Surah Al Ahzab Ayat 21-22: Rasulullah Suri Teladan yang Baik

Surah Al Ahzab Ayat 21-22: Rasulullah Suri Teladan yang Baik

Kristina - detikHikmah
Kamis, 28 Sep 2023 12:01 WIB
Surah Al Ahzab Ayat 21-22: Rasulullah Suri Teladan yang Baik
Ilustrasi Al-Qur'an surah Al Ahzab ayat 21-22. Foto: Getty Images/iStockphoto/selimaksan
Jakarta -

Rasulullah SAW adalah nabi dan rasul terakhir utusan Allah SWT dengan segala kemuliaan dan kebaikan akhlaknya. Menurut surah Al Ahzab ayat 21-22, pada diri beliau terdapat suri teladan yang baik.

Allah SWT berfirman,

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲØŗŲ’ŲˆŲŽØŠŲŒ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲŒ Ų„Ų‘ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽ ŲˆŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§Û— ŲĸŲĄ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ§ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽØ§Ø¨ŲŽÛ™ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØšŲŽØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų— ŲˆŲŽØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų— Û–ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø˛ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§Û— ŲĸŲĸ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laqad kāna lakum fÄĢ rasÅĢlillāhi uswatun á¸Ĩasanatul liman kāna yarjullāha wal yaumal ākhira wa Åŧakarallāha kaᚥÄĢrā. Wa lammā ra'al-mu'minÅĢnal-aá¸Ĩzāb, qālÅĢ hāÅŧā mā wa'adanallāhu wa rasÅĢluhÅĢ wa ášŖadaqallāhu wa rasÅĢluh, wa mā zādahum illā ÄĢmānaw wa taslÄĢmā

Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. Ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Benarlah Allah dan Rasul-Nya. Hal itu justru makin menambah keimanan dan keislaman mereka." (QS Al Ahzab: 21-22)

ADVERTISEMENT

Tafsir Surah Al Ahzab Ayat 21-22

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, surah Al Ahzab ayat 21-22 adalah ayat yang mulia. Ayat tersebut merupakan dalil pokok yang paling besar yang berisi anjuran agar meniru Rasulullah SAW dalam segala ucapan, perbuatan, dan hal-hal yang beliau lakukan semasa hidup.

Ayat tersebut turun berkenaan dengan peristiwa Perang Ahzab. Allah SWT menurunkan firman-Nya itu kepada orang-orang yang khawatir, gelisah dan guncang dalam menghadapi urusan mereka saat Perang Ahzab.

Ibnu Katsir menafsirkan, karena itulah Allah SWT memerintahkan kaum mukmin agar mencontoh sikap Nabi SAW saat menghadapi Perang Ahzab. Sikap yang dimaksud adalah kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, perjuangan, dan tetap menanti jalan keluar dari Allah SWT. Dia berfirman,

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲØŗŲ’ŲˆŲŽØŠŲŒ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲŒ Ų„Ų‘ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽ ŲˆŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§Û— ŲĸŲĄ

Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah." (QS Al Ahzab: 21)

Selanjutnya, kata Ibnu Katsir, Allah SWT menyebutkan perihal hamba-hamba-Nya yang beriman yang membenarkan janji Allah SWT kepada mereka. Hal ini pada akhirnya akan memberikan kebaikan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ§ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽØ§Ø¨ŲŽÛ™ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØšŲŽØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų— ŲˆŲŽØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų— Û–ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø˛ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§Û— ŲĸŲĸ

Artinya: "Ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Benarlah Allah dan Rasul-Nya. Hal itu justru makin menambah keimanan dan keislaman mereka." (QS Al Ahzab: 22)

Menurut Qatadah sebagaimana dinukil Ibnu Katsir, ayat tersebut merupakan maksud dari firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 214,

Ø§ŲŽŲ…Ų’ Ø­ŲŽØŗŲØ¨Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŽØĢŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ ۗ Ų…ŲŽØŗŲ‘ŲŽØĒŲ’Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØŖŲ’ØŗŲŽØ§Û¤ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØļŲ‘ŲŽØąŲ‘ŲŽØ§Û¤ØĄŲ ŲˆŲŽØ˛ŲŲ„Ų’Ø˛ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ Ø­ŲŽØĒŲ‘Ų°Ų‰ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽØšŲŽŲ‡Ų— Ų…ŲŽØĒŲ°Ų‰ Ų†ŲŽØĩŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ۗ Ø§ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų†ŲŽØĩŲ’ØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų‚ŲŽØąŲŲŠŲ’Ø¨ŲŒ ŲĸŲĄŲ¤

Artinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."

Lebih lanjut Ibnu Katsir menjelaskan, firman Allah SWT tersebut menunjukkan bahwa iman dan kekuatan mereka yang mengikuti Nabi SAW akan bertambah dibandingkan dengan orang lain dan keadaannya. Seperti halnya dikatakan dalam Syarah Imam Bukhari, para imam menyebut bahwa iman itu dapat bertambah dan berkurang.

Menurut Tafsir Tahlili Qur'an Kemenag RI, Nabi SAW adalah sosok yang kuat imannya, berani, sabar, dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan, percaya penuh terhadap segala ketentuan Allah SWT, dan memiliki akhlak yang mulia.




(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads