Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam peradaban Islam. Kelahiran Rasulullah di tengah-tengah kegelapan masa jahiliyah memberikan cahaya terang dan menghantarkan petunjuk-petunjuk baik yang memutus kebatilan.
Rabiul Awal: Bulan Istimewa Waktu Lahirnya Sang Rasul
Nabi Muhammad SAW lahir pada bulan Rabiul Awal pada Tahun Gajah. Beliau lahir pada hari Senin, sedangkan mengenai tanggal kelahirannya terdapat beberapa pendapat, salah satunya 12 Rabiul Awal. Disebut tahun Gajah karena pada masa itu, Kota Makkah diserang pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah, penguasa Yaman saat itu, yang berusaha meruntuhkan Ka'bah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Fiil.
Keajaiban saat Kelahiran Sang Rasul
Berdasarkan buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, disebutkan Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah SAW, Aminah berkata, "Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di Syam."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dalam kitab Fiqhus-Sirah karya Syaikh Muhammad Al-Ghazali disebutkan sejumlah bukti pendukung kerasulan yang terjadi bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW, di antaranya runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra, padamnya api yang biasa disembah orang-orang Majusi, serta runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah setelah ambles ke tanah.
Menurut riwayat tersebut, peristiwa-peristiwa itu menjadi tanda yang menyertai kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan waktu bersejarah yang erat kaitannya dengan kuasa dan kebesaran Allah SWT. Oleh karenanya, umat Islam di berbagai penjuru dunia akan memeringati bulan kelahiran Rasulullah dengan tradisi Maulid Nabi.
Amalan ini juga dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam merujuk pada pandangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya yang berjudul Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, sebagaimana dikutip dari NU Online sebagai berikut:
من النعمة ببروز هذا النبي صلى الله عليه وسلم الذي هو نبي الرحمة في ذلك اليوم
Artinya: "Syukur kepada Allah SWT terwujud dengan pelbagai jenis ibadah, misalnya sujud (shalat sunnah), puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur'an. Adakah nikmat yang lebih besar pada hari ini dari kelahiran Nabi Muhammad SAW, nabi kasih sayang."
Dengan ini, Jalaluddin As-Suyuthi berpandangan bahwa rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat apapun atau dalam konteks atas nikmat kelahiran rasulullah sebaiknya ditunaikan dengan bentuk aktivitas kebaikan yang dapat dimaknai sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Hadiah Miras, MC Minta Maaf-Penyelenggara Marah