Diriwayatkan lewat beberapa hadits saat para istri Rasulullah SAW meminta uang tambahan belanja. Para istri Rasulullah SAW menganggap nafkah yang diberikan masih kurang.
Dalam ajaran Islam, suami wajib memberikan nafkah bagi istri dan juga keluarganya. Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surat An Nisa ayat 34:
ŲąŲØąŲŲØŦŲØ§ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ°Ų ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲØŗŲØ§ŲØĄŲ بŲŲ ŲØ§ ŲŲØļŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲØļŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲŲ° Ø¨ŲØšŲØļŲ ŲŲØ¨ŲŲ ŲØ§Ų ØŖŲŲŲŲŲŲŲØ§Û Ų ŲŲŲ ØŖŲŲ ŲŲŲŲ°ŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲąŲØĩŲŲŲ°ŲŲØŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲ°ŲŲØĒŲŲ°ØĒŲ ØŲŲ°ŲŲØ¸ŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲŲŲØēŲŲŲØ¨Ų بŲŲ ŲØ§ ØŲŲŲØ¸Ų ŲąŲŲŲŲŲŲ Û ŲŲŲąŲŲŲŲ°ØĒŲŲ ØĒŲØŽŲاŲŲŲŲŲ ŲŲØ´ŲŲØ˛ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲظŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲąŲŲØŦŲØąŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲąŲŲŲ ŲØļŲØ§ØŦŲØšŲ ŲŲŲąØļŲØąŲبŲŲŲŲŲŲŲ Û ŲŲØĨŲŲŲ ØŖŲØˇŲØšŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØ¨ŲØēŲŲØ§Û ØšŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØŗŲØ¨ŲŲŲŲØ§ Û ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲŲØąŲا
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arab-Latin: Ar-rijÄlu qawwÄmáģĨna 'alan-nisÄ`i bimÄ faá¸á¸alallÄhu ba'á¸ahum 'alÄ ba'á¸iw wa bimÄ anfaqáģĨ min amwÄlihim, faášŖ-ášŖÄliá¸ĨÄtu qÄnitÄtun á¸ĨÄfiáēÄtul lil-gaibi bimÄ á¸ĨafiáēallÄh, wallÄtÄĢ takhÄfáģĨna nusyáģĨzahunna fa'iáēáģĨhunna wahjuráģĨhunna fil-maá¸Äji'i waá¸ribáģĨhunn, fa in aáša'nakum fa lÄ tabgáģĨ 'alaihinna sabÄĢlÄ, innallÄha kÄna 'aliyyang kabÄĢrÄ
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW oleh Fuad Abdurahman, suatu hari semua istri Rasulullah SAW berkumpul dan saling melontarkan keluhan. Mereka merasa tidak mendapatkan nafkah dan perhiasan yang layak. Dalam arti lain, mereka meminta nafkah lebih sebagai tambahan uang belanja.
Rasulullah SAW yang mendengar keluhan ini kemudian memberi dua pilihan yakni bersabar hidup apa adanya dengan beliau atau hidup mewah tetapi berpisah dari beliau
Sebagai seorang kepala rumah tangga yang mencintai para istrinya, Rasulullah SAW merasa gundah atas keluhan ini. Sampai beliau menampilkan wajah muram.
Tak lama setelah kejadian ini, dua sahabat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab mendatangi rumah beliau dan mendapati wajah Rasulullah SAW yang muram. Kedua sahabat yang juga mertua Rasulullah SAW ini akhirnya mengerti bahwa kegundahan berakar dari para istrinya. Karena saat itu para istri Rasulullah SAW tengah berkumpul.
Abu Bakar dan Umar kemudian berusaha meredakan kegundahan beliau.
Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, seandainya aku mendapati putriku menuntut nafkah kepadamu, aku pasti akan mencekik lehernya," ujar Abu Bakar yang tak lain adalah ayah dari Aisyah.
Umar pun mengucapkan kata-kata yang sama berkaitan dengan putrinya, Hafshah.
Setelah itu, dua sahabat Rasulullah SAW ini menemui putrinya masing-masing. Tanpa pikir panjang, mereka ini mencekik leher putrinya, ada riwayat yang menyebutkan memukul tengkuk, seraya menghardik,
"Kamu menuntut sesuatu yang tidak sepatutnya kepada Rasulullah SAW!"
Mendengar sang ayah marah, istri Rasulullah SAW ini lantas memberi jawaban, "Demi Allah, kami tidak akan menuntut sesuatu yang tidak dimiliki Rasululah SAW," jawab Aisyah dan Hafshah.
Dari kejadian ini, Rasulullah SAW kemudian meninggalkan istri-istrinya selama satu bulan, ada yang menyebut 29 hari dan 30 hari. Pada saat ini pula Rasulullah SAW menerima wahyu Allah lewat surat Al-Ahzab ayat 28-29:
Surat Al-Ahzab Ayat 28
ŲŲŲ°ŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§ ŲąŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØŖŲØ˛ŲŲŲŲ°ØŦŲŲŲ ØĨŲŲ ŲŲŲØĒŲŲŲŲ ØĒŲØąŲدŲŲŲ ŲąŲŲØŲŲŲŲŲ°ØŠŲ ŲąŲØ¯ŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ˛ŲŲŲŲØĒŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲØšŲاŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲ ŲØĒŲŲØšŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØŗŲØąŲŲØŲŲŲŲŲŲ ØŗŲØąŲاØŲا ØŦŲŲ ŲŲŲŲØ§
Arab-Latin: YÄ ayyuhan-nabiyyu qul li`azwÄjika ing kuntunna turidnal-á¸ĨayÄtad-dun-yÄ wa zÄĢnatahÄ fa ta'Älaina umatti'kunna wa usarriá¸Ĩkunna sarÄá¸Ĩan jamÄĢlÄ
Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
Surat Al-Ahzab Ayat 29
ŲŲØĨŲŲ ŲŲŲØĒŲŲŲŲ ØĒŲØąŲدŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲÛĨ ŲŲŲąŲØ¯ŲŲØ§ØąŲ ŲąŲŲØĄŲØ§ØŽŲØąŲØŠŲ ŲŲØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ØŖŲØšŲدŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲØŲØŗŲŲŲŲ°ØĒŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲ ØŖŲØŦŲØąŲا ØšŲØ¸ŲŲŲ ŲØ§
Arab-Latin: Wa ing kuntunna turidnallÄha wa rasáģĨlaháģĨ wad-dÄral-Äkhirata fa innallÄha a'adda lil-muá¸ĨsinÄti mingkunna ajran 'aáēÄĢmÄ
Artinya: Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.
Jabir bin Abdullah meriwayatkan, "Lalu, Nabi mendatangi 'Aisyah."
Disebutkan, bahwa Rasulullah SAW mengatakan kepada istrinya, Aisyah akan turunnya ayat ini. Beliau berpesan agar ia tidak tergesa-gesa dalam memberikan jawaban.
Aisyah kemudian berkata, "Apakah dalam memilih engkau aku harus meminta pendapat kepada kedua orang tuaku?" tanya Aisyah. Dan kemudian ia menjawab tegas, "Aku memilih Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat."
Rasulullah SAW kemudian menyampaikan, "Tidaklah seorang pun dari mereka yang bertanya, melainkan aku akan memberikan jawabannya."
Jabir menutup penuturannya sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dengan menyampaikan sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah SWT tidak mengutusku sebagai seorang yang menyusahkan ataupun menjerumuskan orang lain pada kesusahan," pungkas beliau, "Allah mengutusku sebagai pemberi pelajaran dan kemudahan."
(dvs/erd)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru