Ini Hal yang Boleh dan Dilarang Diceritakan Jemaah Haji Saat Tiba di Rumah

Kabar Haji Bersama Kahf

Ini Hal yang Boleh dan Dilarang Diceritakan Jemaah Haji Saat Tiba di Rumah

Tri Aljumanto - detikHikmah
Selasa, 09 Jun 2026 06:30 WIB
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Palembang (PLM 01) bersujud syukur setibanya di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/6/2026). Sebanyak 443 orang haji asal Kabupaten Oga
Jemaah haji debarkasi Palembang (PLM 01) bersujud syukur setibanya di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Makkah -

Menyambut kepulangan jemaah haji ke Tanah Air selalu diwarnai dengan tradisi open house. Jemaah yang baru kembali biasanya akan diserbu oleh tamu, mulai dari keluarga besar, tetangga, hingga kolega yang ingin bersilaturahmi sekaligus ngalap berkah.

Terkait tradisi ini, Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara, Anis Diyah, memberikan pesan mendalam kepada para jemaah haji Indonesia. Jemaah diimbau untuk hanya membagikan pengalaman-pengalaman positif yang dapat membakar semangat orang lain untuk beribadah.

"Jangan lupa kita menyampaikan pengalaman-pengalaman positif yang bisa menjadi pembangkit spirit semangat keluarga kita, terutama yang belum pernah ke Tanah Suci, agar mereka tergugah, terpanggil untuk beribadah ke Tanah Suci," kata Anis dalam keterangannya, Senin (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anis menekankan pentingnya menularkan nilai-nilai spiritual yang dirasakan selama menjalani rukun Islam kelima tersebut. Nilai kebersamaan, gotong royong, hingga kesetaraan (al-musawah) antar-umat manusia adalah hal-hal indah yang patut disebarluaskan.

ADVERTISEMENT

"Bagaimana semua hamba Allah ketika di Padang Arafah, ketika tawaf di sekitar Kakbah, itu (nilai kesetaraan) perlu kita sampaikan," jelasnya.

Di sisi lain, Anis mengingatkan dengan tegas agar jemaah tidak menceritakan hal-hal yang bersifat aib, baik yang dialami diri sendiri maupun yang menimpa jemaah lain. Menurutnya, Allah SWT telah menutupi aib-aib hamba-Nya selama di Tanah Suci, sehingga tidak sepatutnya manusia justru mengumbarnya.

Ia mencontohkan, jika ada pengalaman tidak menyenangkan atau melihat jemaah lain yang tiba-tiba lemas, kelelahan, hingga tidak bisa beraktivitas, hal tersebut sebaiknya tidak dijadikan bahan cerita di kampung halaman.

"Kenapa itu tidak perlu kita ceritakan? Supaya tidak melahirkan argumentasi dan penilaian yang tidak perlu. Misalkan mengatakan, 'Oh ini karena di rumahnya mungkin dia tidak baik', dan sebagainya. Belum tentu," terang Anis.

Ia menambahkan, bisa jadi kondisi fisik yang drop atau ujian yang dialami jemaah di Tanah Suci merupakan cara Allah SWT untuk membersihkan dosa-dosa mereka. Jika diumbar, dikhawatirkan akan memicu spekulasi atau mitos negatif yang tidak berdasar. Oleh karena itu, Anis meminta jemaah untuk bersikap bijak dan proporsional dalam berbagi cerita sekembalinya ke rumah.

"Jadi sesuai porsinya saja. Apabila kita yakin bahwa hal itu bisa menjadi hikmah, ceritakan tapi sebatas narasi-narasi formal, jangan berlebihan. Selain itu bisa menyebabkan fitnah, juga justru melemahkan motivasi saudara-saudara kita sendiri (untuk berangkat haji)," pungkasnya.




(alj/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads