Arab Saudi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Haji 2027. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menggelar serangkaian pertemuan bersama kantor urusan haji dengan lebih dari 75 negara sebagai bagian dari persiapan awal musim haji mendatang.
Dilansir Arab News, Selasa (18/8/2026), pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya perencanaan sejak dini untuk memperkuat koordinasi antarnegara, meningkatkan kesiapan penyelenggaraan, serta memudahkan perjalanan jemaah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, para pejabat membahas berbagai persiapan untuk musim Haji 2027, termasuk meninjau rencana operasional kantor urusan haji dari negara-negara peserta.
Mereka juga membahas sejumlah instruksi dan peraturan utama yang menjadi dasar penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai persyaratan yang diajukan kantor urusan haji turut dibahas untuk memastikan kebutuhan masing-masing negara dapat ditindaklanjuti sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi menegaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan awal Haji 2027. Langkah ini dilakukan sesuai arahan pimpinan Arab Saudi untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia demi memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Perkuat Koordinasi dengan Negara Pengirim Jemaah
Persiapan lebih awal dinilai penting mengingat penyelenggaraan haji melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara dengan kebutuhan dan mekanisme perjalanan yang berbeda.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah Arab Saudi dapat menyampaikan ketentuan penyelenggaraan haji sekaligus menerima masukan dan pertanyaan dari negara-negara peserta.
Berbagai persoalan administratif dan teknis diharapkan dapat diselesaikan lebih awal sehingga pelaksanaan haji pada 2027 dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan kepastian bagi jemaah maupun penyelenggara.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut langkah tersebut juga sejalan dengan target Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program atau Program Pengalaman Jemaah.
Bandara King Abdulaziz Layani 28,55 Juta Penumpang
Di sisi lain, persiapan penyelenggaraan haji juga berkaitan erat dengan kesiapan infrastruktur transportasi, khususnya bandara yang menjadi salah satu pintu utama kedatangan jemaah internasional.
Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal, sebelumnya menerima CEO Jeddah Airports Co., Mazen Johar, untuk meninjau kinerja Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya meninjau capaian operasional bandara sepanjang tahun berjalan. Pembahasan juga mencakup hasil penyelenggaraan musim Umrah dan Haji sebelumnya.
Selain itu, dibahas perkembangan sejumlah proyek pembangunan serta rencana masa depan yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional bandara dan memperbaiki pengalaman penumpang.
Berdasarkan laporan yang ditinjau oleh Wakil Gubernur Makkah, Bandara Internasional King Abdulaziz telah melayani sekitar 28,55 juta penumpang melalui 169.900 penerbangan sejak awal tahun hingga akhir Juli.
