Di Hadapan Ribuan PPIH 2026, Menhaj: Pulangkan Petugas yang Tak Mau Dibina

Di Hadapan Ribuan PPIH 2026, Menhaj: Pulangkan Petugas yang Tak Mau Dibina

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 11 Jan 2026 14:00 WIB
Di Hadapan Ribuan PPIH 2026, Menhaj: Pulangkan Petugas yang Tak Mau Dibina
Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Jakarta Foto: Devi Setya / detikcom
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mohammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memiliki tanggung jawab berlapis yang tidak bisa dipandang sebagai pekerjaan biasa.

"Penyelenggaraan ibadah haji bukanlah pekerjaan biasa. Ini adalah amanah negara, amanah umat, dan amanah keagamaan yang bertemu dalam satu titik tanggung jawab," katanya dalam pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi 1447 H /2026 M di Asrama Haji Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Gus Irfan menyampaikan, tanggung jawab sebagai petugas haji tidaklah main-main. "Di dalamnya terdapat dimensi ibadah, dimensi pelayan publik, serta dimensi diplomasi dan tata kelola internasional. Ini juga ada dimensi lainnya tidak kita sebutkan, ada dimensi politiknya juga," lanjut Gus Irfan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Haji Harus Lebih dari Sekadar Niat Baik

Menhaj menjelaskan bahwa besarnya tanggung jawab tersebut menuntut petugas haji memiliki lebih dari sekadar niat baik. Mereka harus dibekali kompetensi yang memadai, integritas yang kuat, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Karena itu, seorang petugas yang terlibat di dalamnya tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia harus dibekali kompetensi, integritas, dan kesiapan mental yang matang," tegasnya di hadapan 1.500 petugas haji.

Pembekalan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan fisik, kedisiplinan, pemahaman mendalam tentang ibadah haji, hingga pengetahuan mengenai situasi dan kondisi di Arab Saudi.

"Anda semua disiapkan secara fisik, disiapkan disiplinnya, disiapkan pengetahuan tentang ibadah haji, disiapkan pengetahuannya tentang situasi di Saudi," sambungnya.

Menurut Menhaj, kompleksitas penyelenggaraan haji menuntut petugas untuk bersikap adaptif, profesional, dan berorientasi pada solusi. Petugas tidak boleh salah dalam menempatkan niat dan peran selama bertugas.

"Semua ini menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, lebih profesional, dan lebih berorientasi pada solusi. Saudara sekalian, seperti sampaikan tadi, jangan berpikiran kita berangkat, Anda berangkat untuk 'nunut' haji, nebeng haji seperti disampaikan tadi," pesan Menhaj.

Dalam arahannya, Menhaj juga secara tegas menyampaikan bahwa setiap petugas haji yang tidak mau dibina maka sanksinya akan dipulangkan.

"Kemudian saya mohon juga kepada fasilitator, jangan ragu-ragu mengingatkan kepada peserta. Diingatkan sekali, dua kali, tiga kali, kalau tidak bisa diingatkan, coret. Kalau dibina, dididik tidak bisa, silakan panjenengan punya hak untuk mencoret mereka dan tidak diberangkatkan ke Saudi," pungkas Menhaj.




(dvs/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads