Keadaan Kakbah Jelang Hari Kiamat, Benarkah Akan Hancur?

Keadaan Kakbah Jelang Hari Kiamat, Benarkah Akan Hancur?

Rahma Harbani - detikHikmah
Kamis, 03 Nov 2022 06:00 WIB
Holy Kaaba
Potret Kakbah atau Baitullah. Ini gambaran Kakbah di hari kiamat menurut hadits. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Fatih Kardaş)
Jakarta - Kakbah atau Baitullah adalah rumah suci Allah SWT dan pusat peribadatan seluruh muslim di dunia. Untuk itu, mungkin masih menjadi pertanyaan sebagian muslim terkait bagaimana keadaan Tanah Suci ini kelak saat hari kiamat.

Keterangan bahwa Kakbah adalah rumah suci milik Allah SWT bahkan ditegaskan dalam surah Al Maidah ayat 97. Allah SWT berfirman,

جَعَلَ اللّٰهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيٰمًا لِّلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَاۤىِٕدَ ۗذٰلِكَ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya: "Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qalā'id (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Keadaan Kakbah bahkan diterangkan pula dalam riwayat-riwayat hadits, khususnya pada saat menjelang hari kiamat kelak. Seperti apa hadits menggambarkan kondisi Kakbah saat menjelang hari kiamat?

Gambaran Kakbah Menjelang Hari Kiamat

Diceritakan dari Abu Sa'ad yang dikisahkan ulang oleh Qatadah, ia mendengar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keadaan Kakbah pada menjelang hari kiamat. Ibadah haji dan umrah di Kakbah masih tetap ada, bahkan usai kemunculan Ya'juj dan Ma'juj.

لَيُحَجَّنَّ البَيْتُ وَلَيُعْتَمَرَنَّ بَعْدَ خُرُوجِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ

Artinya: "Niscaya Isa bin Maryam melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan berumrah setelah munculnya Ya'juj dan Ma'juj," (HR Ahmad).

Hadits ini diriwayatkan dari Ahmad bin Hafsh, dari Abdullah bin Ibrahim, dari ayahnya, dari Ibrahim bin Thahman, dari Hajjaj bin Minhal, dari Qatadah. Kemudian, detikHikmah mengutip dalam tulisan yang sudah dialihbahasakan oleh Ibnu Katsir dalam buku Dahsyatnya Hari Kiamat.

Qatadah juga kemudian menceritakan, usai kebinasaan Ya'juj dan Ma'juj, manusia mulai mendapatkan ketentraman dan kelimpahan rezeki kembali. Setelahnya, Allah SWT juga mengirimkan angin sejuk yang kemudian ditugaskan untuk merenggut ruh setiap mukmin yang tersisa di hari akhir.

"Saat itu juga, Nabi Isa bin Maryam diwafatkan dan disholatkan oleh kaum muslimin serta dikebumikan bersama Rasulullah SAW di kamarnya," jelas Qatadah.

Meski demikian, kelangsungan ibadah haji dan umrah di Kakbah jelang hari kiamat tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, ada hadits lain yang meriwayatkan dari Abdurrahman bin Mahdi yang mendengar kabar dari Qatadah.

Qatadah pernah berkata, ia mendengar Abdullah bin Abi Utbah yang bercerita dari Abu Said al Khudri. Abu Said mendengarnya langsung dari Rasulullah SAW yang berkata,

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لا يُحَجَّ البَيْتُ

Artinya: "Hari kiamat tidak akan terjadi sampai ibadah haji ke Baitullah (Kakbah) tidak ditunaikan," (HR Bukhari).

Keadaan setelahnya, bersumber dari riwayat Ka'ab al Ahbar. Ia menafsirkan firman Allah SWT dalam surah Al Anbiya ayat 96 sebagai kehancuran Kakbah.

حَتّٰىٓ اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ

Artinya: hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibuka dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Kakbah disebut akan mengalami kehancuran di tangan sosok yang bernama Dzu as Suwaiqatain al Afhaj dari Habasyah. Kemunculan pertamanya pada masa Nabi Isa AS diutus kembali ke bumi pasca kebinasaan Ya'juj dan Ma'juj.

Kehancuran Kakbah yang dilakukan oleh Dzu as Suwaiqatain digambarkan dengan perampasan perhiasan Kakbah hingga pelepasan kain penutup Kakbah. Bahkan, dalam hadits yang diceritakan Abdillah bin Amru, Dzu as Suwaiqatain merusak Kakbah dengan cangkul dan sekopnya.

يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ، وَيَسْلُبُهَا حِلْيَتَهَا، وَيُجَرِّدُهَا مِنْ كُسْوَتِهَا، وَلَكَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَيْهِ أُصَيْلِعَ أُفَيْدِعَ يَضْرِبُ عَلَيْهَا بِمِسْحَاتِهِ وَمِعْوَلِهِ.

Artinya: "Kakbah dihancurkan oleh Dzu as Suwaiqatain dari Habasyah, perhiasannya dirampas, dan lepaskan kain penutupnya. Seakan-akan aku melihat kepalanya botak dan bengkok tulang-tulang persendiannya. Ia menghantam Kakbah dengan cangkul dan sekopnya," (HR Ahmad).

Isnad hadits di atas disebut jayyid dan kuat. Pasalnya, keterangan di atas diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW yang dinukil dalam kitab hadits Abu Dawud pada Bab An Nahyu an Tahyij al Habasyah.

"Biarkanlah orang-orang Habasyah sebagaimana mereka membiarkan kalian. Sesungguhnya, hanya Dzu as Suwaiqatain dari Habasyah yang akan mengeluarkan harta simpanan Kakbah," (HR Abu Dawud).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA juga menyiratkan redaksi serupa. Rasulullah SAW bersabda dalam Shahih Muslim Jilid 1,

"Dzu as Suwaiqatain dari Habasyah akan merobohkan Baitullah (Kakbah)," (HR Muslim).

Informasi yang dihimpun dari sejumlah hadits di atas dapat dijadikan sekadar pengetahuan dan gambaran bagi muslim bahwa hari kiamat benar adanya. Seluruh keadaan sebenarnya hanya milik rahasia Allah SWT. Wallahu'alam.

Simak Video "Bumi Makin Tua, Begini Cara Ilmuwan Menunda Kiamat "
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)