Perbedaan pembayaran dam jemaah haji mengemuka, antara harus dilakukan di Tanah Suci atau bisa di Indonesia. Anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan, keputusan pelaksanaan dam kembali kepada masing-masing jemaah haji.
Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak penyembelihan hewan dam dilakukan di Indonesia menyusul keluarnya Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) nomor S-50/BN/2026 tentang pilihan jenis haji dan pelaksanaan pembayaran dam. Kemenhaj mengizinkan jemaah haji membayar dam di Tanah Air.
Seperti halnya MUI, Nahdlatul Ulama (NU) juga mengarahkan agar dam dibayar di Tanah Haram. Sementara itu, organisasi Muhammadiyah menganjurkan dam bisa dibayarkan di Indonesia. Menurut HNW, hal ini merupakan bagian dari perbedaan pendapat fikih yang selalu akan terjadi sepanjang waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jemaah haji pastinya memerlukan kemantapan keyakinan untuk memutuskan di mana membayar dam. "Sekarang kembali, terpulang kepada masing-masing jemaah haji. Yakinnya dengan fatwa yang mana? Kalau mereka yakin dengan fatwa dengan MUI, ya ikutilah MUI. Tapi kalau kemudian mereka yakin dan mengikuti fatwa ataupun keputusan dari Muhammadiyah, ya itu hak warga untuk mengikuti apa yang mereka yakini," kata HNW di Bandara Soekarno-Hatta sebelum bertolak ke Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).
Menurut HNW, masing-masing organisasi Islam mempunyai argumentasi. Baginya, argumentasi yang terbaik adalah bagaimana agar ibadah haji para jemaah, apa pun keyakinan yang diambil, betul-betul dilandaskan kepada keikhlasan. Selain itu, niat untuk menghadirkan ibadah haji yang maksimal.
"Dan mudah-mudahan dan tetaplah menjaga ukhuwah di antara para calon jemaah haji. Jangan sampai masalah ini malah menimbulkan perselisihan yang berdampak kepada retaknya ukhuwah dan atau tidak kompaknya para calon jemaah haji," harap HNW.
"Dengan kata lain, apa pun pilihan yang diambil, hendaknya betul-betul diposisikan kepada ilmu, keyakinan, dan sikap toleransi terhadap sesama umat Islam. Dan mudah-mudahan dengan saling toleransi terhadap pilihan yang pilihan masing-masing akan menghadirkan berkah daripada pilihan itu semuanya," pungkas HNW.
(irw/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026