Mengapa Allah Menyebut Anak Yatim dalam Al-Qur'an?

Mengapa Allah Menyebut Anak Yatim dalam Al-Qur'an?

Diky Darmanto - detikHikmah
Sabtu, 10 Agu 2024 10:00 WIB
Mengapa Allah Menyebut Anak Yatim dalam Al-Quran?
Ilustrasi anak yatim. Foto: Dok. PS Barito Putera
Jakarta -

Mengapa Allah menyebut anak yatim dalam Al-Qur'an? Hal ini dikarenakan dalam Al-Qur'an Allah SWT seringkali meminta hamba-hambanya untuk berlaku baik kepada anak yatim.

Menurut buku Hak-hak yang Wajib Anda Ketahui dalam Islam karya Syaikh Muhammad Hassan, di antara ayat-ayat dalam Al-Qur'an, terlihat bahwa Allah SWT memuliakan anak yatim.

Hal tersebut berdasarkan surah An-Nisa ayat 36:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


۞ ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲŲ‡Ų– Ø´ŲŽŲŠŲ’Ų€Ų”Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§ŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØ¨ŲØ°ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨Ų°Ų‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽØĒŲ°Ų…Ų°Ų‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ°ŲƒŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽØ§ØąŲ Ø°ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨Ų°Ų‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽØ§ØąŲ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ†ŲØ¨Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲØ¨Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų’ÛĸØ¨Ų ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų’Ų†Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ų„ŲÛ™ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽØĒŲ’ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†ŲŲƒŲŲ…Ų’ ۗ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽØ§Ų„Ų‹Ø§ ŲŲŽØŽŲŲˆŲ’ØąŲ‹Ø§Û™ ŲŖŲĻ

Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri."

ADVERTISEMENT


Mengapa Allah Menyebut Anak Yatim dalam Al-Qur'an?

Ayat di atas memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada orang tua, kemudian kerabat, lalu kepada anak yatim-piatu.

Perintah berbuat baik kepada anak yatim bukan perintah yang hanya khusus untuk Nabi Muhammad SAW, tetapi juga Allah wajibkan kepada seluruh umat terdahulu.
Bahkan Allah menjadikan perbuatan baik kepada anak yatim sebagai perjanjian atau piagam yang mencakup perjanjian-perjanjian yang diambil dari kaum Bani Israil.

Berdasarkan firman Allah SWT melalui surah Al-Baqarah ayat 83 :


ŲˆŲŽØ§ŲØ°Ų’ Ø§ŲŽØŽŲŽØ°Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲŠŲ’ØĢŲŽØ§Ų‚ŲŽ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲØŗŲ’ØąŲŽØ§Û¤ØĄŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§ŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØ°ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨Ų°Ų‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽØĒŲ°Ų…Ų°Ų‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ°ŲƒŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø­ŲØŗŲ’Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØ§ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…ŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ų°ŲˆØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų°ØĒŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲ°ŲˆØŠŲŽÛ— ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĒŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‚ŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų„Ų‹Ø§ Ų…Ų‘ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲØšŲ’ØąŲØļŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų¨ŲŖ

Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat." Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang."


Banyak Keberkahan dari Anak Yatim

Menurut buku 49 Teladan dalam Al-Quran karya Ririn Rahayu Astutiningrum, berbuat baik kepada anak yatim dan fakir miskin memiliki banyak keberkahan. Di antaranya adalah.


1. Iman dan Taqwa Semakin Kuat


Berdasarkan surah Al-Imran ayat 133-134:
۞ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØąŲØšŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ Ų…ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽØŠŲ ؅ؐؑ؆ؒ ØąŲ‘ŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ØšŲŽØąŲ’ØļŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļÛ™Ų Ø§ŲØšŲØ¯Ų‘ŲŽØĒŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†Û™ŲŽ ŲĄŲŖŲŖ
Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŲ†Ų’ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØąŲ‘ŲŽÛ¤Ø§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØļŲ‘ŲŽØąŲ‘ŲŽÛ¤Ø§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲ°Ø¸ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŠŲ’Ø¸ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ— ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­Ų’ØŗŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛš ŲĄŲŖŲ¤

Artinya: "Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."


2. Membersihkan Harta dan Jiwa

Beramal dan bersedekah membersihkan harta. Surah At-Taubah ayat 103:
ØŽŲØ°Ų’ ؅ؐ؆ؒ Ø§ŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽØŠŲ‹ ØĒŲØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĒŲØ˛ŲŽŲƒŲ‘ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’Û— Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų°ŲˆØĒŲŽŲƒŲŽ ØŗŲŽŲƒŲŽŲ†ŲŒ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Û— ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØŗŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ ŲĄŲ ŲŖ
Artinya: "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) mensucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."


3. Semakin Dekat dan Dicintai Allah SWT

Allah selalu mencintai orang-orang yang berbuat baik, salah satunya adalah peduli dengan anak yatim. Buktinya surah Al-Imran ayat 31:
Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĒŲØ­ŲØ¨Ų‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲŲŽØ§ØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ ŲŠŲØ­Ų’Ø¨ŲØ¨Ų’ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø°ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۗ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲŒ ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ ŲŖŲĄ
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Demikianlah penjelasannya, Allah menyebut anak yatim dalam Al-Qur'an untuk mengingatkan kita akan pentingnya berbuat baik dan memuliakan mereka. Perlakuan baik terhadap anak yatim bukan hanya wujud kasih sayang, tetapi juga perintah Allah yang membawa banyak keberkahan.




(lus/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads