Jemaah Haji Sakit yang Baru Sembuh Diprioritaskan Pulang ke Indonesia

Kabar Haji Bersama Wardah

Jemaah Haji Sakit yang Baru Sembuh Diprioritaskan Pulang ke Indonesia

Rachmatunnisa - detikHikmah
Jumat, 05 Jun 2026 13:15 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, dr Dani Pramudya
Foto: Dokumentasi MCH 2026
Makkah -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan prioritas khusus bagi jemaah haji Indonesia yang baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Setelah dinyatakan pulih dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit, mereka akan diproses untuk segera dipulangkan ke Tanah Air.

Kebijakan ini dilakukan agar jemaah yang baru sembuh dapat melanjutkan masa pemulihan bersama keluarga dan tidak perlu berlama-lama menunggu jadwal kepulangan di Arab Saudi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI, Dani Pramudya, mengatakan pihaknya telah menyiapkan mekanisme percepatan pemulangan bagi jemaah yang sebelumnya menjalani perawatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jemaah yang baru selesai menjalani perawatan akan kami dahulukan untuk pemulangan. Begitu keluar dari rumah sakit, proses administrasinya langsung kami percepat agar bisa segera kembali ke Indonesia," kata Dani saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Dani, setelah keluar dari rumah sakit, jemaah akan kembali diserahkan kepada kelompok terbang (kloter) asalnya. Selanjutnya petugas akan mengurus proses tanazul atau perpindahan kloter agar jemaah dapat memperoleh jadwal penerbangan yang lebih cepat.

"Begitu pulang dari rumah sakit, langsung kami koordinasikan dengan kloter. Kemudian kami proses tanazul agar bisa segera masuk ke penerbangan yang tersedia menuju Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses tersebut melibatkan koordinasi antara petugas kesehatan, petugas kloter, dan penyelenggara ibadah haji. Tujuannya agar perpindahan kloter dapat berjalan lancar tanpa mengganggu jadwal penerbangan yang telah disusun.

Selain pertimbangan medis, Kemenhaj juga memperhatikan kondisi psikologis jemaah yang umumnya ingin segera kembali bertemu keluarga setelah menjalani perawatan selama di Tanah Suci.

Menurut Dani, apabila seluruh rangkaian wajib dan rukun haji telah ditunaikan, tidak ada alasan untuk menunda kepulangan jemaah yang baru pulih dari sakit.

"Intinya ibadah hajinya sudah selesai. Kalau kondisi kesehatannya baru pulih, tentu lebih baik segera dipulangkan agar bisa fokus beristirahat dan melanjutkan pemulihan di lingkungan keluarga," katanya.

Ia menambahkan, semakin lama jemaah yang baru sembuh berada di Arab Saudi, semakin besar pula potensi munculnya kelelahan atau gangguan kesehatan lainnya.

Saat ini operasional haji Indonesia telah memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pemerintah terus berupaya memastikan seluruh jemaah, termasuk mereka yang memiliki riwayat sakit, dapat kembali dengan aman dan nyaman.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah yang telah kembali ke hotel setelah menjalani perawatan agar tetap menjaga kondisi fisik, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mengikuti arahan petugas kesehatan hingga waktu keberangkatan tiba.

Melalui skema percepatan tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan jemaah dapat berlangsung lebih optimal setelah mereka kembali ke lingkungan keluarga di Indonesia.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads