Jadwal Buka dan Tutup Payung Masjid Nabawi Setiap Hari dan Fakta Uniknya

Jadwal Buka dan Tutup Payung Masjid Nabawi Setiap Hari dan Fakta Uniknya

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 01 Jan 2026 16:00 WIB
Payung raksasa di Masjid Nabawi
Payung raksasa di Masjid Nabawi. Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom
Jakarta -

Nabawi adalah salah satu masjid yang didirikan Nabi Muhammad SAW. Terletak di Kota Madinah, masjid ini sekaligus menjadi yang terbesar kedua di dunia. Masjid ini merupakan tempat tersuci kedua dalam Islam, setelah Masjid Al-Haram di Makkah.

Bagi pengunjung Masjid Nabawi, terutama jemaah yang sering sholat di luar ruangan, payung raksasa di halaman masjid menjadi peneduh yang sangat membantu.

Selain fungsinya yang praktis, payung Masjid Nabawi menyimpan fakta unik yang menarik untuk diketahui. Lalu, kapan tepatnya payung ini dibuka dan ditutup setiap hari, dan apa saja keistimewaannya? Simak penjelasannya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Buka dan Tutup Payung Masjid Nabawi Setiap Hari

Mengutip dari situs Prayer Times KSA, payung-payung raksasa di Masjid Nabawi mulai dibuka saat fajar menyingsing, setelah salat Subuh dan menutup Kembali setelah salat Maghrib.

Sistem buka-tutup payung ini sepenuhnya otomatis. Perangkat lunaknya tidak hanya mengikuti waktu, tetapi juga memperhitungkan:

ADVERTISEMENT
  • Sudut matahari.
  • Kecepatan angin.
  • Kelembaban Udara.
  • Perubahan jadwal salat harian.

Jadi, payung-payung Masjid Nabawi selalu siap saat dibutuhkan dan tidak pernah terbuka di waktu yang salah.

Kalau cuaca bersahabat, payung raksasa biasanya terbuka dari pukul 07.00 sampai 17.00. Proses buka-tutupnya sulit untuk dilihat semua, karena hanya beberapa payung yang bergerak, terutama di luar dan beberapa di dalam masjid.

Puluhan payung ini membantu jemaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid. Saat waktu subuh dan magrib, banyak jamaah memilih salat di pelataran sambil menyaksikan proses buka atau tutup payung raksasa yang menakjubkan ini.

Fakta Unik Payung Masjid Nabawi

Berikut ini adalah beberapa fakta unik payung Masjid Nabawi yang menarik untuk diketahui.

1. Payung Raksasa Bisa Turunkan Panas 8°C

Payung ini terbuat dari material khusus yang bikin udara di bawahnya lebih sejuk sekitar 8°C. Jadi, walaupun matahari Madinah sangat panas, jemaah tetap nyaman salat di bawahnya.

Tak heran banyak jamaah yang duduk di bawah payung-payung ini, berlindung dari teriknya matahari Arab Saudi. Pelataran Masjid Nabawi selalu ramai terutama pada Jumat, yang merupakan hari libur di Arab Saudi.

2. Bisa Tampung 800 Orang Sekaligus

Setiap payung bisa menampung sekitar 800 orang. Jadi, bila pengunjung memadati masjid pada salat Jumat, Tarawih, atau Idul Fitri, masih ada ruang bagi semua orang untuk duduk, salat, baca Al-Qur'an, atau sekadar istirahat.

3. Inspirasi Masjid-masjid di Indonesia

Keindahan payung Masjid Nabawi sampai menginspirasi di banyak masjid di Indonesia, seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Baiturrahman Aceh, dan Masjid Ar-Rahman Blitar.

4. Tetap Kering Saat Hujan

Payung ini juga melindungi dari hujan. Ada sistem drainase di dalamnya yang mengalirkan air menjauh dari area salat. Dengan demikian, walau hujan deras, jemaah tetap kering dan aman.

5. Ide Visioner Raja Abdullah

Payung-payung ini dibangun atas perintah Raja Abdullah bin Abdulaziz untuk melindungi para peziarah. Ini bukan sekadar konstruksi, tapi bentuk perhatian khusus bagi tamu Nabi Muhammad SAW.

6.Payung Raksasa Bisa Buka-Tutup Sendiri

Payung Masjid Nabawi setinggi hampir 20 meter ini bisa buka dan tutup sendiri. Pagi sebelum azan Subuh, payung terbuka untuk memberi naungan. Saat senja menjelang azan Magrib, payung menutup kembali. Puluhan payung raksasa ini sangat membantu jemaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid.

7. Payung Raksasa Hasil Kerja Tim dari 3 Negara

Puluhan payung raksasa ini mulai dipasang di pelataran Masjid Nabawi pada tahun 2010 lewat proyek besar bernama Medina Haram. Proyek ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Menteri Perekonomian Arab Saudi, arsitek SL-Rasch, hingga pabrik payung di Jerman, Liebherr, dan perusahaan Jepang Taiyo Kogyo. Semua pihak bekerja sama supaya payung-payung ini bisa berdiri dengan kokoh, aman, dan nyaman untuk jamaah yang datang dari seluruh dunia.

8. Payung Bisa Tahan Angin Sampai 155 km/jam

Payung Masjid Nabawi dilengkapi anemometer, sensor yang mengukur kecepatan angin. Jika angin lebih dari 50 km/jam, sistem memperlambat pergerakan payung. Dengan begitu, saat badai mencapai 155 km/jam, payung tetap aman dan stabil untuk melindungi jemaah di bawahnya.



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads