Surat Al-Alaq Ayat 1-19: Arab, Latin dan Artinya

Surat Al-Alaq Ayat 1-19: Arab, Latin dan Artinya

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 08 Apr 2025 11:00 WIB
Surat Al-Alaq Ayat 1-19: Arab, Latin dan Artinya
Al-Quran surat Al-Alaq Foto: Getty Images/iStockphoto/karammiri
Jakarta -

Surat Al-Alaq terdiri dari 19 ayat. Ayat 1-5 merupakan ayat-ayat Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau berada di Gua Hira.

Surat Al-Alaq adalah surat ke-96 dalam Al-Qur'an. Surat ini termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Al-Alaq memiliki arti Segumpal Darah dan nama ini diambil dari ayat ke-2. Surat Al-Alaq juga dikenal dengan nama Iqra atau Al-Qalam.

Surat Al-Alaq Ayat 1-19

Berikut bacaan lengkap surat Al-Alaq ayat 1-19 dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ø§ŲŲ‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ Ø¨ŲØ§ØŗŲ’Ų…Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽÛš - ŲĄ
iqra' bismi rabbikallaÅŧÄĢ khalaq
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲÛš - Ųĸ
khalaqal-insāna min 'alaq
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ADVERTISEMENT

Ø§ŲŲ‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲÛ™ - ŲŖ
iqra' wa rabbukal-akram
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲÛ™ - Ų¤
allaÅŧÄĢ 'allama bil-qalam
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.

ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’Û— - ŲĨ
'allamal-insāna mā lam ya'lam
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

ŲƒŲŽŲ„Ų‘ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲŽØˇŲ’ØēŲ°Ų‰Ų“ ۙ - ŲĻ
kallā innal-insāna layaᚭgā
6. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,

Ø§ŲŽŲ†Ų’ ØąŲ‘ŲŽØ§Ų°Ų‡Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’Ų†Ų°Ų‰Û— - Ų§
ar ra'āhustagnā
7. apabila melihat dirinya serba cukup.

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲØŦŲ’ØšŲ°Ų‰Û— - Ų¨
inna ilā rabbikar-ruj'ā
8. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).

Ø§ŲŽØąŲŽØ§ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų°Ų‰Û™ - ŲŠ
a ra`aitallaÅŧÄĢ yan-hā
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?

ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯Ų‹Ø§ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų°Ų‰Û— - ŲĄŲ 
'abdan iÅŧā ášŖallā
10. seorang hamba ketika dia melaksanakan salat,

Ø§ŲŽØąŲŽØ§ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‡ŲØ¯Ų°Ų‰Ų“Û™ - ŲĄŲĄ
a ra`aita ing kāna 'alal-hudā
11. bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),

Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ø§ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲ°Ų‰Û— - ŲĄŲĸ
au amara bit-taqwā
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

Ø§ŲŽØąŲŽØ§ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ°Ų‘ŲŽØ¨ŲŽ ŲˆŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘Ų°Ų‰Û— - ŲĄŲŖ
a ra'aita ing kaÅŧÅŧaba wa tawallā
13. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

Ø§ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ°Ų‰Û— - Ų¤ ŲĄ
a lam ya'lam bi'annallāha yarā
14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

ŲƒŲŽŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‰Ų•ŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽŲ‡Ų ەۙ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ŲŲŽØšŲ‹Ø§Ûĸ Ø¨ŲØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØĩŲŲŠŲŽØŠŲÛ™ - ŲĄŲĨ
kallā la`il lam yantahi lanasfa'am bin-nÄášŖiyah
15. Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),

Ų†ŲŽØ§ØĩŲŲŠŲŽØŠŲ ŲƒŲŽØ§Ø°ŲØ¨ŲŽØŠŲ ØŽŲŽØ§ØˇŲØĻŲŽØŠŲÛš -ŲĻ ŲĄ
nÄášŖiyating kāÅŧibatin khāᚭi`ah
16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØ¯Ų’ØšŲ Ų†ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲŽŲ‡Ų—Û™ -Ų§ ŲĄ
falyad'u nādiyah
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

ØŗŲŽŲ†ŲŽØ¯Ų’ØšŲ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽØ¨ŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲŽØŠŲŽÛ™ - ŲĄŲ¨
sanad'uz-zabāniyah
18. Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),

ŲƒŲŽŲ„Ų‘ŲŽØ§Û— Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØˇŲØšŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų‚Ų’ØĒŲŽØąŲØ¨Ų’ - ŲĄŲŠ
kallā, lā tuᚭi'hu wasjud waqtarib
19. sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Isi Kandungan Surat Al-Alaq

Surat Al-Alaq menjadi perintah Allah SWT tentang ketauhidan. Surat ini juga membahas tentang perintah untuk membaca dan mencari ilmu.

Mengutip buku Wawasan Al-Quran: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat karya M. Quraish Shihab, uraian Al-Qur'an tentang Tuhan kepada umat Nabi Muhammad SAW dimulai dengan pengenalan tentang perbuatan dan sifat-Nya. Hal ini jelas dijabarkan dalam surat Al-Alaq ayat 1-5.

Dalam rangkaian wahyu-wahyu pertama, Al-Qur'an menunjuk kepada Tuhan yang Maha Esa dengan kata Rabbuka (Tuhan) Pemeliharamu (Wahai Muhammad), bukan kata Allah.

Wahyu pertama yang termaktub dalam lima ayat pertama surat Al-Alaq, tidak menyebutkan kata 'Allah'. Hal ini menggarisbawahi Wujud Tuhan Yang Maha Esa, yang dapat dibuktikan melalui ciptaan atau perbuatan-Nya.

Dalam hadits qudsi disebutkan, "Aku adalah sesuatu yang tersembunyi, Aku berkehendak untuk dikenal, maka Kuciptakan makhluk agar mereka mengenal-Ku."

Ayat-ayat surat Al-Alaq juga menjelaskan tentang proses penciptaan manusia yang berasal dari segumpal darah. Kemudian manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya ciptaan-Nya.

Melalui surat ini juga disebutkan Allah SWT mengajarkan manusia dengan berbagai ilmu pengetahuan. Manusia yang tidak mengetahui apa-apa, kemudian diberi petunjuk untuk dapat mengetahui berbagai ilmu pengetahuan.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads