Doa Berangkat Haji Agar Selamat dan Mabrur: Arab, Latin, dan Artinya

Doa Berangkat Haji Agar Selamat dan Mabrur: Arab, Latin, dan Artinya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 04 Apr 2026 09:00 WIB
Doa Berangkat Haji Agar Selamat dan Mabrur: Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi jemaah haji Foto: Getty Images/iStockphoto/Gatot Adriansyah
Jakarta -

Melepas keberangkatan seseorang saat pergi haji selalu menciptakan rasa haru yang mendalam. Terdapat doa-doa yang dapat diamalkan agar para tamu Allah SWT tersebut senantiasa diberikan perlindungan serta kemudahan dalam menjalani setiap rukun ibadah di Tanah Suci.

Perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang penuh tantangan. Itulah mengapa, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus sebagai bekal utama agar jemaah selamat hingga kembali ke tanah air, sekaligus mendapat predikat haji mabrur yang balasannya adalah surga.

Lantas, bagaimana bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW baik bagi jemaah maupun keluarga yang ditinggalkan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumpulan Doa Berangkat Haji Agar Selamat dan Mabrur

Dinukil dari Kitab Doa Harian Rasulullah karya A.R. Shohibul Ulum, berikut kumpulan doa berangkat haji agar selamat dan mabrur. Dapat dibaca oleh orang yang pergi haji dan keluarga yang ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

1. Doa Orang yang Pergi Haji pada Orang yang Ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi'ukallahal-ladzii laa tadhi'u wa daa-i'uh

Artinya: "Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)." (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

2. Doa Orang yang Ditinggalkan pada Orang yang Pergi Haji

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi'ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khawaat-iima 'amalik.

Artinya: "Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

3. Doa Haji Agar Mabrur

Umat Islam juga dapat membacakan doa kepada orang yang akan pergi haji, agar ibadah haji yang dilaksanakan dipermudah oleh Allah SWT dan mabrur. Berikut bacaan doanya:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ, وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada." (HR At-Tirmidzi)

Selain doa di atas, umat Islam juga dapat membaca doa haji mabrur berikut. Dikutip dari buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat oleh Ali Manshur, berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allahummaj'alha hajjan mabruran wa dzanban maghfuran.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Dijelaskan dalam buku Setetes Embun Hikmah oleh Muhammad Arham, haji mabrur berarti haji yang diterima dan dibalas dengan al birr (kebaikan) berupa pahala. Seorang yang telah melaksanakan haji dengan mabrur, maka akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan menjauhi perbuatan maksiat.

Seseorang dapat dikatakan haji mabrur jika memenuhi ciri-cri sebagai berikut:

1. Kualitas Ibadah Kepada Allah Meningkat

Sebelum berangkat haji ibadahnya biasa-biasa saja bahkan masih masih ada yang ditinggalkan. Namun, setelah ibadah haji mereka akan selalu menunaikan ibadah dengan semangat, rajin, rutin dan konsisten serta menjauhi hal-hal maksiat.

2. Kualitas Ibadah Secara Sosial Meningkat

Pada saat melaksanakan ibadah haji, Allah SWT melarang hambanya untuk melakukan perbuatan yang tidak baik, melanggar norma, dan berdebat atau bertengkar.

Tiga hal tersebut bukan saja menjadi akhlak kebiasaan (karakter) saat melakukan haji tapi juga setelah kembali ke tanah air, dan inilah yang akan membuat hubungan sosial seseorang meningkat.

3. Meningkatnya Rasa Empati Kepada Orang Lain

Menebarkan kedamaian, memberi makan orang yang membutuhkan, dan menyambung silaturahmi kepada siapapun. Inilah yang menjadi ciri haji mabrur.

Haji mabrur tentu menjadi dambaan semua umat Islam, karena balasannya adalah surga yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Seperti yang disebutkan dalam salah satu hadits:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيَ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي صَالِحِ السَّمَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bakar bin 'Abdur Rahman dari Abu Shalih As-Samman dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Umrah ke 'umrah berikutnya menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan an-Nasa'i)




(dvs/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads