Bacaan Niat Sholat Ghaib Lengkap dengan Tata Cara Sholatnya

Bacaan Niat Sholat Ghaib Lengkap dengan Tata Cara Sholatnya

Awalia Ramadhani - detikHikmah
Jumat, 18 Nov 2022 14:30 WIB
Infografis Tata Cara Sholat Ghaib
Ilustrasi niat dan tata cara sholat ghaib. Foto: Luthfi Syaban/detikcom
Jakarta - Sebelum mengetahui niat sholat ghaib dan tata caranya, alangkah lebih baik mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sholat ghaib.

Mengutip Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunnah) oleh Saeful Hadi El Sutha, sholat ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan seseorang baik terhadap keluarga, kerabat, atau orang tertentu yang meninggal dunia di tempat yang jauh, sehingga jenazah orang yang akan disholatkan tidak ada di hadapan orang yang mensholatkannya.

Berdasarkan sumber buku lain dari Tata Cara Sholat Lengkap yang dicintai Allah oleh Yoli Hemdi, adanya sholat ghaib ini menjadi salah satu kemudahan dalam Islam. Apabila ada yang meninggal dunia di tempat yang jauh, maka kita tetap bisa melaksanakan sholat walaupun tidak melihat jenazahnya secara langsung.

Hal ini sesuai dengan fatwa yang disampaikan oleh Ibnu Taimiyah bahwa:

"Yang benar bahwa jenazah gaib bila di suatu negeri yang sama sekali tidak ada menshalatkannya, maka kita sholatkan dengan sholat gaib, sebagaimana sholat yang dilakukan oleh Nabi SAW kepada An-Najasyi yang wafat di negeri kafir dan tidak ada yang mensholatkannya. Namun bila sudah disholatkan maka tidak perlu lagi sholat ghaib atasnya, karena kewajiban untuk mesholatkan sudah gugur dengan sudah disholatkannya oleh umat Islam."

Jadi sebenarnya sholat ghaib adalah sholat jenazah, hanya saja dilakukan di tempat yang berbeda dengan jenazah saat itu dan bacaan niatnya berbeda.

Berikut ini adalah bacaan niatnya yang dapat diketahui:

Niat Sholat ghaib untuk Jenazah Laki-laki

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلاَنٍ) اَلْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ إِمَامًا / مَأْمُوْماً لله تَعَالَى.

Bacaan latin: Ushallii 'ala mayyiti (fulaan) al-ghaa'ibi arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillaahi Ta'alaa.

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat untuk mayit (si Fulan, disebut namanya) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Ghaib untuk Jenazah Perempuan

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلاَنَةٍ ) الْغَائِبَةٍ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الكِفَايَة إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

Bacaan latin: Ushalli 'ala mayyitati (fulanah) al-ghaibah arba'a takbiiriatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat untuk mayit (si Fulanah, disebut namanya) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Ghaib untuk Jenazah yang Tidak Diketahui

أُصَلِّي عَلىٰ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالىٰ

Bacaan latin: Ushalli ala man shola alaihi arba'a takbiroti fardhol kifayati ma'muman/imaaman lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat sholat ghaib sebagai imam/makmum atas mayit yang disholati dengan empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta'ala."


Tata Cara Sholat Ghaib

Cara mengerjakan sholat ghaib, sama seperti ketika melaksanakan sholat jenazah, hanya saja berbeda lafal niat dan lokasi yang jauh dari si jenazah, berikut adalah tata caranya, hal ini dikutip dari Kitab Lengkap Panduan Sholat oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, Ma dan Abdurrahim Hamdi, MA.

1. Berdiri (bagi yang mampu) dan mengucapkan niat seperti bacaan di atas.

2. Takbiratul ihram seperti sholat biasa.

3. Kemudian membaca Al-Fatihah.

4. Takbir kedua membaca sholawat berikut:

اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan latin: Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa shollaita ala ibrahim wa ala aali ibrahim. Wa barik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kama barakta ala ibrahim wa ala ali ibrahim. Innaka hamidun majiid.

5. Takbir ketiga membaca doa untuk mayit berikut:

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Bacaan latin: Allahummaghfir lahu warhamhu waafihi wafuanhu, wa akrim nuzulahu, wawassi' madkholahu, waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minal danasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa adzaaban naari.

6. Takbir ke empat membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan


اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

Bacaan latin: Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba'dahu waghfirlanaa walahu. Waliikhwaninalladzinasabaquunabiliimaani walaa taj'al fii quluubina ghillallilladzina aamanuu robbanaa innaka rouufurrohiim

7. Salam dengan menghadap kanan terlebih dahulu.

Itulah pembahasan mengenai bacaan niat shalat ghaib dan tata cara shalat ghaib yang dapat kita ketahui.



Simak Video "Momen Damkar Evakuasi Jenazah Seberat 185 Kg dari Rumah di Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)