- Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026
- Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
- Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh 1. Berniat Puasa karena Allah SWT 2. Melaksanakan Sahur 3. Menjalankan Puasa Seharian Penuh 4. Menjaga Perilaku Selama Berpuasa 5. Memperbanyak Amalan Saleh 6. Menyegerakan Berbuka Puasa 7. Membaca Doa Berbuka Puasa
Awal Januari 2026 bertepatan dengan bulan Rajab 1447 H, salah satu bulan mulia yang penuh keberkahan. Umat Islam bisa mengisi bulan tersebut dengan puasa Ayyamul Bidh.
Dalil puasa Ayyamul Bidh bersandar pada hadits shahih dari Abu Hurairah RA.
أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan salat witir sebelum tidur." (Muttafaq 'alaih)
Baca juga: Benarkah Puasa Rajab Pahalanya Lebih Besar? |
Hadits tersebut terdapat dalam Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi. Dalam riwayat lain, puasa tiga hari dianjurkan dilaksanakan pada 13, 14, dan 15 bulan Kamariah. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثًا، فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ.
Artinya: "Apabila kau berpuasa tiga hari dalam suatu bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14 dan 15." (HR at-Tirmidzi, ia menilai hasan)
Lantas kapan umat Islam dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H/Januari 2026 M? Berikut jadwal lengkap puasa Ayyamul Bidh Januari 2026, lengkap dengan niat dan tata cara pelaksanaannya.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026
Januari 2026 bertepatan dengan Rajab dan Syakban 1447 H. Jika mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 dan 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Rajab jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025 dan akan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026. Setelah itu umat Islam akan memasuki bulan Syakban.
Dengan begitu, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 akan dilakukan pada awal bulan, berikut rincian tanggalnya:
- 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025 atau sehari lebih lambat dari kalender pemerintah. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab/Januari 2026 NU dilaksanakan pada:
- 13 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Senin, 5 Januari 2026
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Niat dapat dilakukan pada malam hari hingga pagi selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, demikian menurut mayoritas ulama terkait niat puasa sunnah.
Dikutip dari Buku Pintar Agama Islam Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah karya Abu Aunillah Al-Baijury, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Menjalankan puasa sunnah pada hakikatnya sama dengan melaksanakan puasa wajib Ramadan. Perbedaannya terletak pada niat yang dipanjatkan saja.
1. Berniat Puasa karena Allah SWT
Umat Islam dianjurkan untuk membaca niat ketika hendak melakukan ibadah. Hal ini berlaku jika seseorang akan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Seseorang harus membaca niat sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas.
2. Melaksanakan Sahur
Sahur sangat dianjurkan untuk dilakukan, walau hanya dengan seteguk air dan sebutir kurma. Hal ini bertujuan agar seseorang kuat dalam menjalani puasa. Rasulullah SAW mengatakan terdapat keberkahan di dalam sahur, sehingga seseorang jangan meninggalkannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat berkah." (HR Bukhari)
3. Menjalankan Puasa Seharian Penuh
Puasa dijalankan dengan menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
4. Menjaga Perilaku Selama Berpuasa
Selama menjalankan puasa, umat Islam diperintahkan untuk menjaga sikap dan ucapannya dari hal-hal buruk yang tidak bermanfaat, seperti berkata kasar, bergunjing, atau perbuatan lain yang dapat mengurangi pahala puasa.
5. Memperbanyak Amalan Saleh
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh ketika melaksanakan puasa. Seperti membaca Al-Qur'an, salat sunnah, bersedekah, berdzikir, dan amalan sunnah lainnya.
6. Menyegerakan Berbuka Puasa
Umat Islam disunnahkan menyegerakan berbuka begitu masuk waktunya. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW, bahwa kebaikan akan menyertai orang yang menyegerakan berbuka puasa.
"Manusia tetap berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Ibnu Majah, shahih menurut Al-Albani)
7. Membaca Doa Berbuka Puasa
Ketika membatalkan puasa, cukuplah dengan minum dan membaca basmalah. Setelah rasa haus hilang, barulah membaca doa berbuka puasa sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: "Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah."
(kri/kri)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM