Ini Alasan Malaikat Selalu Taat Kepada Allah SWT

Ini Alasan Malaikat Selalu Taat Kepada Allah SWT

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 14 Feb 2023 08:00 WIB
Ini Alasan Malaikat Selalu Taat Kepada Allah SWT
Ini Alasan Selalu Taat Kepada Allah SWT (Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined)
Jakarta -

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang selalu patuh dan taat kepada perintah-Nya. Keberadaan malaikat dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits, salah satunya pada surat An Nisa ayat 136.

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ Ø¨ŲŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡ŲÛĻ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ŲƒŲØĒŲŽŲ°Ø¨Ų ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ Ų†ŲŽØ˛Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡ŲÛĻ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ŲƒŲØĒŲŽŲ°Ø¨Ų ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰Ų“ ØŖŲŽŲ†Ø˛ŲŽŲ„ŲŽ ؅ؐ؆ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽŲƒŲ’ŲŲØąŲ’ Ø¨ŲŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲƒŲŽØĒؐ؇ؐÛĻ ŲˆŲŽŲƒŲØĒŲØ¨ŲŲ‡ŲÛĻ ŲˆŲŽØąŲØŗŲŲ„ŲŲ‡ŲÛĻ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲąŲ„Ų’ØĄŲŽØ§ØŽŲØąŲ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØļŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ØļŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų„Ų‹Ûĸا Ø¨ŲŽØšŲŲŠØ¯Ų‹Ø§

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, mempercayai keberadaan malaikat menjadi salah satu bagian dari rukun iman dalam Islam. Setiap muslim harus meyakini dan mengimani sifat-sifat malaikat.

Mengutip dari buku Pengantar Ilmu Tauhid oleh A Muzammil Alfan Nasrullah MAg, malaikat berasal dari kata "malak" yang artinya adalah kekuatan. Dalam agama Islam, terdapat 10 malaikat yang wajib diketahui, antara lain yaitu:

ADVERTISEMENT
  • Malaikat Jibril
  • Malaikat Mikail
  • Malaikat Israfil
  • Malaikat Izrail
  • Malaikat Munkar
  • Malaikat Nakir
  • Malaikat Raqib
  • Malaikat Atid
  • Malaikat Ridwan
  • Malaikat Malik

Sementara itu, jumlah malaikat secara pasti tidak diketahui, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sebagai makhluk ghaib, wujud malaikat tidak dapat terlihat oleh manusia, kecuali para nabi dan rasul yang dapat menyaksikan sesuai kehendak Allah SWT.

Mengapa Malaikat Selalu Taat Kepada Allah SWT?

Dalil mengenai malaikat yang selalu patuh kepada perintah Allah terdapat dalam Al-Qur'an surat At Tahrim ayat 6, berikut bunyinya.

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ Ų‚ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØŖŲŽŲ†ŲŲØŗŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ Ų†ŲŽØ§ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲˆØ¯ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ø­ŲØŦŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲƒŲŽØŠŲŒ ØēŲŲ„ŲŽØ§Ø¸ŲŒ Ø´ŲØ¯ŲŽØ§Ø¯ŲŒ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ŲŠŲŽØšŲ’ØĩŲŲˆŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų…ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲŲ’ØšŲŽŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,"

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag), ayat tersebut berisi mengenai perintah Allah SWT kepada orang-orang beriman agar menjaga dirinya dari api neraka dan bahan bakarnya yang terdiri dari manusia dan batu, dengan cara taat dan patuh melaksanakan segala perintah-Nya.

Pada akhir ayat Allah SWT menegaskan bahwa malaikat adalah makhluk yang selalu patuh pada perintah-Nya. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu mengerjakan apa yang diperintah-Nya.

Malaikat merupakan makhluk Allah yang memang diciptakan untuk taat kepada-Nya. Mereka selalu sujud kepada Allah dan tidak pernah berbuat dosa, sebagaimana disebutkan dalam surat An Nahl ayat 49.

ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ų…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ؅ؐ؆ Ø¯ŲŽØ§Ų“Ø¨Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲƒŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri,"

Malaikat adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya, serta menjalankan semua tugas-tugas-Nya, hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al Anbiya ayat 19-20.

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų…ŲŽŲ† ؁ؐ؉ ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØšŲŲ†Ø¯ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØĒؐ؇ؐÛĻ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ØŗŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih," (QS Al Anbiya ayat 19).

ŲŠŲØŗŲŽØ¨Ų‘ŲØ­ŲŲˆŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØąŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲŲ’ØĒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya," (QS Al Anbiya ayat 20).

Ustaz Syamsuddin Noor SAg dalam bukunya yang bertajuk Mengungkap Rahasia Shalat Para Nabi menjelaskan, ada yang berpendapat bahwa malaikat sangat takut kepada Allah jika mereka ditimpakan azab.

Oleh karenanya, para malaikat selalu taat dan patuh kepada perintah Allah SWT. Mereka merupakan makhluk yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan apapun yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Selain itu, malaikat juga diberi janji dan ancaman oleh Allah, mereka selalu berharap atas kemuliaan-Nya.

Dalam sebuah riwayat hadits nabi dikatakan bahwa malaikat yang berada di langit ketujuh terus-menerus sujud, sebagaimana diperintahkan oleh Allah sejak mereka diciptakan hingga hari kiamat tiba.

Saking patuhnya, mereka tidak pernah bangun dari sujud karena takut kepada Allah. Kelak, ketika hari kiamat datang barulah mereka mengangkatkan kepalanya dan berkata, "Ya Tuhan, tidaklah kami beribadah kepada-Mu karena haknya menyembah-Mu," Demikian Diterangkan oleh Imam Haqqi dalam Tafsir Al-Haqqi.

Kemudian, dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa sifat ketaatan ini adalah bagian dari fitrah penciptaannya. Pada malaikat, ditanamkan sifat taat yang mustahil baginya untuk mendurhakai Allah SWT.

Dijelaskan dalam buku Tafsir Al-Qur'an Majid An-Nur yang disusun oleh Prof Dr Teungku Muhammad, ketaatan malaikat didasarkan pada tabiat penciptaannya. Sementara itu, kedurhakaan mereka tidak berdasar pada tabiatnya, inilah alasan mengapa malaikat selalu taat kepada Allah.




(aeb/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads