Proses terjadinya hujan ternyata sudah dijelaskan melalui Al-Qur'an sebelum berkembangnya ilmu sains modern. Mengapa hujan bisa terjadi dan bagaimana awan akhirnya dapat menghasilkan hujan?
Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap. Air hujan yang turun kemudian dapat menumbuhkan tanaman dan hewan yang hidup di dalamnya.
Fenomena tentang proses bagaimana terjadinya hujan juga dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 22:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ŲąŲŲŲØ°ŲŲ ØŦŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲØŖŲØąŲØļŲ ŲŲØąŲŲ°Ø´ŲØ§ ŲŲŲąŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲØĄŲ Ø¨ŲŲŲØ§ŲØĄŲ ŲŲØŖŲŲØ˛ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲąŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲØĄŲ Ų ŲØ§ŲØĄŲ ŲŲØŖŲØŽŲØąŲØŦŲ Ø¨ŲŲŲÛĻ Ų ŲŲŲ ŲąŲØĢŲŲŲ ŲØąŲŲ°ØĒŲ ØąŲØ˛ŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŦŲØšŲŲŲŲØ§Û ŲŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲØ¯ŲØ§Ø¯ŲØ§ ŲŲØŖŲŲØĒŲŲ Ų ØĒŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲ
Arab-Latin: AllaÅŧÄĢ ja'ala lakumul-ará¸a firÄsyaw was-samÄ`a binÄ`aw wa anzala minas-samÄ`i mÄ`an fa akhraja bihÄĢ minaᚥ-ᚥamarÄti rizqal lakum, fa lÄ taj'aláģĨ lillÄhi andÄdaw wa antum ta'lamáģĨn
Artinya: Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
Allah SWT juga berfirman dalam surat An-Nur ayat 43 yang berbunyi:
ØŖŲŲŲŲ Ų ØĒŲØąŲ ØŖŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ˛ŲØŦŲŲ ØŗŲØŲØ§Ø¨Ųا ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲØ¤ŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲŲÛĨ ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲØŦŲØšŲŲŲŲŲÛĨ ØąŲŲŲØ§Ų ŲØ§ ŲŲØĒŲØąŲŲ ŲąŲŲŲŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØŽŲØąŲØŦŲ Ų ŲŲŲ ØŽŲŲŲŲ°ŲŲŲŲÛĻ ŲŲŲŲŲŲØ˛ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲąŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲØĄŲ Ų ŲŲ ØŦŲØ¨ŲاŲŲ ŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲÛĸ Ø¨ŲØąŲØ¯Ų ŲŲŲŲØĩŲŲØ¨Ų بŲŲŲÛĻ Ų ŲŲ ŲŲØ´ŲØ§ŲØĄŲ ŲŲŲŲØĩŲØąŲŲŲŲŲÛĨ ØšŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲØ´ŲØ§ŲØĄŲ Û ŲŲŲŲØ§Ø¯Ų ØŗŲŲŲØ§ Ø¨ŲØąŲŲŲŲŲÛĻ ŲŲØ°ŲŲŲØ¨Ų بŲŲąŲŲØŖŲØ¨ŲØĩŲŲ°ØąŲ
Arab-Latin: A lam tara annallÄha yuzjÄĢ saá¸ĨÄban ᚥumma yu`allifu bainaháģĨ ᚥumma yaj'aluháģĨ rukÄman fa taral-wadqa yakhruju min khilÄlih, wa yunazzilu minas-samÄ`i min jibÄlin fÄĢhÄ mim baradin fa yuášŖÄĢbu bihÄĢ may yasyÄ`u wa yaášŖrifuháģĨ 'am may yasyÄ`, yakÄdu sanÄ barqihÄĢ yaÅŧ-habu bil-abášŖÄr
Artinya: Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Dijelaskan dalam buku Fisika Berbasis Al-Qur'an tulisan Ridwan Abdullah surat An-Nur ayat 43 menjelaskan tentang awan Cumulonimbus yang merupakan awan yang dapat menjatuhkan butiran-butiran es dan awan tersebut terbentuk kilat yang sangat besar dan menyilaukan.
Proses terjadinya butiran es terjadi secara berangsur-angsur sebagaimana dinyatakan pada ayat tersebut. Ketika awan saling bertindih dan bergesekan, maka dapat timbul muatan listrik statik. Muatan listrik statik juga dapat disebabkan oleh butiran es yang mencair ketika jatuh melalui awan.
Akibatnya akan terjadi perbedaan tegangan listrik yang tinggi di antara awan, sehingga terjadi loncatan bunga api listrik berupa kilat yang menyilaukan. Perbedaan tegangan yang tinggi antara awan dengan permukaan bumi juga akan menyebabkan terjadinya sambaran kilat dari awan ke bumi.
Dikutip dalam buku Mukjizat Al-Qur'an tulisan M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa dalam ayat tersebut berbicara tentang awan dan proses terjadinya hujan. Proses turunnya hujan dimulai dari pembentukan awan tebal karena adanya dorongan angin sedikit demi sedikit.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa awan tebal bermula dari dorongan angin yang menggiring kawanan awan kecil me-nuju ke convergence zone (daerah pusat pertemuan [awan]).
Pergerakan bagian-bagian awan ini menyebabkan bertambahnya jumlah uap air dalam perjalanannya terutama di sekitar convergence zone itu. (Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah mengarak awan). Awan yang dimaksud di sini adalah awan tebal, karena seperti diketahui oleh ilmuwan masa kini bahwa awan bermacam-macam.
Al-Qur'an juga mengisyaratkan bahwa ada awan yang tidak membawa hujan, yakni dijelaskan dalam surat Al-Ahqaf ayat 24:
ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØąŲØŖŲŲŲŲŲ ØšŲØ§ØąŲØļŲØ§ Ų ŲŲØŗŲØĒŲŲŲØ¨ŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¯ŲŲŲØĒŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲØ§Û ŲŲŲ°Ø°ŲØ§ ØšŲØ§ØąŲØļŲ Ų ŲŲŲ ŲØˇŲØąŲŲŲØ§ Û Ø¨ŲŲŲ ŲŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲąØŗŲØĒŲØšŲØŦŲŲŲØĒŲŲ Ø¨ŲŲŲÛĻ Û ØąŲŲØŲ ŲŲŲŲŲØ§ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų ØŖŲŲŲŲŲ Ų
Arab-Latin: Fa lammÄ ra`auhu 'Äriá¸am mustaqbila audiyatihim qÄláģĨ hÄÅŧÄ 'Äriá¸um mumáširunÄ, bal huwa masta'jaltum bih, rÄĢá¸Ĩun fÄĢhÄ 'aÅŧÄbun alÄĢm
Artinya: Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
Dalam ayat lain dijelaskan pada surat Al-Hijr ayat 22:
ŲŲØŖŲØąŲØŗŲŲŲŲŲØ§ ŲąŲØąŲŲŲŲŲ°ØŲ ŲŲŲŲŲ°ŲŲØŲ ŲŲØŖŲŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ ŲąŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲØĄŲ Ų ŲØ§ŲØĄŲ ŲŲØŖŲØŗŲŲŲŲŲŲŲŲ°ŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§Ų ØŖŲŲØĒŲŲ Ų ŲŲŲŲÛĨ Ø¨ŲØŽŲŲ°Ø˛ŲŲŲŲŲŲ
Arab-Latin: Wa arsalnar-riyÄá¸Ĩa lawÄqiá¸Ĩa fa anzalnÄ minas-samÄ`i mÄ`an fa asqainÄkumáģĨh, wa mÄ antum laháģĨ bikhÄzinÄĢn
Artinya: Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
Kata mengumpulkan dalam ayat An-Nur itu sama maksudnya dan ditafsirkan caranya oleh kata mengawin-kan) dalam ayat Al-Hijr ini. Itu berarti bahwa ada awan positif dan awan negatif yang digabung oleh angin sehingga menurunkan hujan, tanpa keberadaan keduanya hujan tidak dapat turun.
(lus/dvs)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?