Larangan Mengungkit Kebaikan dalam Islam, Ini Dalilnya

Larangan Mengungkit Kebaikan dalam Islam, Ini Dalilnya

Jihan Najla Qatrunnada - detikHikmah
Selasa, 21 Nov 2023 20:45 WIB
Larangan Mengungkit Kebaikan dalam Islam, Ini Dalilnya
Ilustrasi larangan mengungkit kebaikan. (Foto: Getty Images/golfcphoto)
Jakarta -

Larangan mengungkit kebaikan tercantum dalam beberapa hadits Rasulullah SAW dan ayat Al-Qur'an. Ajaran Islam justru menganjurkan muslim untuk melupakan kebaikan yang pernah dilakukan.

Orang yang mengungkit kebaikan yang pernah dilakukan dikhawatirkan ada rasa ingin dipuji sebagai orang yang dermawan, baik hati, dan suka menolong pada orang tersebut. Padahal, kebaikan itu seharusnya dilakukan atas dasar semata-mata karena Allah SWT.

Hadits Larangan Mengungkit Kebaikan

Larangan mengungkit kebaikan yang telah diberikan kepada orang lain ada tercantum pada buku Syarah Syama'il Nabi Muhammad: Penjelasan Lengkap tentang Kepribadian & Karaketer Rasulullah karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits tersebut menjelaskan, ganjaran bagi orang yang suka mengungkit kenaikannya yakni mereka tidak akan diajak berbicara oleh Allah SWT pada hari kiamat. Berikut bunyi hadits yang dishahihkan oleh Imam Muslim,

ØĢŲŽŲ„Ø§ØĢŲŽØŠŲŒ Ų„Ø§ ŲŠŲŲƒŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲ‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲØąŲ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ˛ŲŽŲƒŲŲ‘ŲŠŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŒ ØŖŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ø¨ŲŲ„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽŲŲŲ‘Ų‚Ų ØŗŲŲ„Ų’ØšŲŽØĒŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ„ŲŲŲ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ§Ø°ŲØ¨Ų.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Terdapat tiga orang yang tidak diajak berbicara oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak melihat mereka, dan tidak menyucikan mereka, dan mereka berhak mendapatkan siksa yang amat pedih; Al-Musbil (orang yang memanjangkan pakaian hingga melebihi kedua mata kaki), Al-Mannan (orang yang gemar mengungkit pemberian atau kebaikan), dan orang yang mempromosikan barang-barang dagangannya dengan sumpah palsu." (HR Muslim)

Dinukil dari buku Ensiklopedia Mizanul Hikmah: Kumpulan Hadis Nabi SAW Pilihan (3) karya Muhammad M. Reysyahri, ada beberapa hadits yang menyebutkan larangan mengungkit kebaikan. Seperti contohnya, Imam Ali AS pernah berkata,

Ø§Ų„ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų…: ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲ Ų…ŲŽØšŲ’ØąŲŲˆŲŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų†ŲŽØĒؐ؇ؐ.

Artinya: "Hidupkanlah kebaikanmu dengan mematikannya (melupakannya)."

Ia juga menambahkan,

ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų…: ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØĩŲŲ†ØšŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų…ŲŽØšØąŲŲˆŲŲŒ ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲ’ØŒ ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ†ŲŽØšŲŽØĒŲŽ Ų…ØšØąŲˆŲØ§ ŲŲŽØ§Ų†Ų’ØŗŲŽŲ‡Ų.

Artinya: "Jika ada yang berbuat baik padamu, maka ingatlah dia, namun jika engkau berbuat baik (kepada orang lain) maka lupakanlah (kebaikanmu itu)."

ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų…Ų: Ų…ŲŲ„Ø§ŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØšŲ’ØąŲŲˆŲ’ŲŲ ØĒŲŽØąŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŽŲ‘ Ø¨ŲŲ‡Ų. (ØŖŲ†Ø¸Øą) Ø§Ų„ØĩØ¯Ų‚ØŠ باب

Selanjutnya, Imam Ali AS juga mengatakan, "Tolok ukur kebaikan adalah di saat engkau tidak mengungkit-ungkitnya kembali."

Ayat Al-Qur'an tentang Larangan Mengungkit Kebaikan

Selain dijelaskan dalam berbagai hadits, larangan mengungkit kebaikan, pemberian, dan sebagainya juga dijelaskan dalam Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 5 karya Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali.

Buku tersebut menyebutkan larangan mengungkit kebaikan dan pemberian tercantum pada surah Al-Baqarah ayat 264 yang berbunyi,

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ¨Ų’ØˇŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚Ų°ØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŲ‘ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ°Ų°Ų‰Û™ ŲƒŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŲ†Ų’ŲŲŲ‚Ų Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‡Ų— ØąŲØĻŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲÛ— ŲŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„ŲŲ‡Ų— ŲƒŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų ØĩŲŽŲŲ’ŲˆŲŽØ§Ų†Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØĒŲØąŲŽØ§Ø¨ŲŒ ŲŲŽØ§ŲŽØĩŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų— ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŲ„ŲŒ ŲŲŽØĒŲŽØąŲŽŲƒŲŽŲ‡Ų— ØĩŲŽŲ„Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ۗ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ‚Ų’Ø¯ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų…ŲŲ‘Ų…ŲŽŲ‘Ø§ ŲƒŲŽØŗŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ø§ ۗ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲĸŲĻŲ¤

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.




(rah/rah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads