Akidah merupakan pondasi utama dalam ajaran Islam. Ia menjadi dasar keyakinan yang menuntun umat untuk beribadah, berakhlak, dan menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan akidah Islam? Mengapa ia begitu penting bagi setiap Muslim?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Akidah Islam
Menukil buku Akidah Akhlak dalam Perspektif Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah karya Rahmat Solihin, secara etimologi (bahasa), akidah berasal dari bahasa Arab: aqada-ya'qidu-aqdan yang berarti ikatan, perjanjian, simpul, dan kokoh. Istilah ini digunakan karena akidah mengikat dan menjadi sandaran bagi segala sesuatu.
Adapun secara terminologi (istilah), akidah adalah:
- Perkara-perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati manusia, mendatangkan ketenteraman jiwa, dan tidak bercampur sedikit pun dengan keragu-raguan.
- Sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal, wahyu, dan fitrah.
Seperti yang diungkapkan dalam buku Pengantar Akidah Akhlak dan Pembelajarannya oleh Dedi Wahyudi, M.Pd.I., akidah diibaratkan sebagai fondasi bangunan yang harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu sebelum bagian-bagian lainnya.
Secara umum, akidah adalah sesuatu yang mengharuskan hati untuk membenarkan Tuhan, yang membuat jiwa tenang dan tenteram, serta bersih dari kebimbangan dan keraguan. Akidah memiliki keterkaitan erat dengan keimanan, yakni keyakinan yang diyakini sepenuh hati.
Akidah juga dapat diartikan sebagai hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta (hablumminallah).
Ruang Lingkup Akidah
Akidah Islam mencakup empat aspek utama yang menjadi pokok keyakinan seorang muslim. Keempat ruang lingkup ini meliputi:
- Ilahiyat: Segala sesuatu yang berhubungan dengan ketuhanan (Allah SWT).
- Nubuwwat: Segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk kitab suci dan mukjizat mereka.
- Ruhaniyat: Hal-hal yang berkaitan dengan alam metafisika, seperti malaikat, jin, dan ruh.
- Sam'iyyat: Hal-hal yang hanya diketahui berdasarkan sami' (dalil naqli atau wahyu), seperti alam barzah, alam kubur, akhirat, surga, neraka, dan takdir.
Dasar-dasar Akidah Islam
Akidah Islam disusun berdasarkan dalil-dalil kuat dari Al-Qur'an dan Hadits. Dasar-dasar ini dikenal sebagai Rukun Iman.
Mengutip buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII oleh Drs. H. Masan AF., M.Pd., Al-Qur'an banyak menyebutkan pokok akidah, seperti sifat-sifat Allah, malaikat, hari kiamat, surga, neraka, dan lainnya.
Pokok-pokok akidah ini diringkas dalam hadits dan firman Allah SWT:
Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 285:
اٰ٠ŮŮ٠اŮŘąŮŮŘłŮŮŮŮ٠بŮŮ Ůآ اŮŮŮزŮŮ٠اŮŮŮŮŮŮŮ Ů ŮŮŮ ŘąŮŮبŮŮŮŮ ŮŮاŮŮŮ ŮؤŮŮ ŮŮŮŮŮŮŮŰ ŮŮŮŮ٠اٰ٠ŮŮ٠بŮاŮŮŮٰŮŮ ŮŮŮ ŮŮٰۤŮŮŮŮŮŘŞŮŮŮ ŮŮŮŮŘŞŮبŮŮŮ ŮŮŘąŮŘłŮŮŮŮŮŰ ŮŮا ŮŮŮŮŘąŮŮŮ٠بŮŮŮŮ٠اŮŘŮŘŻŮ Ů ŮŮŮŮ ŘąŮŮŘłŮŮŮŮŮŰ ŮŮŮŮاŮŮŮŮا ŘłŮŮ ŮŘšŮŮŮا ŮŮاŮءŮŘšŮŮŮا ŘşŮŮŮŘąŮاŮŮŮŮ ŘąŮبŮŮŮŮا ŮŮاŮŮŮŮŮŮ٠اŮŮŮ ŮŘľŮŮŮŘąŮ
Artinya: Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali."
Hadis Riwayat Muslim (HR Muslim):
Rasulullah bersabda, "Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk."
Kedudukan Akidah dalam Islam
Akidah memiliki kedudukan yang sangat fundamental. Mayoritas kandungan Al-Qur'an dan Sunnah berfokus pada penjelasannya. Menukil buku Pokok-Pokok Akidah yang Benar karya H.A. Zahri, berikut tiga kedudukan utama akidah:
1. Fondasi Setiap Amal
Akidah (iman) adalah landasan setiap amal perbuatan manusia. Jika akidah tidak benar, amal seseorang akan sia-sia (merugi). Inilah sebabnya mengapa dalam Al-Qur'an, kata amal sering didahului dengan kata iman.
ŮŮاŮŮŘšŮŘľŮŘąŮ
ŘĽŮŮŮ٠اŮŮŘĽŮŮŮŘłŮاŮŮ ŮŮŮŮŮ ŘŽŮŘłŮŘąŮ
ŘĽŮŮŮŮا اŮŮŮذŮŮŮ٠آ٠ŮŮŮŮا ŮŮŘšŮŮ ŮŮŮŮا اŮŘľŮŮاŮŮŘŮات٠ŮŮŘŞŮŮŮاؾŮŮŮا بŮاŮŮŘŮŮŮŮ ŮŮŘŞŮŮŮاؾŮŮŮا بŮاŮŘľŮŮبŮŘąŮ
Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran." (QS. Al-Asr: 1-3)
2. Misi Dakwah Semua Rasul
Diterimanya amal manusia sangat tergantung pada kebenaran akidahnya. Oleh karena itu, semua nabi dan rasul, dari Adam AS hingga Muhammad SAW, membawa misi utama yang sama, yaitu menyeru kepada keesaan Allah (tauhid).
ŮŮŮŮŮŮد٠بŮŘšŮŘŤŮŮŮا ŮŮŮŮ ŮŮŮŮ٠اŮŮ ŮŮŘŠŮ ŘąŮŮŘłŮŮŮŮŮا اŮŮ٠اؚŮبŮŘŻŮŮا اŮŮŮٰŮŮ ŮŮا؏ŮŘŞŮŮŮبŮŮا اŮءŮŮاغŮŮŮŘŞŮŰ ŮŮŮ ŮŮŮŮŮŮ Ů Ů ŮŮŮŮ ŮŮŘŻŮ٠اŮŮŮٰŮŮ ŮŮŮ ŮŮŮŮŮŮ Ů Ů ŮŮŮŮ ŘŮŮŮŮŘŞŮ ŘšŮŮŮŮŮŮ٠اŮŘśŮŮŮٰŮŮŘŠŮ Ű ŮŮŘłŮŮŮŘąŮŮŮا ŮŮ٠اŮŮاŮŘąŮ؜٠ŮŮاŮŮظŮŘąŮŮŮا ŮŮŮŮŮŮ ŮŮاŮŮ ŘšŮاŮŮبŮ؊٠اŮŮŮ ŮŮŮذŮŮبŮŮŮŮŮ
Artinya: Sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah dan jauhilah tagut!" Di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang ditetapkan dalam kesesatan. Maka, berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl: 36)
3. Membawa Keselamatan dan Kebahagiaan Dunia-Akhirat
Orang yang memiliki akidah yang benar akan memperoleh kebaikan dan kemaslahatan sepanjang hidupnya. Akidah yang kuat membuat seorang mukmin tidak mudah berputus asa, bahkan saat menghadapi ujian.
Sebaliknya, orang yang tidak berakidah benar akan merasa kehidupannya sempit. Akidah yang kokoh adalah jaminan ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat.
ŮٰبŮŮŮŮŮ٠اذŮŮŮبŮŮŮا ŮŮŘŞŮŘŮŘłŮŮŘłŮŮŮا Ů ŮŮŮ ŮŮŮŮŮŘłŮŮŮ ŮŮاŮŘŽŮŮŮŮŮ ŮŮŮŮا ŘŞŮاŰŮŮŮŮŮŘłŮŮŮا Ů ŮŮŮ ŘąŮŮŮŮŘ٠اŮŮŮٰŮŮŰ Ř§ŮŮŮŮŮŮ ŮŮا ŮŮاŰŮŮŮŮŮس٠٠ŮŮŮ ŘąŮŮŮŮŘ٠اŮŮŮٰŮ٠اŮŮŮŮا اŮŮŮŮŮŮ٠٠اŮŮŮٰŮŮŘąŮŮŮŮŮ
Artinya: Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 87)
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Mengapa Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam?
Ramai Isu Larangan Hijab di Unhan, Ini Klarifikasi Kemhan
Makna Gunung Meletus dalam Islam, Benarkah Tanda Murka Allah?