Sholat Subuh Sampai Jam Berapa? Simak Waktunya

Sholat Subuh Sampai Jam Berapa? Simak Waktunya

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 15 Agu 2025 05:00 WIB
Sholat Subuh Sampai Jam Berapa? Simak Waktunya
Ilustrasi sholat Subuh (Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel)
Jakarta -

Sholat Subuh adalah salah satu dari lima sholat fardhu yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim setiap harinya. Sholat ini dilaksanakan ketika fajar telah terbit dan biasanya dilakukan segera setelah bangun tidur di pagi hari.

Namun, penting bagi kita untuk mengetahui batas akhir waktu subuh agar tidak terlewat karena tidur terlalu lama. Lantas, sebenarnya sholat Subuh sampai jam berapa dan bagaimana tanda-tanda berakhirnya waktunya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sholat Subuh Sampai Jam Berapa?

Dalam buku Stellarium & Google Earth - Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat karya Hariyadi Putraga dijelaskan bahwa waktu salat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari.

Fajar merupakan cahaya putih yang cukup terang di ufuk timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit. Fajar terbagi menjadi dua jenis, yaitu fajar kazib dan fajar shadiq.

ADVERTISEMENT

Fajar kazib disebut juga fajar "bohong", karena pada waktu dini hari tampak cahaya memanjang ke atas di tengah langit menyerupai ekor serigala, kemudian hilang dan langit kembali gelap. Sementara itu, fajar shadiq adalah fajar yang sesungguhnya, berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur dan menjadi tanda awal masuknya waktu Subuh.

Hal ini juga sesuai dengan perkataan Rasulullah SAW yang bersabda,

"Fajar itu ada dua macam. Pertama, fajar yang mengharamkan makan dan menghalalkan salat. Kedua, fajar yang mengharamkan salat dan menghalalkan makan." (HR Ibnu Khuzaemah dan Al-Hakim).

Batas akhir waktu Subuh adalah ketika matahari terbit, seperti yang disebutkan dalam hadits berikut. Dari Abdullah bin Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dan waktu salat subuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari." (HR Muslim).

Niat Sholat Subuh

Niat sholat Subuh diucapkan sebagai tanda memulai pelaksanaan ibadah sholat. Berdasarkan buku Tata Cara Shalat karya Ajen Dianawati, berikut adalah bacaan niat sholat Subuh:

1. Niat Sholat Subuh Sendiri

ØŖŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘Ų‰ ŲŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŲ‘Ø¨Ų’Ø­ ØąŲŽŲƒŲŽØšØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ‹ Ų„Ų„Ų‡ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Arab latin: "Usholli fardho shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala"

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."

2. Niat Sholat Subuh untuk Imam

ØŖŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘Ų‰ ŲŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŲ‘Ø¨Ų’Ø­ ØąŲŽŲƒŲŽØšØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ‹ ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ų„Ų„Ų‡ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰.

Arab latin: "Usholli fardho Subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala."

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta'ala."

3. Niat Sholat Subuh Berjamaah untuk Makmum

ØŖŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘Ų‰ ŲŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŲ‘Ø¨Ų’Ø­ ØąŲŽŲƒŲŽØšØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ‹ Ų…ŲŽØŖŲ’Ų…ŲŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ų„Ų„Ų‡ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰.

Arab latin: "Usholli fardho Subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muman lillaahi ta'ala."

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Subuh

Berdasarkan buku Praktis Panduan Sholat Wajib-Sunnah karya Abu Sakhi, tata cara sholat Subuh adalah sebagai berikut:

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat dengan pandangan tertuju ke tempat sujud.
  2. Mengucapkan niat sholat Subuh.
  3. Melakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar."
  4. Membaca doa iftitah.
  5. Membaca surah Al-Fatihah.
  6. Membaca salah satu surah atau ayat dari Al-Qur'an.
  7. Melakukan rukuk.
  8. Bangkit dari rukuk ke posisi i'tidal.
  9. Melakukan sujud pertama.
  10. Duduk di antara dua sujud.
  11. Melakukan sujud kedua.
  12. Berdiri kembali untuk memulai rakaat kedua, dengan urutan yang sama seperti rakaat pertama namun tanpa membaca doa iftitah.
  13. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud akhir.
  14. Mengakhiri sholat dengan salam.

Surat yang Dibaca Setelah Sholat Subuh

Dikutip dari buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap oleh Nasrullah, terdapat tiga surat yang bisa dibaca setelah mendirikan sholat subuh, yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca sebanyak tiga kali ketiga surat tersebut setelah menunaikan sholat Subuh. Anjuran ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Khubaib, yang menceritakan perkataan Rasulullah SAW.

"Kami keluar pada malam hari saat hujan turun dengan lebat dan suasana sangat gelap untuk mencari Nabi Muhammad SAW agar beliau memimpin sholat kami. Setelah kami menemui beliau, beliau bersabda, 'Ucapkanlah!'

Aku tidak berkata apa-apa, kemudian beliau (Rasulullah) mengulangi, 'Ucapkanlah!'

Sekali lagi, aku tidak mengucapkan apapun, lalu beliau bersabda kembali, 'Ucapkanlah!'

Maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah SAW, apa yang seharusnya aku ucapkan?'

Beliau menjawab, 'Bacalah surat Al-Ikhlas dan Mu'awwidzatain di waktu petang dan pagi, masing-masing sebanyak tiga kali. Hal itu akan mencukupi segala keperluanmu.'" (HR. Tirmidzi dan Nasa'i).

Doa setelah Sholat Subuh

Selain membaca tiga surat tersebut, umat muslim juga dapat menambahkan doa setelah sholat Subuh sebagai bentuk dzikir dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.

Berdasarkan buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa setelah Sholat Fardhu & Sunnah karya H.M. Amrin Ra'uf, berikut doa yang dibaca setelah sholat Subuh.

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ…Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„ØŗŲŲ‘Ų„Ų’ØˇŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų . ŲˆŲŽØ°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ…Ų. ŲˆŲŽØ°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØŦؒ؇ؐ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…Ų. ŲˆŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲ„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„ØĒŲŽŲ‘Ø§Ų…ŲŽŲ‘Ø§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘ØšŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŽØ§Ø¨ŲŽØŠŲ ØšŲŽØ§Ų‚ŲŲ„Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲØŗŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ ØšŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¯Ų’ØąŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§Ø¸ŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’ØĨŲŲ†Ų’ØŗŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦؐ؆ؐؑ ŲˆŲŽØĨؐ؆ؒ ŲŠŲŽŲƒŲŽØ§Ø¯Ų Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŲˆØ§ Ų„ŲŽŲŠŲØ˛Ų’Ų„ŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲØŖŲŽØ¨Ų’ØĩŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ØŗŲŽŲ…ŲØšŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘ŲƒŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„ŲŽŲ…ŲŽØŦŲ’Ų†ŲŲˆŲ†ŲŒ. ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø°ŲŲƒŲ’ØąŲŒ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ. ŲˆŲŽŲ…ŲØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŽØ§Ø¨Ų Ų„ŲŲ‚Ų’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…Ų. ŲˆŲŽŲˆŲŽØąŲØĢŲŽ ØŗŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų Ø¯ŲŽØ§ŲˆŲØ¯ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ¯ŲŲˆŲ’Ø¯Ų Ø°ŲŲˆ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØąŲ’Ø´Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŦŲŲŠØ¯Ų. ØˇŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„Ų’ ØšŲŲ…Ų’ØąŲŲŠ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø­Ų’ ØŖŲŽØŦŲ’ØŗŲŽØ§Ø¯ŲŲŠ ŲˆŲŽØ§Ų‚Ų’Øļؐ Ø­ŲŽØ§ØŦŲŽØĒؐ؊ ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØĢŲØąŲ’ ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽØŖŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠ ŲˆŲŽØ­ŲŽØ¨ŲŲ‘Ø¨Ų’ Ų„ŲŲ„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĒŲŽØ¨ŲŽØ§ØšŲŽØ¯Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯ŲŽØ§ŲˆŲŽØŠŲŽ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠ ØĸØ¯ŲŽŲ…ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų…Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø­ŲŽŲŠŲ‹Ų‘Ø§ ŲˆŲŽŲŠŲŽØ­ŲŲ‚ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ§ŲŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’ ØŦŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ ŲˆŲŽØ˛ŲŽŲ‡ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø˛ŲŽŲ‡ŲŲˆŲ‚Ų‹Ø§. ŲˆŲŽŲ†ŲŲ†ŲŽØ˛ŲŲ‘Ų„Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ų…ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø´ŲŲŲŽØ§ØĄŲŒ ŲˆŲŽØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ. ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ˛ŲŲŠØ¯Ų Ø§Ų„Ø¸ŲŽŲ‘Ø§Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØŽŲŽØŗŲŽØ§ØąŲ‹Ø§. ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ˛ŲŽŲ‘ØŠŲ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ŲŠŲŽØĩŲŲŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ.

Arab-latin: bismillaahir rahmaanir rahiim. allaahumma dzis sulthaanil azhiim, wa dzil mannil qadiim, wa dzil wajhil kariim, wa waliyyil kalimaatit taammaati, wad da'awaatil mustajaabah, 'aaqilil hasani wal husaini, min anfusil haqqi 'ainil qudrati wan naazhiriina waainil insi wal jinni, wa in yakaadul ladziina kafaruu liyuzliquunaka bi-abshaarihim sami'udz dzikra, wayaquuluuna lammaa innahuu lamajnuun. wa maa huwa illaa dzikrul lil 'aalamiin. wa mustajaabu luqmaanil hakiim. wa waritsa sulaimaanabni daawuuda 'alaihimas salaam. al-waduud dzul 'arsyil majiid. thawwil 'umrii, wa shahhih ajsaadii, waqdhi haajatii, waktsir amwaalii wa aulaadii, wahabbib lin naasi ajmaiin. wa tabaaadil 'adaawata kulla mimbanii aadama 'alaihis salaam. man kaana hayyaw wa yahiqqal qaulu 'alal kaafiriin. wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa. wa nunazzilu minal qur- aani maa huwa syifaa-uw warahmatul lil mu'miniin. wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa. subhaana rabbika rabbil 'ίÎļÎļÎąĪ„Îš ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabiil 'aalamiin.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar al-Qur'an dan mereka berkata, 'Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.' Dan, yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As. Al-Wadud (Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkan umurku, sehatkan jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang yang masih hidup (di hatinya), dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan, katakanlah, 'Yang haq telah datang, dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya, perkara yang batil itu pasti musnah. Dan, Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan, al-Qur'an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah, Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."

Wallahu a'lam.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads