Kerajaan Arab Saudi berambisi menjadikan Masjidil Haram di Makkah sebagai situs terpintar di dunia pada 2030. Sejumlah inisiatif digital telah beroperasi.
Dilansir kantor berita SPA, Wakil CEO Transformasi Digital di Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Mohammed Al-Saqr, mengatakan inisiatif digital yang tengah berlangsung mempercepat operasional dan meningkatkan efisiensi layanan di Masjidil Haram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Platform mobilitas pintar otoritas tersebut, kata Al-Saqr, mengotomatiskan layanan transit dan mengintegrasikan pemesanan serta pembayaran elektronik. Inisiatif tersebut berhasil memangkas waktu tunggu dari sekitar 2 jam menjadi 9 menit selama musim haji terakhir.
Transformasi digital juga diterapkan dalam operasional buka puasa di Masjidil Haram. Total 38 juta makanan dengan nilai transaksi hampir 500 juta riyal Saudi atau sekitar Rp 2,3 triliun (kurs Rp 4.723) telah didistribusikan. Otomatisasi dan integrasi platform terkait disebut berhasil menurunkan proses administrasi dari 8 hari menjadi sekitar 8 menit.
Otoritas Arab Saudi juga menerapkan sistem pemetaan digital interaktif yang menangani sekitar 600.000 kasus setiap tahun, melayani hampir 10 persen dari 6 juta pengunjung tahunan di masjid suci. Laporan lapangan juga ditangani dengan platform digital yang menghubungkan 18 entitas pemerintah.
Selain berambisi menjadikan Masjidil Haram sebagai masjid terpintar di dunia, Arab Saudi juga memperluas situs tersebut untuk menampung lebih banyak jemaah sebagaimana Visi Saudi 2030.
Perluasan ketiga, menurut laporan Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci dilansir Saudi Gazette, mencakup sekitar 1,214 juta meter persegi. Area tersebut dilengkapi sistem pendingin dengan kapasitas 90.000 ton untuk kenyamanan jemaah sepanjang tahun.
Fasilitas lainnya mencakup 25.000 karpet, 17.000 dispenser air zamzam, 458 keran minum, 11.436 toilet dan ruang wudhu, dan 1.300 pengeras suara dengan suara jernih di semua lantai.
Perluasan ketiga Masjidil Haram juga bertujuan memudahkan pergerakan jemaah dan mengatur arus keluar-masuk terutama selama musim ramai. Sebanyak 428 eskalator, 28 lift, 80 pintu, dan 120 area salat dibangun.
