Saat Istri Minta Uang Belanja Lebih, Begini Sikap Rasulullah SAW

Saat Istri Minta Uang Belanja Lebih, Begini Sikap Rasulullah SAW

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 13 Nov 2022 15:00 WIB
Saat Istri Minta Uang Belanja Lebih, Begini Sikap Rasulullah SAW
Ilustrasi wanita muslimah Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta -

Diriwayatkan lewat beberapa hadits saat para istri Rasulullah SAW meminta uang tambahan belanja. Para istri Rasulullah SAW menganggap nafkah yang diberikan masih kurang.

Dalam ajaran Islam, suami wajib memberikan nafkah bagi istri dan juga keluarganya. Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surat An Nisa ayat 34:

ŲąŲ„ØąŲ‘ŲØŦŲŽØ§Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ°Ų…ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲØŗŲŽØ§Ų“ØĄŲ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŽØļŲ‘ŲŽŲ„ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲ ŲˆŲŽØ¨ŲŲ…ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŽŲ†ŲŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽŲ°Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ۚ ŲŲŽŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ°Ų„ŲØ­ŲŽŲ°ØĒŲ Ų‚ŲŽŲ°Ų†ŲØĒŲŽŲ°ØĒ، Ø­ŲŽŲ°ŲŲØ¸ŲŽŲ°ØĒ، ؄ؑؐ؄ؒØēŲŽŲŠŲ’Ø¨Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ Ø­ŲŽŲŲØ¸ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ۚ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų‘ŲŽŲ°ØĒؐ؉ ØĒŲŽØŽŲŽØ§ŲŲŲˆŲ†ŲŽ Ų†ŲØ´ŲŲˆØ˛ŲŽŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲŲŽØšŲØ¸ŲŲˆŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽŲąŲ‡Ų’ØŦŲØąŲŲˆŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽØļŲŽØ§ØŦŲØšŲ ŲˆŲŽŲąØļŲ’ØąŲØ¨ŲŲˆŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ۖ ŲŲŽØĨؐ؆ؒ ØŖŲŽØˇŲŽØšŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¨Ų’ØēŲŲˆØ§ÛŸ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ۗ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠØąŲ‹Ø§

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab-Latin: Ar-rijālu qawwāmáģĨna 'alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba'ḍahum 'alā ba'ḍiw wa bimā anfaqáģĨ min amwālihim, faášŖ-ášŖÄliá¸Ĩātu qānitātun á¸Ĩāfiáē“ātul lil-gaibi bimā á¸Ĩafiáē“allāh, wallātÄĢ takhāfáģĨna nusyáģĨzahunna fa'iáē“áģĨhunna wahjuráģĨhunna fil-maḍāji'i waḍribáģĨhunn, fa in aáš­a'nakum fa lā tabgáģĨ 'alaihinna sabÄĢlā, innallāha kāna 'aliyyang kabÄĢrā

Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW oleh Fuad Abdurahman, suatu hari semua istri Rasulullah SAW berkumpul dan saling melontarkan keluhan. Mereka merasa tidak mendapatkan nafkah dan perhiasan yang layak. Dalam arti lain, mereka meminta nafkah lebih sebagai tambahan uang belanja.

Rasulullah SAW yang mendengar keluhan ini kemudian memberi dua pilihan yakni bersabar hidup apa adanya dengan beliau atau hidup mewah tetapi berpisah dari beliau

Sebagai seorang kepala rumah tangga yang mencintai para istrinya, Rasulullah SAW merasa gundah atas keluhan ini. Sampai beliau menampilkan wajah muram.

Tak lama setelah kejadian ini, dua sahabat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab mendatangi rumah beliau dan mendapati wajah Rasulullah SAW yang muram. Kedua sahabat yang juga mertua Rasulullah SAW ini akhirnya mengerti bahwa kegundahan berakar dari para istrinya. Karena saat itu para istri Rasulullah SAW tengah berkumpul.

Abu Bakar dan Umar kemudian berusaha meredakan kegundahan beliau.

Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, seandainya aku mendapati putriku menuntut nafkah kepadamu, aku pasti akan mencekik lehernya," ujar Abu Bakar yang tak lain adalah ayah dari Aisyah.

Umar pun mengucapkan kata-kata yang sama berkaitan dengan putrinya, Hafshah.

Setelah itu, dua sahabat Rasulullah SAW ini menemui putrinya masing-masing. Tanpa pikir panjang, mereka ini mencekik leher putrinya, ada riwayat yang menyebutkan memukul tengkuk, seraya menghardik,

"Kamu menuntut sesuatu yang tidak sepatutnya kepada Rasulullah SAW!"

Mendengar sang ayah marah, istri Rasulullah SAW ini lantas memberi jawaban, "Demi Allah, kami tidak akan menuntut sesuatu yang tidak dimiliki Rasululah SAW," jawab Aisyah dan Hafshah.

Dari kejadian ini, Rasulullah SAW kemudian meninggalkan istri-istrinya selama satu bulan, ada yang menyebut 29 hari dan 30 hari. Pada saat ini pula Rasulullah SAW menerima wahyu Allah lewat surat Al-Ahzab ayat 28-29:

Surat Al-Ahzab Ayat 28

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲ‰Ų‘Ų Ų‚ŲŲ„ Ų„Ų‘ŲØŖŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽŲ°ØŦŲŲƒŲŽ ØĨؐ؆ ŲƒŲŲ†ØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĒŲØąŲØ¯Ų’Ų†ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽŲŠŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲąŲ„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ˛ŲŲŠŲ†ŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŖŲŲ…ŲŽØĒŲ‘ŲØšŲ’ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲØŗŲŽØąŲ‘ŲØ­Ų’ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽØąŲŽØ§Ø­Ų‹Ø§ ØŦŲŽŲ…ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika ing kuntunna turidnal-á¸Ĩayātad-dun-yā wa zÄĢnatahā fa ta'ālaina umatti'kunna wa usarriá¸Ĩkunna sarāá¸Ĩan jamÄĢlā

Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.

Surat Al-Ahzab Ayat 29

ŲˆŲŽØĨؐ؆ ŲƒŲŲ†ØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĒŲØąŲØ¯Ų’Ų†ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽŲ‡ŲÛĨ ŲˆŲŽŲąŲ„Ø¯Ų‘ŲŽØ§ØąŲŽ ŲąŲ„Ų’ØĄŲŽØ§ØŽŲØąŲŽØŠŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØŖŲŽØšŲŽØ¯Ų‘ŲŽ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ­Ų’ØŗŲŲ†ŲŽŲ°ØĒؐ Ų…ŲŲ†ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŖŲŽØŦŲ’ØąŲ‹Ø§ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§

Arab-Latin: Wa ing kuntunna turidnallāha wa rasáģĨlaháģĨ wad-dāral-ākhirata fa innallāha a'adda lil-muá¸Ĩsināti mingkunna ajran 'aáē“ÄĢmā

Artinya: Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.

Jabir bin Abdullah meriwayatkan, "Lalu, Nabi mendatangi 'Aisyah."

Disebutkan, bahwa Rasulullah SAW mengatakan kepada istrinya, Aisyah akan turunnya ayat ini. Beliau berpesan agar ia tidak tergesa-gesa dalam memberikan jawaban.

Aisyah kemudian berkata, "Apakah dalam memilih engkau aku harus meminta pendapat kepada kedua orang tuaku?" tanya Aisyah. Dan kemudian ia menjawab tegas, "Aku memilih Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat."

Rasulullah SAW kemudian menyampaikan, "Tidaklah seorang pun dari mereka yang bertanya, melainkan aku akan memberikan jawabannya."

Jabir menutup penuturannya sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dengan menyampaikan sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah SWT tidak mengutusku sebagai seorang yang menyusahkan ataupun menjerumuskan orang lain pada kesusahan," pungkas beliau, "Allah mengutusku sebagai pemberi pelajaran dan kemudahan."




(dvs/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads