Menhaj Soroti Istithaah Kesehatan Jemaah Haji 2027: Bukan Sekadar Persyaratan

Menhaj Soroti Istithaah Kesehatan Jemaah Haji 2027: Bukan Sekadar Persyaratan

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Jumat, 24 Jul 2026 19:55 WIB
Menhaj Soroti Istithaah Kesehatan Jemaah Haji 2027
Foto: Dok. Kemenhaj
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf, meminta seluruh jajarannya bergerak cepat mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.

"Penyelenggaraan Haji 2027 sudah berjalan mengikuti timeline Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, kita harus bergerak sekarang, memperkuat koordinasi, menuntaskan setiap tahapan tepat waktu, dan memastikan seluruh layanan benar-benar berorientasi pada kebutuhan jemaah," kata Menhaj dalam keterangan tertulis yang diterima detikHikmah pada Jumat (24/07/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Irfan Yusuf, transformasi penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional semata. Lebih dari itu, kualitas layanan juga harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Ia menegaskan, seluruh proses penyelenggaraan haji perlu terus diperkuat agar semakin profesional dan adaptif dalam menjawab kebutuhan jemaah.

ADVERTISEMENT

Penguatan Istithaah Kesehatan Jadi Perhatian

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam persiapan Haji 2027 adalah penguatan pelaksanaan istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji.

Menhaj menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan calon jemaah harus dilakukan sedini mungkin. Selain itu, pembinaan kesehatan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perlindungan jemaah.

"Istithaah kesehatan bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi ikhtiar negara untuk melindungi jemaah. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih dini, pembinaannya harus berkelanjutan, sehingga saat berangkat ke Tanah Suci jemaah benar-benar siap secara fisik. Semakin sehat jemaah kita, semakin besar peluang mereka menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan khusyuk," ujarnya.

Menurutnya, kesiapan fisik jemaah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Dengan kondisi kesehatan yang baik, jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal.

Bahas Penguatan SDM dan Kelembagaan

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga berdialog dengan jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali. Sejumlah hal yang dibahas meliputi penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), implementasi program istithaah kesehatan, hingga langkah-langkah strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah menjadikan penyelenggaraan Haji 2027 sebagai momentum untuk menghadirkan tata kelola yang semakin profesional dan berorientasi pada perlindungan serta pelayanan terbaik bagi jemaah.

Menurut Menhaj, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat, kerja yang terukur, serta komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan dari waktu ke waktu.

Dengan dimulainya tahapan operasional Haji 2027, seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah diharapkan dapat memastikan setiap proses berjalan sesuai jadwal, sehingga pelayanan kepada jemaah semakin optimal dan berkualitas.



(lus/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads