Asalnya Putih Bersinar, Kenapa Hajar Aswad Berubah Jadi Hitam?

Asalnya Putih Bersinar, Kenapa Hajar Aswad Berubah Jadi Hitam?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 27 Mar 2026 15:30 WIB
Pemerintah Arab Saudi merilis foto jarak dekat dari batu hitam Hajar Aswad. Ini adalah gambar langka yang belum pernah dipertunjukkan karena beresolusi sangat tinggi.
Hajar Aswad yang berada di salah satu sudut Ka'bah. Foto: dok. Pemerintah Arab Saudi
Jakarta -

Jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji dan umrah bermimpi untuk bisa mencium atau sekadar menyentuh Hajar Aswad. Batu yang tertanam di sudut Ka'bah ini dikenal dengan warnanya yang hitam legam dan permukaannya yang mengkilap.

Pada mulanya Hajar Aswad tidaklah berwarna hitam. Berbagai riwayat menyebutkan bahwa batu suci ini diturunkan dari surga dengan warna yang putih bersinar, bahkan digambarkan lebih putih daripada susu dan salju.

Lantas, kenapa Hajar Aswad berubah warna menjadi hitam? Berikut ulasan lengkap mengenai asal-usul berubahnya warna Hajar Aswad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Hajar Aswad Berubah Jadi Hitam?

Disebutkan dalam Tarikh Ka'bah karya Prof Ali Husni al-Kharbuthli yang diterjemahkan Fuad Ibn Rusyd, Hajar Aswad merupakan batu lonjong yang tidak beraturan, berkilau dan memiliki warna hitam kemerahan. Di atasnya terdapat goresan berwarna merah dan kuning.

Dalam kitab Tsaurah al-Islam wa Bathal an Nabiya karya Luthfi Jum'ah disebutkan, Hajar Aswad adalah sejenis meteor karena dapat memancarkan cahaya ke arah barat, timur, Syam dan Yaman hingga ke lembah-lembah di Tanah Haram.

ADVERTISEMENT

Dilihat dari karakternya yang bersinar, menunjukkan bahwa batu tersebut tidaklah berwarna hitam. Sebagian sejarawan mengatakan batu tersebut menjadi hitam karena perbuatan dosa kaum jahiliah.

Pemerintah Arab Saudi merilis foto jarak dekat dari batu hitam Hajar Aswad. Ini adalah gambar langka yang belum pernah dipertunjukkan karena beresolusi sangat tinggi.Pemerintah Arab Saudi merilis foto jarak dekat dari batu hitam Hajar Aswad. Ini adalah gambar langka yang belum pernah dipertunjukkan karena beresolusi sangat tinggi. Foto: dok. Pemerintah Arab Saudi

Dijelaskan dalam Fadhlu Hajar Aswad wa Maqam Ibrahim karya Prof Said Muhammad Bakdasy terjemahan Gumilar Irfanullah, Hajar Aswad merupakan batu yang turun dari langit. Batu tersebut diserahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk diletakkan di sudut Ka'bah.

Hajar Aswad dulunya berwarna putih, bahkan lebih putih dari salju dan susu. Batu tersebut berubah menjadi warna hitam akibat dosa orang-orang musyrik.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

Artinya: "Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam." (HR at-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi)

Lebih lanjut, diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin 'Ash RA, ia berkata, "Hajar Aswad dahulu lebih putih dari susu dan panjangnya seukuran tulang hasta."

Hajar Aswad tampak berwarna hitam pada bagian depannya saja. Adapun bagian yang tertanam pada Ka'bah diyakini masih berwarna putih.

Hal ini diperkuat oleh riwayat dari Mujahidi yang dikutip oleh Al-Fakihi, ia berkata, "Aku melihat Rukun saat Ibnu Zubair merobohkan Ka'bah. Tampak seluruh bagian batunya yang terdapat di bagian dalam Ka'bah berwarna putih."

Al-Halabi dalam Al-Sirah al-Halabiyyah turut mengatakan tentang berubahnya warna Hajar Aswad. Menurutnya, warna hitam pada Hajar Aswad disebabkan oleh dosa orang-orang musyrik dan semakin bertambah legam dikarenakan kebakaran yang terjadi pada masa Quraisy dan masa Ibnu Zubair RA.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads