11 Rukun Salat Menurut Imam Mazhab dan Bacaan Lengkapnya

11 Rukun Salat Menurut Imam Mazhab dan Bacaan Lengkapnya

Rahma Harbani - detikHikmah
Kamis, 15 Sep 2022 17:19 WIB
Jadwal Sholat Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 13 Juli 2022
Ilustrasi. Ini 11 rukun salat menurut imam besar mazhab. (Getty Images/iStockphoto/agrobacter)
Jakarta - Imam Besar Mazhab Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafi'i menetapkan sejumlah rukun salat. Rukun tersebut dimulai dari takbiratul ihram hingga dilaksanakan tertib secara berurutan.

Menurut Prof Wahbah Az Zuhaili dalam Kitab Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2, rukun salat sendiri adalah perkara dalam kegiatan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Bila rukun salat tidak atau sengaja ditinggalkan maka salat fardhunya dianggap tidak sah.

Wahbah Az Zuhaili menarik simpulan dari berbagai pendapat imam mazhab Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafi'i dan ia mengungkap ada 11 rukun salat. Berikut di antaranya.

11 Rukun Salat dan Bacaannya

1. Takbiratul Ihram

Posisi takbiratul ihram dimulai dengan berdiri, menghadap kiblat, sambil mengucapkan takbir. Bacaan takbir yang dimaksud di antaranya:

اللهُ أكْبَرُ

Bacaan latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar,"

2. Berdiri

Menurut Prof Wahbah Az Zuhaili, rukun salat yang kedua ini dilakukan bagi yang mampu. Pendapat ini sesuai dengan hadits berikut:

كانتْ بي بَواسيرُ ، فسأَلتُ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنِ الصلاةِ ، فقال : صَلِّ قائمًا ، فإن لم تستَطِع فقاعدًا ، فإن لم تستَطِعْ فعلى جَنبٍ

Artinya: "Ketika menderita bawasir, aku bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai sholat dan beliau bersabda, 'Salatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu maka salatlah sambil duduk. Jika tidak mampu juga, maka salatlah sambil berbaring miring." (HR Bukhari)

Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW pernah berkata:

فإن لم تستطع فمستلقياً

Artinya: "Jika tidak mampu maka berbaringlah terlentang. Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya." (HR Nasa'i)

3. Membaca Surat dalam Al-Qur'an

Membaca surat-surat Al-Qur'an dalam dua rakaat pertama disepakati para ulama bahwa hukumnya wajib. Rasulullah SAW bersabda:

"Salat tidak sah kecuali dengan membaca ayat Al-Qur'an." (HR Muslim).

4. Rukuk

Secara etimologi, rukuk artinya membungkukkan kepala dan punggung bersamaan dengan tangan memegang lutut. Berikut ini bacaan saat rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Bacaan latin: Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih (sebanyak 3 kali.)

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepadaNya."

5. I'tidal

Rukun salat selanjutnya adalah bangun dari rukuk dan berdiri tegak yang disebut dengan i'tidal. Gerakan i'tidal dilakukan dengan tuma'ninah sambil membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Bacaan latin: Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Setelah berdiri tegak, lalu membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Bacaan latin: Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: "Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

6. Dua Kali Sujud

Rukun salat selanjutnya adalah sujud. Sujud bisa diartikan sebagai meletakkan sebagian dahi yang terbuka ke tanah atau tempat salat dengan bacaan berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Bacaan latin: Subhaana robbiyal a'la wabihamdih (3x)

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya."

Diriwayatkan dalam hadits Ibnu Hibban dalam shahihnya, Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau sujud, maka letakkanlah dahimu dan jangan terburu-buru."

7. Duduk di Antara Dua Sujud

Posisi duduk di antara dua sujud dilakukan dengan duduk iftirasy. Duduk iftirasy adalah duduk di atas kaki kiri yang terlipat dan menegakkan kaki kanan dengan jari-jari dalamnya menekan tanah agar tetap menghadap kiblat. Berikut bacaannya:

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Bacaan latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

8. Duduk Terakhir Selama Tasyahud

Duduk terakhir dalam salat, membaca tasyahud akhir, sholawat atas Nabi Muhammad SAW, kemudian duduk diam selama bacaan, 'Allaahumma Sholli'alaa Muhammadi' termasuk dalam rukun sholat. Hal ini sesuai dengan pendapat ulama Syafi'iyyah dan Hanabilah.

Bacaan tasyahud awal:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Bacaan latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

Bacaan tasyahud akhir:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan latin: Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."

9. Mengucapkan Salam

Menurut Mazhab Maliki dan Syafi'i, hukumnya fardhu untuk mengucapkan salam yang pertama sebagai tanda keluar dari sholat ketika posisi duduk.

Sementara itu menurut Mazhab Hambali, kedua salam hukumnya fardhu kecuali dalam salat jenazah, salat sunnah, sujud syukur, dan sujud tilawah. Berikut bacaan salam dalam salat:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Bacaan latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

10. Tuma'ninah

Tuma'ninah artinya diam sebentar dna tidak terburu-buru. Jumhur dan mayoritas ulama berpendapat tuma'ninah termasuk rukun atau syarat rukun yang dilakukan saat rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.

11. Tertib

Rukun salat yang terakhir adalah tertib. Tertib artinya melakukan sholat atau semua rukun sholat dengan beraturan.

Mayoritas ulama mengatakan tertib dalam salat hukumnya rukun. Kewajiban ini juga meliputi bacaan dan sesuatu yang terulang dalam satu rakaat.

Simak Video "Melihat dari Langit Ramainya Warga Salat Idul Fitri di JIS"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)