Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan?

Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan?

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Jumat, 12 Jun 2026 20:00 WIB
Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan?
Ilustrasi puasa. Foto: iStock
Jakarta -

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Hijriah. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan amalan ibadah, termasuk puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa Tasua dan Asyura.

Puasa di bulan Muharram memiliki dasar yang kuat berdasarkan hadits dari Rasulullah SAW. Menukil dari buku Seri Fikih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat, kedua puasa ini disyariatkan dengan status sebagai puasa sunnah, bukan wajib, sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum Asyura, beliau pun bertanya, "Apa ini?" Mereka menjawab: "Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu." Maka Rasulullah SAW menjawab: "Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian," maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut. (HR Bukhari)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anjuran puasa Muharram juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA yang menyebutkan keutamaannya di antara puasa sunnah lainnya.

Dalam buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, M.Ag., Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim)

Puasa Muharram Berapa Hari?

Puasa Muharram yang dianjurkan secara khusus berjumlah dua hari utama, yaitu:

  • 9 Muharram (Tasua)
  • 10 Muharram (Asyura)

Dua hari ini adalah amalan yang paling sering dilakukan karena memiliki keutamaan besar sesuai hadits Rasulullah SAW.

Selain itu, sebagian umat Islam juga menjalankan puasa pada awal Muharram, seperti tanggal 1 Muharram. Namun, yang paling ditekankan adalah puasa Tasua dan Asyura.

Hal ini karena dua hari tersebut memiliki keutamaan besar yang disebutkan dalam hadits:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: "Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Selain itu, diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Ibnu Abbas:

"Berpuasalah kalian pada hari Asyura, dan selisihilah orang-orang Yahudi, berpuasalah kalian sebelumnya atau sesudahnya."

Niat Puasa di Bulan Muharram

Berikut bacaan niat puasa Muharram, Tasua, dan Asyura.

Niat Puasa Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'asyura sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads