Rasulullah SAW menjalankan ibadah haji dan umrah dalam beberapa kesempatan selama hidupnya. Ada penjelasan yang menyebutkan jumlah pasti serta waktu pelaksanaannya, yang bisa menjadi pelajaran bagi umat Islam.
Lalu, berapa kali Rasulullah SAW berhaji dan umrah? Simak penjelasannya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa Kali Rasulullah SAW Berhaji?
Dalam catatan sejarah, Rasulullah SAW memang hanya satu kali menunaikan ibadah haji selama hidupnya setelah hijrah, yaitu pada tahun ke-10 Hijriah. Haji ini dikenal dengan nama haji wada atau haji perpisahan.
Menurut buku Sejarah Kebudayaan Islam susunan Yusak Burhanudin, haji wada menjadi satu-satunya haji Rasulullah SAW dan dilaksanakan sekitar tiga bulan sebelum beliau wafat. Tak lama setelah menunaikan haji tersebut, Rasulullah SAW meninggal dunia.
Istilah haji wada berasal dari kata "wada" yang berarti perpisahan atau selamat tinggal. Nama ini digunakan karena haji tersebut menjadi momen terakhir Rasulullah SAW bersama umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji.
Ibadah haji ini berlangsung pada bulan Zulhijah tahun ke-10 Hijriah. Rasulullah SAW memulai perjalanan dari Madinah pada 25 Zulkaidah bersama para istri dan sahabat beliau.
Perjalanan menuju Makkah ditempuh sekitar delapan hari. Setibanya di sana, Rasulullah SAW mulai melaksanakan rangkaian ibadah haji pada 8 Zulhijah. Dalam haji ini, beliau menjalankan seluruh rukun dan wajib haji sekaligus memberi contoh langsung kepada umat Islam tentang tata cara pelaksanaannya.
Berdasarkan buku Jejak Langkah Abu Bakar Ash-Shidiq karya Ari Ghorir Atiq, jumlah jemaah yang mengikuti haji wada mencapai lebih dari 100.000 orang. Jumlah ini menunjukkan besarnya perhatian umat Islam untuk mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW.
Selama pelaksanaan haji, Rasulullah SAW tidak hanya beribadah, tetapi juga mengajarkan setiap tahapan haji secara langsung, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, hingga tawaf dan sai.
Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah pada 11 Zulhijah. Khutbah ini dikenal sebagai khutbah perpisahan yang berisi pesan penting bagi umat Islam.
Peristiwa haji wada ini menjadi penutup ibadah haji Rasulullah SAW selama hidupnya. Karena itu, haji tersebut dikenal sebagai haji wada atau haji perpisahan, yang menjadi momen terakhir beliau bersama umat Islam sebelum wafat.
Berapa Kali Rasulullah SAW Umrah?
Ada beberapa pendapat tentang berapa kali Rasulullah SAW melaksanakan umrah. Namun, berdasarkan hadits dari Aisyah RA, Ibnu Umar, dan Anas RA, Rasulullah SAW tercatat telah melaksanakan umrah sebanyak empat kali.
Empat umrah tersebut adalah umrah saat beliau sempat terhalang masuk Makkah oleh kaum musyrik, umrah Hudaibiyah atau umrah pada tahun berikutnya, umrah di bulan Zulkaidah, serta umrah yang dilakukan bersamaan dengan ibadah haji.
Dalam Mukhtasar Shahih Muslim karya M. Nashiruddin al-Albani terdapat riwayat Anas RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW berumrah empat kali yang semuanya di bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang menyertai haji beliau.
Pertama, umrah pada masa Hudaibiyah dalam bulan Zulkaidah. Kedua, umrah pada tahun berikutnya juga di dalam bulan Zulkaidah. Ketiga, umrah dari Jiranah ketika beliau membagikan harta rampasan dari perang Hunain juga dalam bulan Zulkaidah. Keempat, umrah yang menyertai haji beliau (tidak di bulan Zulkaidah). (HR Muslim)
Selain itu, terdapat juga riwayat lainnya:
"Beliau melaksanakan umrah sebanyak empat kali yang kesemuanya pada bulan Zulkaidah kecuali umrah yang beliau laksanakan bersama hajinya. Yaitu umrah beliau dari Al Hudaibiyah, umrah pada tahun berikutnya, umrah Al Ji'ranah saat beliau membagikan ghanimah (harta rampasan perang) Hunain dan umrah dalam ibadah haji beliau." (HR Bukhari)
Dari penjelasan tersebut, diketahui Rasulullah SAW melaksanakan umrah sebanyak empat kali. Sebagian besar dilakukan pada bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang dilakukan bersamaan dengan ibadah haji.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi