Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah. Hingga hari ini, Rabu (27/5/2026), seluruh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan telah berhasil bergeser ke Mina dan area Muzdalifah kini telah dinyatakan steril.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengungkapkan bahwa rangkaian puncak ibadah haji di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sejauh ini berjalan dengan lancar, tertib, dan terkendali. Pergerakan jemaah dari satu titik ke titik berikutnya berjalan mulus sesuai rencana operasional.
"Alhamdulillah rangkaian puncak ibadah haji saat ini sedang berlangsung dengan lancar, tertib, dan terkendali. Setelah seluruh jemaah melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah, pergerakan menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional yang telah ditetapkan," ujar Maria Assegaff dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Rabu (27/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, mobilisasi terakhir jemaah haji dari Arafah menuju Muzdalifah tuntas pada dini hari tadi.
"Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju ke Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Selanjutnya, untuk proses pergerakan dari Muzdalifah menuju ke Mina Alhamdulillah telah selesai pada pukul 07.00 pagi Waktu Arab Saudi, dan pada waktu tersebut area Muzdalifah telah dinyatakan steril," jelas Maria.
Fokus Rangkaian Mabit dan Lontar Jumrah
Dengan selesainya fase pergeseran ini, seluruh jemaah haji Indonesia kini sudah bersiap melakukan rangkaian wajib haji berikutnya di Mina, yakni mabit (bermalam) dan melontar jumrah.
"Dengan demikian, seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dan kini berada di Mina untuk melanjutkan rangkaian rukun dan wajib haji berikutnya, yaitu mabit di Mina serta pelaksanaan lontar jumrah," tuturnya.
Kemenhaj menilai kesuksesan mobilisasi massal ini merupakan buah dari kerja keras lintas sektor. Mulai dari dedikasi penuh para petugas haji, sinergi matang dengan otoritas pemerintahan Arab Saudi, hingga faktor krusial berupa tingginya tingkat kedisiplinan para jemaah itu sendiri.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan Bapak-Ibu sekalian, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan dari Arafah, Muzdalifah, hingga ke Mina," kata Maria.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban
Negara Mayoritas 98% Muslim Ini Larang Hijab, Janggut, hingga Perayaan Lebaran
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?