Cahaya Islam tak langsung mengetuk hati Amr bin Tsabit. Pria yang dijuluki Al-Ushairim itu berkali-kali menolak masuk Islam, memilih mengikuti kaumnya, dan mengurusi harta riba pada zaman jahiliah.
Amr bin Tsabit baru melihat betapa indahnya Islam sesaat sebelum Perang Uhud. Menurut kisah yang diceritakan Prof. Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam Ghazawat Ar-Rasul Durus Wa 'Ibar Wa Fawa'id terjemahan Masturi Irham dan Asmui Taman, mengacu pada riwayat Abu Hurairah RA, kala itu Amr bin Tsabit muncul saat Rasulullah SAW mengabsen para sahabat dan kaumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manakah Sa'ad bin Mu'adz?" tanya beliau.
"Di Uhud," jawab sahabat.
"Manakah keluarga saudaranya?" tanya beliau lagi.
"Di Uhud," jawab mereka.
Lalu Rasulullah SAW menanyakan keberadaan kaumnya dan dikatakan, "Di Uhud."
Percakapan itu membuat hati Amr bin Tsabit tergerak untuk masuk Islam. Dia pun memeluk Islam, mengambil pedang, tombak, dan perlengkapan perang, lalu memacu kudanya sekencang mungkin menuju medan Perang Uhud.
Ketika Amr bin Tsabit memasuki kerumunan pasukan, umat Islam yang melihatnya memintanya menjauh. Namun, Amr bin Tsabit menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku telah beriman."
Mualaf kaum Anshar dari suku Aus dari Bani Abdul Asyhal itu kemudian berperang membela Islam habis-habisan. Tubuhnya terluka parah.
Ketika beberapa orang dari Bani Abdul Asyhal mencari korban tewas, dia menemukan Amr bin Tsabit dengan banyak luka di tubuhnya.
"Demi Allah, ini adalah Al-Ushairim. Apa yang mendorongnya datang ke mari?" tanya mereka keheranan.
Amr bin Tsabit mengatakan dia senang dengan Islam dan ingin membelanya. Jika dia harus meninggal dunia, dia akan menyerahkan harta bendanya kepada Rasulullah SAW.
"Aku beriman kepada Allah dan utusan-Nya, dan aku masuk Islam. Setelah itu, aku mengambil pedangku dan pergi bersama Rasulullah SAW. Aku pun bertempur hingga menderita luka-luka sebagaimana yang kalian lihat padaku. Kalaulah aku meninggal dunia, maka harta bendaku aku serahkan kepada Muhammad agar dikelolanya sesuai kehendaknya," jawabnya.
Mereka kemudian menceritakan Al-Ushairim kepada Rasulullah SAW. Sang rasul pun mengatakan Amr bin Tsabit termasuk penghuni surga, meski belum pernah mengerjakan salat sekalipun selama hidupnya.
"Ia beramal sedikit dan mendapat pahala," kata Rasulullah SAW. (Shahih Al-Bukhari dalam kitab Al-Jihad)
Amr bin Tsabit kemudian dikenal sebagai orang yang belum pernah melakukan salat tapi masuk surga.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris