
1. Monokultural dan Multikultural
Arab Saudi (Saudi) merupakan negara yang homogen secara budaya, banyak tradisi dan kebiasaan di sana yang dipengaruhi oleh keyakinan Islam mendalam serta warisan Bedouin. Sementara itu, UEA adalah negara multikultural karena hanya ada 15% penduduk asli Emirat dan lainnya merupakan ekspatriat dari seluruh dunia.
Keragaman di UEA dikarenakan ketergantungan negara tersebut terhadap tenaga kerja ekspatriat demi mendukung industri domestik, contohnya minyak, petrokimia, semen dan alumunium. Selain itu, zona bebas pajak serta iklim bisnis yang ramah di sana juga menarik banyak perusahaan internasional karyawan asing.
2. Pemerintahan
Tatanan kekuasaan Arab Saudi dan UEA berbeda. Saudi memegang sistem pemerintahan monarki absolut yang dipimpin oleh raja.
Berbeda dengan UEA yang sistem pemerintahannya mengacu pada federasi dari tujuh emirat dan masing-masing dipimpin oleh seorang amir. Kekuasaan di UEA lebih tersebar serta ada tingkat konsultasi yang lebih tinggi dalam pengambilan keputusan, ini berlaku di tingkat lokal maupun federal. Meski begitu, UEA tidak sepenuhnya demokratis.
3. Hukum
Perbedaan lainnya antara Saudi dan Uni Emirat ARab terletak pada hukumnya. UEA menerapkan hukum syariah tetapi memiliki sistem hukum sekuler untuk urusan bisnis dan perdata. Kebijakan sosialnya lebih moderat jika dibanding Arab Saudi, terutama di Dubai dan Abu Dhabi.
Sementara itu, Arab Saudi menerapkan hukum syariah yang ketat. Ini mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan sosial serta hukum di negara tersebut.
4. Ekonomi
Dari faktor ekonomi, Saudi dan UEA juga berbeda. UEA sangat bergantung pada minyak dan gas, tetapi berhasil melakukan diversifikasi ekonomi dengan fokus pada sektor pariwisata, perdagangan, penerbangan serta keuangan. Bahkan, Dubai di UEA terkenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional.
Adapun, Saudi memiliki ekonomi terbesar di Timur Tengah dan sangat bergantung pada ekspor minyak. Tetapi melalui visi ekonomi Saudi Vision 2030, Saudi sedang berusaha melakukan diversifikasi dengan mengembangkan sektor pariwisata, hiburan dan teknologi.
5. Toleransi Beragama
Arab Saudi mengikuti interpretasi Islam dengan sangat konservatif. Bahkan, di sana tidak ada gereja, sinagoga atau kuil yang dibangun secara terbuka, meski ada jutaan penganut agama Kristen yang tinggal di sana dengan mayoritas pekerja asing.
Biasanya mereka beribadah di pertemuan tertutup kedutaan besar atau secara pribadi di rumah. Tindakan menyebarkan agama selain Islam di Saudi bisa dihukum berat.
Hal itu berbanding terbalik dengan UEA yang lebih toleran terhadap agama lain. Orang-orang bisa menjalani keyakinan mereka secara terbuka, memakai pakaian keagamaan. Di UEA juga terdapat gereja, kuil dan sinagoga.
(aeb/inf)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"