Oleh-oleh Jemaah Haji Tembus Rp 1,96 T, Menhaj Siapkan Platform Beli dari Rumah

Oleh-oleh Jemaah Haji Tembus Rp 1,96 T, Menhaj Siapkan Platform Beli dari Rumah

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 07 Agu 2026 18:30 WIB
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, saat ditemui di kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026)
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, saat ditemui di kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026). Foto: Hanif Hawari/detikcom
Jakarta -

Kebiasaan jemaah haji Indonesia membawakan buah tangan dari Tanah Suci mencatatkan angka yang fantastis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 tembus Rp 1,96 triliun.

Angka ini menyedot porsi hingga 46,10 persen dari total pengeluaran pribadi jemaah yang mencapai Rp 4,25 triliun. Hal tersebut sangat menguntungkan Arab Saudi karena turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian mereka.

Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf berencana menyiapkan platform khusus belanja oleh-oleh bagi para jemaah. Inovasi ini disiapkan agar jemaah bisa membeli oleh-oleh tanpa harus repot mengangkutnya dari Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti yang saya sampaikan tadi, salah satunya kita mencoba membuka platform oleh-oleh di sini. Artinya jemaah haji membeli oleh-oleh di Indonesia. Harapan kami sebelum mereka pulang ke Tanah Air, oleh-oleh sudah sampai di rumah," ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan itu saat ditemui di Kantor BPS Pusat, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Kendati demikian, Gus Irfan mengakui tantangan terbesar ada pada pola pikir dan kebiasaan jemaah. Banyak jemaah yang merasa belum afdal jika tidak membawa barang langsung dari Arab Saudi, padahal produk yang dijual kerap kali identik dengan yang ada di pasar lokal seperti Tanah Abang.

ADVERTISEMENT

"Tapi ini juga tergantung pada culture dari jemaah haji kita di mana membeli oleh-oleh dari Saudi itu lebih afdal menurut mereka. Walaupun barangnya sama dengan yang di Tanah Abang. Itu tugas kita semua memberikan edukasi kepada para calon jemaah haji kita," tambahnya.

BPS mencatat estimasi total pengeluaran pribadi jemaah haji Indonesia 2026 mencapai Rp 4,25 triliun. Angka ini gabungan dari jemaah haji reguler sebesar Rp 3,39 triliun dan jemaah haji khusus sebesar Rp 857,3 miliar.

Selain oleh-oleh sebesar Rp 1,95 triliun, pos pengeluaran pribadi jemaah lainnya meliputi:

  • Obat-obatan dan kebutuhan lain: Rp 734,3 miliar
  • Pembayaran dam: Rp 669,9 miliar
  • Makanan tambahan, jajanan dan minuman: Rp 542,6 miliar
  • Transportasi tambahan: Rp 257,4 miliar
  • Paket data dan internet: Rp 86,2 miliar

BPS mengkalkulasi total perputaran uang dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026-menggabungkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan pengeluaran pribadi-mencapai Rp 29,25 triliun. Rinciannya terdiri dari BPIH haji reguler Rp 17,77 triliun, BPIH haji khusus Rp 7,23 triliun, dan pengeluaran pribadi Rp 4,25 triliun.

Sayangnya, porsi terbesar dari dana jumbo tersebut masih dinikmati oleh pasar Arab Saudi. Sekitar 70 persen atau Rp 20,48 triliun dibelanjakan untuk barang dan jasa di Arab Saudi. Sementara produk yang benar-benar berasal atau diproduksi di Indonesia baru menyerap sekitar 30 persen atau Rp 8,78 triliun.

Kondisi ini dipandang sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk memperbesar keterlibatan ekosistem produk domestik dalam rantai pasok ibadah haji mendatang.



(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads