Doa Safar Mudik Lebaran Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Doa Safar Mudik Lebaran Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 14 Mar 2026 19:00 WIB
Ilustrasi Mudik Lebaran
Ilustrasi Mudik Lebaran (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Mudik Lebaran merupakan tradisi yang sangat dinantikan oleh umat Islam di Indonesia. Perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman tentu memerlukan persiapan yang matang, termasuk mempersiapkan diri dengan doa safar agar perjalanan diberikan keselamatan, kemudahan, dan keberkahan oleh Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa doa yang dianjurkan ketika hendak bepergian, saat di perjalanan, hingga ketika tiba di tempat tujuan. Doa-doa ini diriwayatkan dalam berbagai hadits dan juga dijelaskan dalam Buku Pedoman Safar terbitan Pustaka Ibnu 'Umar.

Dzikir dan Doa Orang yang Bepergian

Berikut kumpulan doa safar mudik Lebaran lengkap Arab, latin, dan artinya yang bisa diamalkan sebelum dan selama perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Doa Musafir kepada Orang yang Ditinggalkan

Sebelum berangkat mudik atau bepergian jauh, seorang musafir dianjurkan berpamitan sambil mendoakan keluarga yang ditinggalkan.

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

ADVERTISEMENT

Latin: Astawdi'ukumullāhalladzī lā taḍī'u wadāi'uh.

Artinya: "Aku titipkan kalian kepada Allah, yang tidak akan hilang titipan-Nya."

2. Doa Orang yang Ditinggalkan kepada Musafir

Orang yang ditinggalkan juga dianjurkan mendoakan keselamatan bagi orang yang sedang bepergian.

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ.

Latin: Astawdi'ullāha dīnak, wa amānatak, wa khawātīma 'amalik

Artinya: "Aku menitipkan agamamu, amanatmu dan kesudahan amalmu kepada Allah."

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ.

Latin: Zawwadakallāhut-taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal-khaira haitsu mā kunta.

Artinya: "Semoga Allah memberi bekal takwa kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana saja kamu berada."

3. Doa Naik Kendaraan Saat Mudik

Ketika sudah berada di kendaraan seperti mobil, motor, bus, kereta, atau pesawat, dianjurkan membaca doa berikut.

بِسْمِ اللهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ، .. سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنقَلِبُونَ

الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Latin: Bismillāh, alhamdulillāh. Subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Alhamdulillāh (3x)
Allāhu akbar (3x)
Subhānaka innī ẓhalamtu nafsī faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: "Dengan menyebut Nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat).' (QS Az-Zukhruf: 13-14)

Segala puji bagi Allah (3x), Allah Mahabesar (3x), Mahasuci Engkau, Sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

4. Doa Bepergian

Doa ini dibaca ketika perjalanan dimulai.

اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، ... سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ, وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنقَلِبُونَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِيْ الأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ.

Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Subhaanal-ladzii sakh-khara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal-birra wat-taqwaa, wa minal 'amali maa tardhaa.

Allaahumma hawwin 'alaynaa safaranaa haadzaa, wath-wi 'annaa bu'dah.

Allaahumma antas-shaahibu fis-safari, wal khaliifatu fil ahli.

Allaahumma innii a'uudzu bika min wa'tsaa-is-safari, wa ka-aabatil manzhari, wa suu-il munqalabi fil maali wal ahli.

Artinya: "Allah Maha Besar (3x). 'Mahasuci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat).' (QS Az-Zukhruf: 13-14)

Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, dan kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku) yang ditinggalkan. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga."

5. Doa Ketika Pulang dari Safar

Apabila kembali (dari bepergian), maka doa di atas dibaca, dan ditambah:

آ يِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ.

Latin: Aa-yibuuna, taa-ibuuna, 'aabiduuna, lirabbinaa haamiduun.

Artinya: "Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Rabb kami

6. Doa Masuk Desa atau Kota

Ketika memasuki daerah baru atau kota tujuan saat mudik, dianjurkan membaca doa berikut.

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الْأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ، وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ أَهْلِهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا .

Latin: Allaahumma rabbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa rabbal-aradhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa rabbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa rabbar-riyaahi wa maa dzarayna.

As-aluka khayra haadzihil-qaryati, wa khayra ahlihaa, wa khayra maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa, wa syarri ahlihaa, wa syarri maa fiihaa.

Artinya: "Ya Allah, Rabb tujuh petala langit dan apa yang dinaunginya, Rabb penguasa tujuh lapis bumi dan apa yang di atasnya, Rabb yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Rabb yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya."

7. Takbir dan Tasbih Saat Perjalanan

Dalam perjalanan, Rasulullah SAW juga mengajarkan membaca dzikir sesuai kondisi jalan.

قَالَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ : كُنَّا إِذَاصَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا.

Artinya: Jabir bin 'Abdillah, dia berkata: "Apabila berjalan naik, kami membaca takbir, dan apabila turun, kami membaca tasbih."

Takbir: اللَّهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar)

Tasbih: سُبْحَانَ اللهِ (Maha Suci Allah)

8. Doa apabila Kendaraan Tergelincir

Jika kendaraan tergelincir atau terjadi hal tak terduga saat perjalanan, dianjurkan membaca:

بِسْمِ اللهِ

Latin: Bismillah

Artinya: "Dengan Nama Allah."

9. Doa Musafir Ketika Menjelang Subuh

Ketika mendekati waktu subuh saat dalam perjalanan, dianjurkan membaca doa berikut:

سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ ، وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبَنَا، وَأَفْضِل عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ.

Latin: Samma'a saami'un bihamdillaah, wa husni balaa-ihi 'alaynaa. Rabbanaa shaahibnaa, wa afdhil 'alaynaa 'aa-idzam billaahi minan-naar.

Artinya: "Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah (atas nikmat) dan cobaan-Nya yang baik kepada kami. Wahai Rabb kami, dampingilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api Neraka. "

10. Doa Ketika Singgah di Suatu Tempat

Jika singgah atau beristirahat di suatu tempat selama perjalanan, bacalah doa ini:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.

Latin: A'ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya. "

Wallahu a'lam.




(hnh/kri)
ramadan penuh hikmah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads