Cerita Nabi Nuh AS dan Bani Rasib yang Diberi Azab Banjir Dahsyat

Cerita Nabi Nuh AS dan Bani Rasib yang Diberi Azab Banjir Dahsyat

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 11 Jan 2026 05:00 WIB
Cerita Nabi Nuh AS dan Bani Rasib yang Diberi Azab Banjir Dahsyat
Kaligrafi Nabi Nuh AS (Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Nabi Nuh AS adalah nabi dan rasul yang diutus Allah SWT untuk berdakwah kepada bani Rasib. Beliau berdakwah hampir satu abad, yaitu 950 tahun.

Menurut buku Mutiara Kisah 25 Nabi dan Rasul tulisan M Arief Hakim, bani Rasib dikenal sebagai kaum yang congkak dan zalim. Mereka terlena akan kekayaan yang Allah SWT anugerahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, bani Rasib memandang harta jadi tolak ukur yang dapat mengangkat martabat serta harga diri manusia. Mereka yang fakir diremehkan dan ditindas oleh bani Rasib.

Nabi Nuh AS lantas diutus untuk membawa kaumnya ke jalan yang benar. Sayangnya, seruan sang nabi tidak dihiraukan.

ADVERTISEMENT

Dikisahkan dalam Qashash Anbiya susunan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Dudi Rosyadi, tujuan Nuh AS berdakwah kepada bani Rasib agar mereka tidak tenggelam dalam kesesatan serta kegelapan. Mereka juga menyembah berhala dan menganggapnya sebagai Tuhan.

Terkait Nabi Nuh AS disebutkan dalam surah Al Ankabut ayat 14,

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ ١٤

Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim."

Selama ratusan tahun sang nabi berusaha menyerukan kebaikan kepada bani Rasib tapi mereka tak luput dari kesesatan. Setiap satu generasi berlalu, mereka berpesan untuk tidak mengikuti dan memerangi ajaran Nabi Nuh AS.

Nabi Nuh AS merasa putus asa. Beliau lantas berdoa kepada Allah SWT sebagaimana tercantum dalam surah Asy Syu'ara ayat 117-118,

قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ ١١٧ فَافْتَحْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِيْ وَمَنْ مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ١١٨

Artinya: "Dia (Nuh) berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku. Maka, berilah keputusan antara aku dan mereka serta selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin bersamaku."

Sang Khalik mendengar doa Nuh AS. Sang nabi diperintahkan membuat bahtera untuk menyelamatkan dirinya beserta pengikutnya dari azab yang akan dilimpahkan kepada bani Rasib yang ingkar.

Nabi Nuh AS memperingatkan kaumnya terkait hal itu. Namun mereka malah mencemooh sang nabi yang sedang membuat bahtera.

Setelah bahtera itu rampung, Allah SWT memerintahkan Nuh AS memasukkan hewan berpasang-pasangan, serta orang mukmin ke dalam kapal. Azab Sang Khalik dilimpahkan usai Nuh AS, kaumnya dan para hewan menaiki bahtera.

Banjir besar dan dahsyat meluluhlantakkan bani Rasib. Banjir ini bahkan disebut tak pernah terjadi sebelumnya.

Allah SWT memerintahkan bumi untuk mengeluarkan seluruh airnya sampai-sampai bani Rasib yang tidak beriman lenyap dan binasa. Ibnu Ishaq berpendapat banjir itu berlangsung selama dua tahun, dua bulan, 26 hari sebelum Sang Khalik memerintahkan Nuh AS turun dari bahteranya.

Setelah banjir mereda, Nabi Nuh AS turun dari kapal dan bersyukur kepada Allah SWT. Dalam peristiwa itu, anak Nuh AS yang bernama Kan'an tewas karena tidak beriman.

Wallahu a'lam.




(aeb/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads