Arab Saudi Bikin Layanan "Haji Tanpa Bagasi", Permudah Perjalanan Jemaah

Arab Saudi Bikin Layanan "Haji Tanpa Bagasi", Permudah Perjalanan Jemaah

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 20 Mei 2026 14:00 WIB
Arab Saudi Bikin Layanan Haji Tanpa Bagasi, Permudah Perjalanan Jemaah
ilustrasi koper jemaah haji Foto: Dok MCH 2026
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan layanan baru yakni "Haji Tanpa Bagasi" untuk musim haji 2026. Program ini memungkinkan jemaah mengirimkan bagasi langsung dari negara asal menuju akomodasi mereka di Arab Saudi, sehingga tidak perlu membawa koper selama proses perjalanan haji.

Inisiatif tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah selama musim haji, khususnya dalam mengurangi kepadatan di bandara serta mempermudah mobilitas jemaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Arab News, Rabu (20/5) Kementerian Haji dan Umrah mengatakan layanan ini dijalankan bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Umum dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam sistem yang diterapkan, bagasi jemaah akan dikumpulkan sejak di bandara keberangkatan melalui perusahaan khusus. Setelah tiba di Arab Saudi, koper akan diterima di bandara seperti Jeddah dan Madinah, lalu langsung dikirim ke hotel tempat jemaah menginap.

ADVERTISEMENT

Dengan sistem tersebut, jemaah tidak perlu menunggu proses pengambilan bagasi setibanya di bandara. Mereka dapat langsung menuju bus transportasi yang telah disediakan menuju akomodasi masing-masing.

Kementerian menyebut langkah ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan dan kepadatan selama puncak musim haji.

Anggota komite penasihat departemen perhotelan di Fakultas Pariwisata Universitas King Abdulaziz, Bader Al-Juaid, mengatakan inovasi ini merupakan perubahan besar dalam konsep pelayanan haji.

Menurutnya, layanan ini mampu meningkatkan pengalaman ibadah haji secara keseluruhan dengan mengurangi kemacetan di bandara sekaligus meminimalkan beban fisik yang harus ditanggung jemaah.

Al-Juaid menjelaskan bahwa gagasan tersebut sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak tahun 2017 melalui layanan terbatas dalam Makkah Route bagi sebagian jemaah asal Malaysia.

Lebih lanjut, Al-Juaid menilai layanan ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi juga bagian dari transformasi pelayanan jemaah secara menyeluruh.

"Ini adalah pengalaman yang mencerminkan pergeseran layanan dari sekadar kinerja operasional ke desain yang lebih terintegrasi untuk pengalaman jamaah, membuat mereka merasa lebih nyaman dan tidak terlalu terbebani dengan detail logistik, melalui sistem yang mencakup transportasi, pelacakan, dan koordinasi kelembagaan di antara entitas terkait.

Singkatnya, ini bukan hanya tentang layanan bagasi, akan tetapi ini adalah model praktis tentang bagaimana detail kecil dapat berdampak signifikan pada pengalaman para jamaah." jelas Al-Juaid.

Saad Al-Qurashi, investor sekaligus ahli di sektor Haji dan Umrah, juga menyambut positif program tersebut.

Ia mengatakan telah menerapkan layanan ini selama dua musim terakhir, dan itu menunjukkan banyak tanggapan positif bagi para jamaah.

Menurutnya, layanan ini sangat membantu dalam mengurangi beban fisik jemaah, terutama bagi lansia.

Didukung Saudia dan Saudi Post

Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, juga mengonfirmasi keterlibatannya dalam program "Haji Tanpa Bagasi". Integrasi digital diterapkan untuk membantu mengurangi kepadatan di bandara selama masa puncak perjalanan haji.

Saudia menyebut layanan ini akan mencakup lebih dari 400.000 jemaah haji di jaringan penerbangannya yang melayani 145 destinasi. Program tersebut dijalankan bersama Kementerian Haji dan Umrah, Matarat Holding, platform Nusuk, serta sistem HalaBag.

Selain itu, Saudi Post juga ikut terlibat dalam skema layanan ini dengan menyediakan solusi logistik terpadu. Sistem tersebut memungkinkan pengangkutan bagasi dari akomodasi menuju tujuan akhir, baik di dalam maupun di luar Arab Saudi, tanpa perlu dibawa langsung oleh jemaah saat berpindah antar tempat suci.

Layanan "Haji Tanpa Bagasi" diperkirakan mampu menangani sekitar 1,1 juta tas dari tujuh negara peserta Makkah Route. Seluruh bagasi ditargetkan dapat dikirim ke hotel-hotel di Makkah dalam waktu maksimal 24 jam setelah kedatangan.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads