Sering Disamakan, Ini Perbedaan Haji dan Umrah

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Haji dan Umrah

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Selasa, 09 Jun 2026 10:15 WIB
Sering Disamakan, Ini Perbedaan Haji dan Umrah
Masjidil Haram di Makkah. Foto: (Haris/detikcom)
Jakarta -

Haji dan umrah merupakan ibadah yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan, baik dari segi waktu, hukum, hingga pelaksanaannya.

Lantas, apa saja perbedaan haji dan umrah yang perlu diketahui? Berikut penjelasan lengkapnya.

Perbedaan Haji dan Umrah

Menukil dari buku Seri Fiqih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat, berikut perbedaan antara haji dan umrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Waktu Pelaksanaan

Perbedaan paling mendasar terletak pada waktu pelaksanaannya.

Ibadah haji hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu, yaitu di bulan Zulhijah, dan puncaknya pada tanggal 9 saat wukuf di Arafah. Tanpa wukuf, haji tidak sah.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Tidak ada batasan waktu, bahkan bisa dilakukan beberapa kali dalam satu hari jika memungkinkan.

2. Tempat Pelaksanaan

Rangkaian ibadah haji tidak hanya dilakukan di area Masjidil Haram saja, tapi di luar Makkah, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jarak antar lokasi ini berkisar 5 hingga 25 km.

Sementara itu, umrah hanya dilakukan di area Masjidil Haram, meliputi thawaf di Ka'bah dan sai antara Safa dan Marwah. Tidak ada perjalanan ke luar kota seperti dalam ibadah haji.

3. Hukum

Allah SWT telah menetapkan kewajiban haji bagi yang mampu, sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali Imran ayat 97,

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Arab latin: Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm(a), wa man dakhalahū kāna āminā(n), wa lillāhi 'alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā'a ilaihi sabīlā(n), wa man kafara fa innallāha ganiyyun 'anil-'ālamīn(a).

Artinya: Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.

Para ulama pun sepakat bahwa haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu. Bahkan, haji termasuk salah satu rukun Islam.

Sedangkan umrah terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mazhab Hanafi dan Maliki menyatakan hukumnya sunnah. Sementara mazhab Syafi'i dan Hanbali menyebut umrah wajib minimal sekali seumur hidup.

4. Durasi Pelaksanaan

Durasi pelaksanaan haji jauh lebih lama dibandingkan umrah. Ibadah haji membutuhkan waktu minimal 4 hingga 5 hari, tergantung pilihan nafar.

Sebaliknya, umrah bisa diselesaikan dalam waktu singkat, sekitar 2 hingga 3 jam. Hal ini karena rangkaiannya lebih sederhana dan terpusat hanya di satu lokasi.

5. Rangkaian Ibadah

Rangkaian ibadah haji jauh lebih banyak. Beberapa di antaranya:

  • Wukuf di Arafah
  • Mabit di Muzdalifah
  • Melontar jumrah di Mina
  • Tawaf ifadhah dan sai
  • Mabit di Mina pada hari Tasyrik
  • Tahallul

Sementara itu, umrah hanya terdiri dari:

  • Niat dari miqat
  • Thawaf mengelilingi Ka'bah
  • Sai antara Safa dan Marwah
  • Tahallul (bercukur)

6. Kebutuhan Fisik

Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang lebih kuat. Hal tersebut karena banyaknya rangkaian ibadah yang dilaksanakan, perpindahan lokasi, serta padatnya jemaah dari seluruh dunia.

Sebaliknya, umrah relatif lebih ringan karena tidak ada perpindahan antar lokasi yang jauh.




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads