Tata Cara Tayamum dan Niatnya yang Benar

Tata Cara Tayamum dan Niatnya yang Benar

Rahma Harbani - detikHikmah
Senin, 12 Jun 2023 07:15 WIB
Tata Cara Tayamum dan Niatnya yang Benar
Ilustrasi. Ini tata cara tayamum dan bacaan niatnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kolbz)
Jakarta -

Tata cara tayamum dan niatnya perlu diamalkan dengan benar sebagai syarat sebelum menunaikan ibadah. Tayamum tersebut adalah cara thaharah atau bersuci jika seseorang tidak boleh terkena air atau dalam kondisi berhalangan yang lain.

Mengutip Panduan Shalat Lengkap & Juz 'Amma yang ditulis oleh Ahmad Najibuddin, tayamum dianggap sebagai rukhsah (keringanan) ketika tidak ada air. Sebab, bersucinya dilakukan dengan menggunakan tanah atau debu yang suci.

Anjuran untuk bersuci dengan tayamum termaktub dalam firman Allah surah Al Maidah ayat 6 yang berbunyi,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ۚ ŲˆŲŽØĨؐ؆ؒ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰Ų° ØŖŲŽŲˆŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØŗŲŽŲŲŽØąŲ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØŦŲŽØ§ØĄŲŽ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽØ§ØĻŲØˇŲ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų„ŲŽØ§Ų…ŲŽØŗŲ’ØĒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲØŗŲŽØ§ØĄŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŲˆØ§ Ų…ŲŽØ§ØĄŲ‹ ŲŲŽØĒŲŽŲŠŲŽŲ…Ų‘ŲŽŲ…ŲŲˆØ§ ØĩŲŽØšŲŲŠØ¯Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲŲŽØ§Ų…Ų’ØŗŲŽØ­ŲŲˆØ§ Ø¨ŲŲˆŲØŦŲŲˆŲ‡ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų ۚ Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲŠŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ؅ؐ؆ؒ Ø­ŲŽØąŲŽØŦŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ°ŲƒŲŲ†Ų’ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų Ų„ŲŲŠŲØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲØĒŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "... dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW juga telah menjelaskan tata cara tayamum dalam haditsnya,

ØŦŲŽØ§ØĄŲŽ ØąŲŽØŦŲŲ„ŲŒ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŲ…ŲŽØąŲŽ Ø¨Ų’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽØˇŲ‘ŲŽØ§Ø¨Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØĨؐ؆ؑؐ؉ ØŖŲŽØŦŲ’Ų†ŲŽØ¨Ų’ØĒŲ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØŖŲØĩŲØ¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§ØĄŲŽ . ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØšŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ØąŲ Ø¨Ų’Ų†Ų ŲŠŲŽØ§ØŗŲØąŲ Ų„ŲØšŲŲ…ŲŽØąŲŽ Ø¨Ų’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽØˇŲ‘ŲŽØ§Ø¨Ų ØŖŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ؁ؐ؉ ØŗŲŽŲŲŽØąŲ ØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲŲŽØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ، ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲŲŽØĒŲŽŲ…ŲŽØšŲ‘ŲŽŲƒŲ’ØĒŲ ŲŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ، ŲŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽØąŲ’ØĒŲ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲ‰Ų‘Ų - ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… - ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲ‰Ų‘Ų - ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… - ÂĢ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽŲƒŲ’ŲŲŲŠŲƒŲŽ Ų‡ŲŽŲƒŲŽØ°ŲŽØ§ Âģ . ŲŲŽØļŲŽØąŲŽØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲ‰Ų‘Ų - ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… - Ø¨ŲŲƒŲŽŲŲ‘ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŖŲŽØąŲ’ØļŲŽ ، ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØŽŲŽ ŲŲŲŠŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų…ŲŽØŗŲŽØ­ŲŽ Ø¨ŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲ‘ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų

Artinya: Ada seseorang mendatangi 'Umar bin Al Khattab, ia berkata, "Aku junub dan tidak bisa menggunakan air." 'Ammar bin Yasir lalu berkata pada 'Umar bin Khattab mengenai kejadian ia dahulu, "Aku dahulu berada dalam safar. Aku dan engkau sama-sama tidak boleh salat. Adapun aku kala itu mengguling-gulingkan badanku ke tanah, lalu aku salat. Aku pun menyebutkan tindakanku tadi pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, "Cukup bagimu melakukan seperti ini." Lantas beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mencontohkan dengan menepuk kedua telapak tangannya ke tanah, lalu beliau tiup kedua telapak tersebut, kemudian beliau mengusap wajah dan kedua telapak tangannya. (HR Bukhari)

Tata cara tayamum sedikit berbeda dengan tata cara bersuci dengan air seperti wudhu. Dikutip dari Kitab Bidayatul Hidayah oleh Imam Al-Ghazali, berikut tata cara tayamum dan niatnya dengan benar.

Tata Cara Tayamum dan Niatnya dengan Benar

1. Siapkan tanah berdebu atau debu yang bersih. Ulama memperbolehkan menggunakan debu yang berada di tembok, kaca, atau tempat lain yang dirasa bersih.

2. Disunnahkan menghadap kiblat, lalu letakkan kedua telapak tangan pada debu, dengan posisi jari-jari kedua telapak tangan dirapatkan.

3. Dalam keadaan tangan masih diletakkan di tembok atau debu, lalu ucapkan basmalah dan bacaan niat.

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲŠŲŽŲ…Ų‘ŲŲ…ŲŽ Ų„ŲØ§ØŗŲ’ØĒŲØ¨ŲŽØ§Ø­ŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ؄؄؇ؐ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Bacaan latin: Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah Ta'ala."

Niat di atas diamalkan apabila seorang muslim hendak mengerjakan salat. Berbeda halnya jika ingin melakukan ibadah lain, seperti membaca Al-Qur'an atau lainnya, bacaan niat tayamum disesuaikan dengan tujuan bersuci.

4. Kemudian, usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah. Berbeda dengan wudhu, dalam tayamum tidak diharuskan untuk mengusapkan debu pada bagian-bagian yang ada di bawah rambut atau bulu wajah, baik yang tipis maupun yang tebal.

Dianjurkan untuk berusaha meratakan debu pada seluruh bagian wajah. Dan itu cukup dengan satu kali menyentuh debu, sebab pada dasarnya lebar wajah tidak melebihi lebar dua telapak tangan. Sehingga meratakan debu di wajah, cukup mengandalkan dugaan yang kuat (ghalibuzhan).

5. Selanjutnya bagian tangan, sementara lepaskan cincin bila ada di jari, dan letakkan kembali telapak tangan pada debu, kali ini jari tangan direnggangkan. Lalu tengadahkan kedua telapak tangan, dengan posisi telapak tangan kanan di atas tangan kiri. Rapatkan jari-jari tangan, dan usahakan ujung jari kanan tidak keluar dari telunjuk jari kiri, atau telunjuk kanan bertemu dengan telunjuk kiri.

6. Telapak tangan kiri mengusap lengan kanan hingga ke siku. Kemudian, tangan kanan diputar untuk diusapkan juga sisi lengan kanan yang lain, dan telapak tangan mengusap dari siku hingga dipertemukan kembali jempol kiri mengusap jempol kanan. Lakukan hal yang sama pada tangan kiri seperti tadi.

7. Pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya.

8. Setelah tayamum, dianjurkan juga oleh sebagian ulama untuk membaca doa bersuci, seperti halnya doa berikut ini.

ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡ŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŲŠ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŲŠ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲŽØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŲŠ ؅ؐ؆ؒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲØ­ŲŽŲ…Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽØŒ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØŒ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ

Bacaan latin: Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj'alni minat tawwaabiina, waj'alni minal mutatohhirina, waj'alni min 'ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Artinya: "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu."

Menurut Mazhab Syafi'i dalam buku Panduan Lengkap Shalat menurut Empat Imam Madzhab oleh Syaikh Abdul Qadir Ar-Rahbawi dan H. Ahmad Yaman, Lc, tayamum harus diniatkan untuk melakukan salat dan tidak boleh diniatkan untuk mengangkat hadats. Sebab, tayamum hanyalah thaharah (bersuci) untuk keadaan darurat, sehingga tidak dapat menjadi ibadah yang sempurna.

Niat tayamum juga hanya berlaku untuk satu kali salat wajib. Namun, masih bisa digunakan untuk melaksanakan salat sunnah atau ketika hendak memegang Al-Qur'an.




(rah/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads