Jemaah haji Indonesia kini tak perlu khawatir kelebihan bagasi saat pulang ke Tanah Air. Pos Indonesia mulai mengoperasikan layanan kargo haji di Makkah dan Madinah untuk membantu pengiriman oleh-oleh dan barang bawaan jemaah ke Indonesia.
Layanan ini dibuka dengan tarif mulai 23 riyal per kilogram dan estimasi waktu pengiriman sekitar 7 hingga 14 hari. Koordinator Bisnis Petugas Kargo Haji Pos Indonesia 2026, Tangkas Wibowo, mengatakan layanan tersebut disiapkan agar jemaah bisa lebih nyaman saat kepulangan.
"Kami hadir di dalam musim haji 2026 melayani jemaah haji untuk pengiriman barang-barang, mungkin oleh-oleh, ke Indonesia dengan waktu 7 sampai 14 hari," ujarnya saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Senin (11/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tangkas, pengiriman dilakukan melalui jalur udara dengan tarif 23 riyal per kilogram untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, terdapat penyesuaian tarif untuk beberapa daerah tertentu, antara lain pengiriman ke Sulawesi Utara dan Gorontalo dikenakan tarif 25 riyal per kilogram, sementara Ambon dan Papua sebesar 30 riyal per kilogram.
Saat ini, layanan sudah tersedia di Madinah dan mulai diperluas di Makkah. Nantinya, Pos Indonesia akan membuka titik layanan di setiap sektor pemondokan jemaah. "Insyaallah di Makkah nanti di setiap sektor ada titik layanan Pos Indonesia," katanya.
Selain membuka titik layanan langsung, Pos Indonesia juga menyiapkan layanan penjemputan barang atau pick up sesuai kesepakatan dengan jemaah dan petugas di lapangan. Tangkas menyebut tidak ada batas minimal barang kiriman. Namun untuk keamanan pengiriman, satu koli disarankan tidak melebihi 35 kilogram.
Ia juga menjelaskan jemaah memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk untuk maksimal dua koli per nomor paspor dengan nilai barang di bawah USD 2.500. "Untuk nilai kiriman di bawah itu jamaah mendapatkan kuota dari Bea Cukai untuk free biaya masuk," ujarnya.
Sejauh ini, barang yang paling banyak dikirim jemaah berupa makanan kering, sajadah, karpet, hingga cenderamata khas Makkah dan Madinah. Untuk menjaga keamanan barang selama perjalanan udara dari Arab Saudi ke Indonesia, seluruh paket akan dicek ulang sebelum dikirim.
"Kami di setiap titik pemberangkatan selalu mengecek kemasannya. Nanti kami kemas ulang atau kami perkuat kemasannya," kata Tangkas.
Pos Indonesia juga menyiapkan mekanisme klaim jika terjadi kerusakan maupun kehilangan barang kiriman. Layanan kargo haji ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 waktu Arab Saudi. Hingga kini, layanan pengiriman dari Madinah disebut telah berjalan kurang lebih 10 hari dengan total kiriman mencapai 60 hingga 70 ton.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam