5 Rukun Islam Apa Saja? Ini Penjelasan dan Kewajiban Menjalankannya

5 Rukun Islam Apa Saja? Ini Penjelasan dan Kewajiban Menjalankannya

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 01 Apr 2026 08:00 WIB
Muslim praying in Sujud posture
Foto: Freepik/Freepik
Jakarta -

Rukun Islam adalah lima pilar utama yang menjadi dasar ajaran Islam. Setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, wajib memahami dan menjalankan rukun ini agar hidup bisa sesuai dengan petunjuk Allah SWT.

Menjalankan rukun Islam juga menjadi jalan untuk meraih keberkahan dan keselamatan di dunia maupun akhirat. Lalu, lima rukun Islam apa saja yang harus dijalankan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Rukun Islam?

Menurut KBBI Daring, rukun berarti "yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan". Sedangkan iman berarti "kepercayaan; keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dan sebagainya."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun arti dari rukun Islam adalah pokok-pokok ajaran dalam agama Islam. Setiap Muslim wajib menjalankan pokok-pokok ajaran ini dan tidak boleh meninggalkannya. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Rukun Islam oleh Slamet Mulyono.

Jika seorang Muslim tidak menjalankan kelima rukun Islam, maka ia akan meninggalkan kewajiban pokok agama dan mendapatkan dosa di hadapan Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, jika dikerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, Allah SWT akan memberikan keberkahan dan kebahagiaan, sehingga Muslim tersebut akan selamat di dunia dan akhirat.

Dengan demikian, balasan Allah SWT bagi orang yang mengerjakan rukun Islam dengan ikhlas adalah surga, sedangkan bagi orang yang tidak mau mengerjakannya, akan mendapat dosa dan balasan berupa neraka.

Dalil Tentang Rukun Islam

Islam memiliki lima rukun yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini,

"Islam itu ialah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, engkau dirikan salat, engkau bayar zakat, engkau puasa pada bulan Ramadan, dan engkau naik haji ke Baitullah, jika mampu pergi kesana." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)

Kelima rukun ini merupakan dasar Islam yang harus dijalankan secara lengkap. Tidak boleh ada yang ditinggalkan atau dikerjakan sebagian saja.

5 Rukun Islam

Rukun Islam ada 5, berikut penjelasan dan kewajiban menjalankannya sebagaimana dikutip dalam buku Rukun Islam oleh Slamet Mulyono dan buku Rukun Islam Oleh Giri Wiarto & Supran Hadi.

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Rukun Islam pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Syahadat artinya mengakui dan menyatakan keimanan bahwa hanya Allah SWT yang layak disembah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Setiap Muslim wajib menghafal dan membaca syahadat ini dengan benar.

Bacaan dua kalimat syahadat adalah,

أَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah

Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

2. Salat

Rukun Islam kedua adalah salat. Salat artinya beribadah dengan mengagungkan Allah melalui bacaan dan gerakan tertentu. Salat dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri salam.

Bacaan dalam salat meliputi Al-Qur'an, takbir, tasbih, tahmid, dan doa. Sedangkan gerakan salat antara lain berdiri, ruku, sujud, duduk, dan gerakan lain yang sesuai aturan.

Setiap Muslim wajib melaksanakan salat lima Waktu, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya. Perintah salat disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 43,

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka'ū ma'ar-rāki'īn(a).

Artinya: "Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

Allah SWT memerintahkan salat karena salat bisa mencegah perbuatan buruk dan dosa. Seperti dijelaskan dalam surah Al-Ankabut ayat 45,

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā 'anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya'lamu mā taṣna'ūn(a).

Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

3. Zakat

Dikutip dari buku Fikih untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah oleh Hasbiyallah, zakat adalah rukun Islam ketiga yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim. Kata "zakat" berarti tumbuh, suci, dan membawa berkah.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 103,

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli 'alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī'un 'alīm(un).

Artinya: "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Zakat wajib dikeluarkan oleh Muslim yang mampu. Menolak atau mengingkari zakat berarti tidak menjalankan perintah Allah, bahkan bisa keluar dari agama Islam.

4. Puasa di Bulan Ramadan

Puasa atau shiyam dalam Islam berarti menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Puasa diwajibkan hanya selama bulan Ramadan.

Orang yang sedang sakit atau dalam perjalanan boleh menunda puasanya sampai sehat atau kembali ke rumah. Allah SWT juga memberi keringanan bagi orang tua atau pekerja yang sangat berat, sehingga mereka tidak wajib berpuasa jika tidak memungkinkan.

Dikutip dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab oleh DR. Thâriq Muhammad Suwaidân, puasa sudah diwajibkan berdasarkan Al-Qur'an, sunnah Rasulullah SAW, dan kesepakatan para ulama. Dalil kewajiban puasa terdapat di surah Al-Baqarah ayat 183,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alal-lażīna min qablikum la'allakum tattaqūn(a).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Para ulama sepakat bahwa puasa adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Orang yang menolak atau menentang kewajiban ini dianggap kafir atau telah keluar dari ajaran Islam.

5. Pergi Haji Bagi yang Mampu

Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA, dan Saiful Hadi El-Sutha, secara bahasa haji berarti menuju atau bertujuan. Sedangkan menurut istilah Islam, haji adalah pergi ke Baitullah pada waktu tertentu untuk melaksanakan serangkaian ibadah wajib, rukun, dan sunnah haji.

Perintah menunaikan haji tercantum dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97,

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm(a), wa man dakhalahū kāna āminā(n), wa lillāhi 'alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā'a ilaihi sabīlā(n), wa man kafara fa innallāha ganiyyun 'anil-'ālamīn(a).

Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (diantaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

"Haji itu hanya sekali. Maka barang siapa melakukannya lebih dari satu kali, itu termasuk ibadah sunnah." (HR Bukhari dan Muslim/Muttafaq 'Alaih)

Dengan begitu, haji menjadi rukun Islam kelima yang wajib dikerjakan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu. Menolak atau mengingkarinya termasuk perbuatan kafir atau murtad karena menolak salah satu pilar utama Islam.



(lus/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads