Mengambil hak orang lain adalah perbuatan zalim dan batil yang dilarang dalam Islam. Larangan terkait hal ini termaktub dalam ayat suci Al-Qur'an.
Menukil dari buku Berzakat dan Mengaji yang disusun Sudirman H Makka, zalim termasuk perbuatan tercela yang harus dihindari. Sebab, perbuatan zalim dapat merugikan banyak orang serta diri sendiri.
Sementara itu dalam buku 160 Materi Dakwah yang ditulis Achmad Yani, batil secara harfiah artinya tidak terpakai, tidak berfaedah, rusak dan sia-sia. Perbuatan yang batil adalah perbuatan yang terlepas atau gugur dari ketentuan syariat sehingga tidak berguna bahkan mengakibatkan kerusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allah SWT berfirman dalam surah Al Ankabut ayat 52,
ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ° بŲŲąŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø´ŲŲŲŲØ¯Ųا Û ŲŲØšŲŲŲŲ Ų Ų ŲØ§ ŲŲŲ ŲąŲØŗŲŲŲ ŲŲ°ŲŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲąŲŲØŖŲØąŲØļŲ Û ŲŲŲąŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĄŲØ§Ų ŲŲŲŲØ§Û بŲŲąŲŲØ¨ŲŲ°ØˇŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØąŲŲØ§Û بŲŲąŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲÛŲŲŲ°ŲØĻŲŲŲ ŲŲŲ Ų ŲąŲŲØŽŲŲ°ØŗŲØąŲŲŲŲ
Artinya: Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi."
Berikut beberapa larangan mengambil hak orang lain yang disebutkan dalam ayat suci Al-Qur'an dan sejumlah hadits Nabi SAW.
Dalil Larangan Mengambil Hak Orang Lain
1. Surah An Nisa Ayat 29
ŲŲŲ°ŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§ ŲąŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĄŲØ§Ų ŲŲŲŲØ§Û ŲŲØ§ ØĒŲØŖŲŲŲŲŲŲŲØ§Û ØŖŲŲ ŲŲŲŲ°ŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲąŲŲØ¨ŲŲ°ØˇŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§Ų ØŖŲŲ ØĒŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØŦŲŲ°ØąŲØŠŲ ØšŲŲ ØĒŲØąŲاØļŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØĒŲŲŲŲŲØ§Û ØŖŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų Û ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų ØąŲØŲŲŲ ŲØ§
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."
Dijelaskan dalam Tafsir Kemenag RI bahwa surah An Nisa ayat 29 menjelaskan tentang larangan mengambil harta orang lain dengan jalan yang tidak benar atau batil.
2. Surah Al Baqarah Ayat 188
ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŖŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲ ŲŲŲØ§ŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØ§ŲŲØ¨ŲØ§ØˇŲŲŲ ŲŲØĒŲØ¯ŲŲŲŲŲØ§ بŲŲŲØ§Ų اŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲØ§Ų Ų ŲŲØĒŲØŖŲŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØąŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ØŗŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØ§ŲØĢŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲØĒŲŲ Ų ØĒŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
Artinya: "Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui."
Menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur'an Edisi Istimewa Jilid 1 karya Sayyid Quthb terjemahan As'ad Yasin, Ibnu Katsir meriwayatkan di dalam menafsirkannya bahwa Ali bin Thalhah dan Ibnu Abbas berkata,
"Hal ini berkenaan dengan seseorang yang menanggung suatu harta, tetapi tidak ada alat bukti, lalu dia berusaha mengelak dan membawanya kepada hakim, padahal dia tahu bahwa dia yang harus bertanggung jawab dan dia tahu pula bahwa dialah yang berdosa karena memakan harta yang haram (karena bukan haknya)."
3. Surah Al Hasyr Ayat 7
Ų ŲŲØ§Ų ØŖŲŲŲØ§ŲØĄŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ° ØąŲØŗŲŲŲŲŲŲÛĻ Ų ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲØąŲŲŲ° ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲØąŲŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ°ŲŲ ŲąŲŲŲŲØąŲبŲŲŲ° ŲŲŲąŲŲŲŲØĒŲŲ°Ų ŲŲŲ° ŲŲŲąŲŲŲ ŲØŗŲŲ°ŲŲŲŲŲ ŲŲŲąØ¨ŲŲŲ ŲąŲØŗŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø¯ŲŲŲŲØŠŲÛĸ بŲŲŲŲŲ ŲąŲŲØŖŲØēŲŲŲŲŲØ§ŲØĄŲ Ų ŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲ ŲØ§Ų ØĄŲØ§ØĒŲŲŲ°ŲŲŲ Ų ŲąŲØąŲŲØŗŲŲŲŲ ŲŲØŽŲذŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ°ŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲŲ ŲŲŲąŲØĒŲŲŲŲØ§Û Û ŲŲŲąØĒŲŲŲŲŲØ§Û ŲąŲŲŲŲŲŲ Û ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ Ø´ŲØ¯ŲŲØ¯Ų ŲąŲŲØšŲŲŲØ§Ø¨Ų
Artinya: "Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya."
Pada masa itu, apa yang tidak diberikan Rasulullah maka dilarang untuk diambil atau diterima. Karenanya, umat Islam dapat lebih menahan hawa nafsunya.
Adapun cara tersebut apabila dilakukan di masa kini dapat dilaksanakan dengan zakat, sedekah, berbagi, dan lain sebagainya karena orang-orang fakir juga berhak atas rezeki dari Allah.
4. Hadits Bukhari dan Muslim
Ummu Salamah RA berkata Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Sesungguhnya aku hanya seorang manusia biasa. Maka, boleh jadi sebagian kamu lebih pandai mengemukakan argumentasinya daripada sebagian yang lain, sehingga aku memenangkannya. Maka, barangsiapa yang aku putuskan untuknya untuk mendapatkan hak orang muslim lainnya (sesuai argumentasi yang dikemukakannya), itu adalah sepotong api neraka, maka biarlah ia membawanya atau meninggalkannya." (HR Bukhari dan Muslim)
5. Hadits Muslim
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,
"Siapapun yang mengambil hak orang muslim dengan sumpahnya, Allah menentukan neraka baginya. Lalu, mengharamkan surga baginya."
Ada lelaki yang bertanya kepada Nabi SAW: "Walaupun hal tersebut merupakan hal yang sangat sederhana wahai Rasulullah?" Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab: "Walaupun itu sebatang kayu syiwa dari pohon arak." (HR Muslim)
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Lebaran Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Penetapan Resminya
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam