Di tengah kemegahan Masjid Nabawi, terdapat sebuah ruang kecil yang menyimpan sejarah besar bagi umat Islam. Ruangan tersebut adalah makam Rasulullah SAW dan dua sahabat beliau.
Tempat tersebut tidak hanya menjadi peristirahatan terakhir bagi Rasulullah SAW, tetapi juga bagi dua sahabat yang sangat beliau cintai. Lantas, siapakah kedua sahabat yang dimakamkan bersebelahan dengan beliau?
Abu Bakar dan Umar Dimakamkan Sebelah Rasulullah
Kedua sahabat yang dimakamkan bersebelahan dengan Rasulullah SAW adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA. Ketiga makam tersebut berada dalam satu ruangan yang dulunya merupakan kamar Rasulullah SAW dan istrinya Aisyah RA di kawasan Raudhah, Masjid Nabawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Wafatnya Rasulullah
Diceritakan dalam buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy, ketika Rasulullah SAW wafat pada tahun ke-11 Hijriah, terjadi perdebatan di antara para sahabat mengenai lokasi pemakaman Rasulullah SAW.
Ada sahabat yang memberi saran agar Rasulullah SAW dimakamkan di mimbarnya, tempat beliau berkhutbah. Ada juga yang menyarankan lokasi makam di mihrabnya, yakni tempat beliau mengimami salat.
Di tengah perdebatan tersebut, Abu Bakar datang kemudian berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tak seorang Nabi pun meninggal dunia kecuali dimakamkan di tempat dia meninggal'." (HR Tirmidzi)
Penjelasan yang disampaikan Abu Bakar Ash-Shiddiq berhasil menjadi penengah di tengah perdebatan para sahabat. Pernyataan beliau jugalah yang mendasari keputusan mengapa Rasulullah SAW dimakamkan di kamar Aisyah RA, tepat di tempat beliau wafat.
Kisah Wafatnya Abu Bakar
Mengutip dari buku Sejarah Peradaban Islam karya Prof. Dr. H. J. Suyuthi, dua tahun setelah meninggalnya Rasulullah SAW, duka kembali menyapa Madinah. Khalifah pertama umat Islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq, wafat di usia 63 tahun.
Sepanjang hidupnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak pernah jauh dari sisi Rasulullah SAW. Ia senantiasa setia mendampingi beliau dalam suka maupun duka, termasuk dalam peristiwa hijrah ke Madinah. Kesetiaan yang luar biasa itulah yang membuatnya dianugerahi gelar Ash-Shiddiq, yang berarti 'Yang Membenarkan'.
Sebelum wafat, Abu Bakar menyampaikan satu permintaan sederhana namun penuh makna, "Kuburkan aku di sisi Rasulullah SAW."
Kisah Wafatnya Umar bin Khattab
Satu dekade kemudian, tepat pada 4 Zulhijah tahun 23 H, terjadi peristiwa memilukan dan tragis yang meninggalkan luka mendalam bagi sejarah Islam.
Ketika Umar bin Khattab datang ke masjid untuk mengimami salat Subuh, baru saja memulai takbir, seseorang menikamnya dengan belati berkali-kali. Umar seketika roboh bermandikan darah. Ia ditikam oleh seorang budak bernama Abu Lulu'ah.
Sebelum meninggal, Umar pernah meminta izin kepada Aisyah RA, "Bolehkan aku dikuburkan di samping kuburnya Rasulullah dan Abu Bakar?" Permintaan ini tak lain karena kecintaan Sayyidina Umar kepada Rasulullah SAW.
Aisyah menangis dan berkata, "Sesungguhnya aku telah memesan tempat itu, karena Rasulullah adalah suamiku dan Abu Bakar adalah ayahku, tapi aku memberikannya kepadamu wahai Umar."
Khalifah Umar bin Khattab menghembuskan napas terakhirnya. Sosok pemimpin yang adil dan pahlawan besar Islam itu kini telah tiada. Dengan wafatnya sang Amirul Mukminin, tercapailah kerinduan terdalam beliau untuk dimakamkan bersanding dengan Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Posisi Makam Rasulullah dan Kedua Sahabat
Sebagaimana dijelaskan oleh Abdul Syukur Al-Azizi dalam bukunya, Utsman bin Affan RA, makam Rasulullah SAW diposisikan menghadap ke arah kiblat. Tepat di belakang beliau, terdapat makam Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan posisi kepala yang sejajar dengan bahu Rasulullah SAW. Selanjutnya, di posisi paling belakang, terletak makam Umar bin Khattab RA, yang kepalanya sejajar dengan bahu Abu Bakar.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
JK Bertemu Tokoh Ormas Islam, Bahas Kasus Dugaan Penistaan Agama
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi
Saat Petugas Haji Ganti Popok Lansia di Bandara Madinah