Akan tiba saatnya kita bertemu dengan hari hisab, saat semua orang akan dimintai pertanggungjawaban akan perbuatannya semasa hidup di dunia.
Dikutip dari buku Penawar Hati yang Sakit oleh Muhammad ibn Abi Bakr Ibn Qayyim al-Jawziyah, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ada tiga orang.
Pertama, orang yang mati syahid. Ia datang dan diingatkan dengan nikmat-nikmat Allah dan ia mengakuinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia ditanya, 'Apa yang telah kamu perbuat dengan nikmat itu?' Ia menjawab, 'Saya berperang di jalan-Mu'.
Malaikat menolak, 'Kamu berbohong, kamu berperang agar orang menyebutmu pemberani dan mereka telah menyebutmu demikian.' Maka ia diseret dengan wajah di tanah dan dilemparkan ke neraka.
Kedua, orang laki-laki yang memiliki ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur'an. Ia dipanggil, diingatkan dengan nikmat-nikmat Allah dan ia mengakuinya.
Ia ditanya, 'Apa yang telah kau kerjakan dengan nikmat itu?' Ia menjawab, 'Aku belajar ilmu karena-Mu, mengajarkannya kepada manusia, dan aku membaca Al-Qur'an karena-Mu.'
Malaikat berkata, 'Kamu bohong, kamu melakukan itu semua dengan niat agar orang menyebutmu orang alim, dan pembaca Al-Qur'an dan mereka sudah menyebutmu demikian.' Maka ia seret dengan wajah di tanah dan dilemparkan ke neraka.
Ketiga, seorang laki-laki yang diberi Allah keluasan rezeki dan harta melimpah. Ia dipanggil dan diingatkan tentang nikmat Allah dan ia mengakuinya. Ia ditanya, 'Apa yang telah kamu kerjakan dengan nikmat itu?'
Ia menjawab, 'Saya tidak pernah melewatkan harta tersebut pada jalan yang Engkau cintai kecuali aku infakkan hartaku karena-Mu.'
Dikatakan kepadanya, 'Kamu bohong, kamu melakukan itu karena ingin disebut dermawan, dan mereka sudah menyebutmu demikian.' Maka ia diseret dengan wajah di bawah tanah dan dilemparkan ke neraka."
Amalan yang Pertama Kali Dihisab
Dinukil dari buku Pengantar Studi Akidah Islam oleh Umar Sulaiman Al-Asyqar, amal perbuatan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah salat.
Apabila salatnya baik, ia selamat dan beruntung. Jika sebaliknya, ia celaka dan merugi.
Dalam Sunan At-Tirmidzi dan Sunan An-Nasa'i dari Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada Hari Kiamat dari amalan manusia adalah salatnya, jika amalan salatnya baik maka ia orang yang bahagia dan beruntung, tetapi jika amalan shalatnya rusak maka ia termasuk orang yang rugi dan tidak beruntung."
Jika terdapat kekurangan sedikit dari salat fardhunya, maka Allah berfirman, 'Lihatlah (hai para malaikat) apakah hamba-Ku mengerjakan salat sunnah untuk menyempurnakan salat fardhunya?'
Kemudian jika hamba-Ku mengerjakan salat sunnah, maka salat sunnah itu untuk menyempurnakan salat fardhunya yang kurang, kemudian seluruh amalannya diperlakukan seperti itu.'
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang