Tata Cara Mengkafani Jenazah Laki-laki dan Perempuan

Tata Cara Mengkafani Jenazah Laki-laki dan Perempuan

Kristina - detikHikmah
Sabtu, 03 Des 2022 12:00 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi tata cara mengkafani jenazah laki-laki dan perempuan. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Salah satu kewajiban muslim atas muslim lainnya yang meninggal dunia adalah mengkafaninya. Ada sedikit perbedaan tata cara mengkafani jenazah antara laki-laki dan perempuan.

Muhammad Jawad Mughniyah mengatakan dalam Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah, semua ulama mazhab sepakat bahwa hukum mengkafani jenazah adalah wajib. Adapun, jumlah kain kafan yang diwajibkan sebanyak sehelai kain yang dapat menutupi semua tubuh jenazah, sedangkan sunnahnya menggunakan tiga helai kain.

Dalil mengenai kewajiban mengkafani jenazah bersandar pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Jabir. Rasulullah SAW bersabda,

"Apabila salah seorang dari kamu mengkafani saudaranya, maka hendaklah ia mengkafaninya dengan baik." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

Tata Cara Mengkafani Jenazah

Melansir buku Panduan Praktis Shalat Jenazah dan Perawatan Jenazah karya Ahmad Fathoni El-Kaysi, berikut tata cara mengkafani jenazah laki-laki dan perempuan.

1. Jenazah Laki-laki

  • Gelar sehelai tikar.
  • Letakkan 5 utas tali, yakni 3 panjang dan 2 pendek. Sebanyak 3 tali panjang digunakan untuk sikut, pinggang, dan lutut, sedangkan 2 tali pendek untuk mengikat ujung kepala/pocong dan ujung kaki. Jumlah tali ini bukan wajib, artinya boleh disesuaikan.
  • Gelar kain ke-1 (kain pembungkus seluruh tubuh) di atas kelima utas tali tadi. Sehingga, nantinya setelah jenazah diletakkan di atasnya, kain tersebut terletak di bagian kanan jenazah.
  • Gelar kain ke-2 (pembungkus seluruh tubuh) di sebelah kain ke-1 selebar punggung jenazah dan ditumpangkan di atas tepi kain ke-1. Sehingga, ketika jenazah diletakkan di atasnya, kain tersebut terletak di bagian kiri badan jenazah.
  • Hamparkan kain ke-3 di atas kedua lembar kain yang sebelumnya, dan letakkan pada bagian pinggang sampai kaki jenazah.
  • Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana, dan wewangian lain di atas susunan kain tersebut.
  • Kemudian, angkat jenazah dan letakkan di atas kain kafan yang telah disiapkan tadi.
  • Tutuplah dahi, hidung, dua telapak tangan, lutut, jari-jari kaki jenazah dengan kapas. Termasuk lubang dubur, lubang hidung, dan kedua telinga.
  • Mulailah membungkus jenazah dengan diawali dari kain yang ke-3 (yang paling atas atau sarungnya) lalu disusul kain ke-2 dan ke-1 secara berurutan.
  • Ikat bagian siku, pinggang, lutut, kaki, dan atas kepalanya dengan tali yang telah disiapkan tadi.
  • Sebaiknya tali pocong diikat ketika jenazah akan diberangkatkan ke pemakaman.

2. Jenazah Perempuan

  • Gelar sehelai tikar.
  • Letakkan 5 utas tali, yakni 3 panjang dan 2 pendek. Sebanyak 3 tali panjang digunakan untuk sikut, pinggang, dan lutut, sedangkan 2 tali pendek untuk mengikat ujung kepala/pocong dan ujung kaki.
  • Gelar kain ke-1 (kain pembungkus seluruh tubuh).
  • Gelar kain ke-2 (pembungkus seluruh tubuh) di sebelah kain ke-1.
  • Buatlah baju kurung tidak berjahit dengan kain ke-3. Caranya dengan mengukur panjang badan jenazah dari punggung hingga kaki, lalu ambil kain kafan 2 kali lipatnya. Lipat kain tersebut hingga menjadi 2 lapisan. Buatlah lubang pas di tengah lipatan kain, selebar kepala jenazah. Lalu, buka lipatan tersebut dan letakkan di atas kain ke-1 dan ke-2 sebelumnya.
  • Gelar kain ke-4 (untuk sarung) dan letakkan di bagian pinggang sampai kaki jenazah.
  • Buatlah celana dalam tak berjahit (seperti popok bayi) dan letakkan di atas kain ke-4 searah alat kelaminnya.
  • Taruhlah sedikit kain yang cukup untuk membuat kerudung di atas kain ke-3 atau baju kurung searah kepalanya.
  • Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana, dan wewangian lain di atas susunan kain tersebut.
  • Kemudian, angkat jenazah dan letakkan di atas kain kafan yang telah disiapkan tadi.
  • Tutuplah dahi, hidung, dua telapak tangan, lutut, jari-jari kaki jenazah dengan kapas. Termasuk lubang dubur, lubang hidung, dan kedua telinga.
  • Mulailah membungkus jenazah dengan diawali dari mengenakan celana dalamnya, lalu membungkus dengan sarungnya, mengenakan kerudungnya, memasang baju kurungnya dengan memasukkan kepala jenazah pada lubang baju kurung dan menutupkan kembali baju kurung yang telah dibuka bagian depannya. Lalu, bungkus dengan kain ke-2 dan disusul kain ke-1.
  • Ikat bagian siku, pinggang, lutut, kaki, dan atas kepalanya dengan tali yang telah disiapkan tadi.

Hal-hal Sunnah dalam Mengkafani Jenazah

Ada sejumlah hal-hal yang disunnahkan dalam mengkafani jenazah. Mulai dari jenis kain kafan hingga jumlah kain kafan untuk jenazah. Mengutip buku Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dan Tata Cara Mengurus Jenazah karya Husnan M. Thaib, berikut di antaranya:

  • Hendaknya menggunakan kain kafan yang bagus, bersih, dan menutupi seluruh tubuh mayat.
  • Sebaiknya kain kafan berwarna putih.
  • Jumlah kain kafan untuk jenazah laki-laki hendaknya 3 lapis, sedangkan bagi jenazah perempuan 5 lapis (pendapat lain menyebut 6 lapis).
  • Sebelum menggunakan kain kafan untuk membungkus jenazah, hendaknya diberi wewangian terlebih dahulu.
  • Tidak berlebihan dalam mengkafani jenazah.


Simak Video "Momen Damkar Evakuasi Jenazah Seberat 185 Kg dari Rumah di Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)